[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39876-id":3,"doc-seo-39876-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":84},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39876,2336464648322,"Aria","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2200025388227c56fec?_k=1778556882303663488",49,"Sastra","Pendidikan Kaum Tertindas (Paulo Freire)","Pendidikan Kaum Tertindas menguraikan kritik Paulo Freire terhadap pendidikan “gaya bank” yang menempatkan peserta didik sebagai penerima pasif, sekaligus menjadikannya instrumen penindasan terselubung. Freire menawarkan pendidikan hadap-masalah sebagai praktik pembebasan, berbasis dialog, relasi guru-murid yang setara, serta proses saling menunjang antara manusia dan dunia. Metodologi ini dipaparkan sebagai kunci tumbuhnya kesadaran kritis dan kemampuan belajar bagi kaum miskin serta buta huruf, relevan bagi generasi pendidik dan pembaca.","Di dunia pendidikan,Paulo Freiremelihat bagaimana orang kuatmerendahkan masyarakat lemahmelalui cara-cara halus namunmenindas.Melalui buku ini,Paulo Freire mengritik kerasmodel pendidikan gaya bankbarat yang disebutnya sebagaialat penindasan.Sebagaigantinya ia mengajukan konseppendidikan hadap-masalah yangdisebutnya sebagai alatpembebasan.Metodologi PauloFreire ini terbukti telahmembantu orang-orang miskindan buta huruf yang tak terhitungjumlahnyadi seluruh dunia.  \nBuku ini sebagai referensigenerasi baru pendidik,siswa,dan pembaca umum di masa kinidan mendatang.  \nJI.Cenpuka PoisNa 8 DeresanCTX,  \nGejayn Yegyakara 55283  \nTedp.0274-556043.0274-555939,Fuks.0274-545020  \nmail pmorbicant@yrkop.W  \nwrbuteww powbi-marasiru  \nPENDIDIKANKAUMTERTINDAS  \nPendidilkan KaUm Fertindas  \nPAUloFRERE  \nPENDIDIKAN KAUMTERTINDAS  \n# PENDIDIKANKAUMTERTINDAS\n\nLP3ES  \nLembaga Penelitian Pendidikan dan PeneranganEkonomi dan Sosial  \n# Pedagogy of the Oppressed\n\nby Paulo Freire  \n◎ Paulo Freire 1972  \nDiterjemahkan oleh Tim Redaksi  \nAsosiasi Pemandu Latihan:Utomo Dananjaya,Mansour Fakih,Roem Topatimasang,Jimly Asshiddiqie  \nDiperiksa dan diperbaiki olch Imam Ahmad  \nCetakan Pertama,Februari 1985  \nPenerbit LP3ES,Jakarta,anggota IKAPIHak Terjemahan pada LP3ESDilindungi UndangundangDisain sampul:Yahya S.  \nIBM Setting:Bagian Penerbitan LP3ESPencetak:PT.Temprint,Jakarta.  \nbugi kaum tertindasdan yang ikut menderitaserta berjuang di pihak·mereka  \nDaftar Isi  \nKata Pengantar  \nRicbard Shaull ……………………………………………………………………………………………ix  \nPendahuluan………………………………………………………………………………………………1  \nBab1…………………………………………………………………………………………10  \nPembenaran bagi suatu pendidikan kaum tertindas:  \nkontradiksi antara kaum penindas dan kaum tertin-  \ndas, dan bagaimana mengatasinya; penindasan dan  \nkaum penindas, penindasan dan kaum tertindas;  \npembebasan:sebagai suatu proses saling menunjang.  \nBab 2…………………………………………………………………………………………49  \nKonsep pendidikan \"gaya bank\" sebagai alat penin-  \ndasan;konsep pendidikan badap-masalab sebagai alat  \npembebasan; kontradiksi guru-murid dari konsep  \n\"gaya bank\"diselesaikan oleb konsep badap-masalab;  \nviii  \npendidikan sebagai proses saling menunjang dengandunia sebagai perantara;manusia sebagai mabluk yangsadar-tidak sempurna,serta usahanya untuk menjadilebih manusiawi.  \nB ab 3...............................   71  \nDialogika:bakikat pendidikan sebagai praktek kebe-basan;dialogika dan dialog;dialog dan pencarian isiprogram;bubungan manusia-dunia,\"tema-tema gene-ratif\",dan isi program pendidikan sebagai praktekkebebasan;penelitian \"tema-tema generatif\"dan me-todologinya;kebangkitan kesadaran kritis melaluipenelitian\"tema-tema generatif.\"  \nB a b 4...............................124  \nAntidialogika dan dialogika sebagai matriks dari teoritindakan kebudayaan yang berlawanan:yang pertamasebagai alat penindasan dan yang kedua sebagai alatpembebasan;teori tindakan antidialogis dan watak-wataknya:penaklukan,pecah lalu perintab,manipu-lasi,dan serangan budaya;teori tindakan dialogis danwatak-zwataknya:kerjasama,persatuan,organisasi,dan sintesa kebudayaan.  \nReferensi..............................204  \n# Kata Pengantar\n\nDalam beberapa tahun saja,buah pikiran dan karyapendidik Brazil Paulo Freire telah menyebar luas dari dae-rah Timur Laut Brazilia ke seluruh Amerika Latin,dan me-nimbulkan suatu dampak yang kuat tidak saja dalam bidangpendidikan tetapi juga dalam seluruh ikhtiar pembangunannasional.Tepat pada waktu itu massa yang tersingkir(disin-berited-masses)di Amerika Latin bangkit dari tidur panjangtradisionalnya dan keengganan berperanserta sebagai subyekdalam pembangunan negara mercka,Paulo Freire telah menyempurnakan sebuah metode pengajaran kaum buta-hurufyang telah memberikan sumbangsih,dengan cara yang luarbiasa,kepada proses tersebut.Dalam kenyataannya,merekayang belajar membaca dan menulis dengan metode tersebut,tiba pada suatu kesadaran baru tentang diri mereka danmulai memandang secara kritis situasi sosial di masa merekamenemukan","cbCaijznBiU3a6No","https://ap.wps.com/l/cbCaijznBiU3a6No","pdf",6673779,11,1,222,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n# Pendahuluan\n# Bab 1\n# Bab 2\n# Bab 3\n# Bab 4\n# Referensi","[{\"question\":\"Apa perbedaan antara antidialogika dan dialogika dalam teori tindakan kebudayaan?\",\"answer\":\"Antidialogika diposisikan sebagai matriks tindakan kebudayaan yang bertujuan menindas melalui penaklukan, pemecahan, manipulasi, dan serangan budaya. Dialogika menjadi kebalikannya, menekankan kerja sama, persatuan, organisasi, dan sintesa kebudayaan sebagai jalan pembebasan.\"}]",1783087626,342,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":79,"head_meta":81,"extra_data":83,"updated_unix":28},"pedagogy-of-the-oppressed-paulo-freire","",{"@graph":36,"@context":78},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/pedagogy-of-the-oppressed-paulo-freire/39876/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-22","2026-07-03",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa perbedaan antara antidialogika dan dialogika dalam teori tindakan kebudayaan?","Question",{"text":76,"@type":77},"Antidialogika diposisikan sebagai matriks tindakan kebudayaan yang bertujuan menindas melalui penaklukan, pemecahan, manipulasi, dan serangan budaya. Dialogika menjadi kebalikannya, menekankan kerja sama, persatuan, organisasi, dan sintesa kebudayaan sebagai jalan pembebasan.","Answer","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":80,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":82,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":85},[86,91,95,99,103,107,111,113,117,121],{"id":87,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":88,"show_sort_weight":89,"slug":90},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":92,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":93,"show_sort_weight":89,"slug":94},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":97,"show_sort_weight":89,"slug":98},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":89,"slug":102},51,"Komik","comic",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":89,"slug":106},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":89,"slug":110},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":89,"slug":112},"literature",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":89,"slug":116},52,"Teknologi","technology",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":89,"slug":120},50,"Ujian","exam",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":89,"slug":124},57,"Umum","general"]