[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-108241-id":3,"doc-seo-108241-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},108241,549768064778,"Finn","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8",54,"Penelitian & Laporan","Pathways Towards Economic Security Indonesia Poverty Assessment - Ringkasan Eksekutif","Ringkasan eksekutif ini menguraikan capaian Indonesia dalam menurunkan kemiskinan ekstrem hingga 1,5% pada 2022 serta menekankan tantangan lanjutan menuju target negara berpenghasilan tinggi 2045. Fokusnya pada rendahnya produktivitas lintas sektor, kesenjangan akses kerja berpenghasilan lebih tinggi, serta ketertinggalan pembangunan sumber daya manusia, termasuk keterasingan perempuan dari angkatan kerja. Dokumen merekomendasikan penciptaan peluang melalui integrasi rantai nilai global dan investasi produktivitas, perbaikan layanan penitipan anak, penguatan perlindungan sosial, inklusi keuangan, ketahanan infrastruktur, serta perbaikan pembiayaan dan administrasi belanja pemerintah daerah.","Public Disclosure Authorized Public Disclosure Authorized Public Disclosure Authorized Public Disclosure Authorized  \n© 2023 The World Bank  \n1818 H Street NW, Washington DC 20433  \nTelephone: 202-473-1000; [Internet: www.worldbank.org](Internet: www.worldbank.org)  \nSome rights reserved  \nThis work is a product of the staff of The World Bank. The findings, interpretations, and conclusions expressed in this work do not necessarily reflect the views of the Executive Directors of The World Bank or the governments they represent. The World Bank does not guarantee the accuracy of the data included in this work. The boundaries, colors, denominations, and other information shown on any map in this work do not imply any judgment on the part of The World Bank concerning the legal status of any territory or the endorsement or acceptance of such boundaries.  \nRights and Permissions  \nThe material in this work is subject to copyright. Because The World Bank encourages dissemination of its knowledge, this work may be reproduced, in whole or in part, for noncommercial purposes as long as full attribution to this work is given.  \nAttribution—Please cite the work as follows: “World Bank. 2023. Indonesia Poverty Assessment – Pathways Towards Economic Security. © World Bank.”  \nAll queries on rights and licenses, including subsidiary rights, should be addressed to World Bank Publications, The World Bank Group, 1818 H Street NW, Washington, DC 20433, USA; fax: 202-522-2625; e-mail: [pubrights@worldbank.org](pubrights@worldbank.org).  \nPENDAHULUAN  \nI Indonesia boleh dibilang telah mencapai tujuannya untuk memberantas kemiskinan  \nekstrim ketika kemiskinan tersebut mencapai 1,5 persen pada tahun 2022. Pertumbuhanekonomiyang berkelanjutan digabung dengan perlindungan sosialtelah memungkinkankemajuan ini. Indonesia sekarang dapat menetapkan sasaran yang lebih tinggi untuk meningkatkan kehidupan sepertiga penduduk Indonesia yang secara ekonomi masih tidak aman.  \nKarena Indonesia bertujuan untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045, analisis kami dalam laporan ini mengungkap beberapa peluang serta hambatan penting untuk kemajuan lebih lanjut. Meskipun pertumbuhan ekonomi telah memberi kontribusiterhadap pengentasan kemiskinan, hampir semua sektor, di pedesaan, daerah pertanian dan di perkotaan, memiliki produktivitas yang rendah, sementara pembangunan sumber daya manusia tertinggal dari negara-negara yang setara dan setengah dari perempuan Indonesia tetap tersisih dari angkatan kerja.  \nMasyarakat Indonesia membutuhkan kesempatan kerja yang lebih baik yang menawarkan penghasilan lebih tinggi di sektor-sektor dengan produktivitas yang lebih tinggi. Meskipun sektor digital berkembang pesat, hanya satu dari sepuluh pekerja Indonesia yang memiliki pekerjaan dengan keterampilan tinggi, dan tidak cukup banyak pekerja yang memilikiketerampilan yang tepat untuk memanfaatkan peluang ini di saat peluang tersebut muncul.  \nIni adalah wilayah di mana kebijakan dapat membuat perbedaan. Analisis kami menawarkan beberapa perspektif yang mengarah pada beberapa rekomendasi. Serangkaian rekomendasi berfokus pada menciptakan peluang yang lebih baik. Integrasi ke dalam rantai nilai global dapat meningkatkan produktivitas Indonesia dan membantu memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digitalnya. Daerah perkotaan membutuhkan investasi agar daerah-daerah tersebut dapat menjadimesin pertumbuhan produktivitas yang telah kita lihat di negara-negara lain, sementara meningkatkan produktivitas pertanian dapat memberikan penghidupanyang lebih baik bagi para petani. Fasilitas penitipan anakyang lebih terjangkau dan berkualitas dapat membantu membuka peluang bagi perempuan.  \nSerangkaian rekomendasi lainnya berfokus pada melindungi masyarakat dari keterpurukan dalam kemiskinan. Indonesia rentan terhadap guncangan ekonomi, terutama dari kejadian-kejadian terkait cuaca. Antara tahun 1990 dan 2021, Indonesia mengalami lebih dari 300 bencana alam yang menimpa lebih dari 11 j","cbCaid4WNBDC4TNd","https://ap.wps.com/l/cbCaid4WNBDC4TNd","pdf",4619176,8,1,20,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Capaian pengentasan kemiskinan\n## Peluang dan hambatan menuju 2045\n## Penciptaan peluang kerja dan peningkatan produktivitas\n## Perlindungan dari kemiskinan akibat guncangan\n## Peningkatan kebijakan: perlindungan sosial, inklusi keuangan, dan pembiayaan\n# Ringkasan Eksekutif","[{\"question\":\"Apa capaian utama Indonesia dalam mengurangi kemiskinan ekstrem menurut ringkasan ini?\",\"answer\":\"Indonesia dinyatakan berhasil mencapai target pengentasan kemiskinan ekstrem ketika kemiskinan ekstrem turun hingga 1,5% pada tahun 2022.\"},{\"question\":\"Hambatan apa yang masih dominan meski pertumbuhan ekonomi mendukung penurunan kemiskinan?\",\"answer\":\"Hampir semua sektor—baik di pedesaan dan daerah pertanian maupun di perkotaan—masih memiliki produktivitas yang rendah, sementara kualitas pembangunan sumber daya manusia tertinggal dan perempuan masih kurang terlibat dalam angkatan kerja.\"},{\"question\":\"Rekomendasi kebijakan apa yang ditekankan untuk melindungi masyarakat dari jatuh kembali ke kemiskinan?\",\"answer\":\"Ringkasan menekankan peningkatan perlindungan sosial, termasuk bantuan dan jaminan sosial, memperkuat inklusi keuangan, meningkatkan ketangguhan infrastruktur, serta mengoptimalkan pembiayaan dan efisiensi belanja pemerintah daerah.\"}]","Pathways Towards Economic Security Indonesia Poverty Assessment - Ringkasan Eksekutif | PDF",1784469817,31,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"pathways-towards-economic-security-indonesia-poverty-assessment-executive-summary","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/pathways-towards-economic-security-indonesia-poverty-assessment-executive-summary/108241/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-18","2026-07-19",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa capaian utama Indonesia dalam mengurangi kemiskinan ekstrem menurut ringkasan ini?","Question",{"text":77,"@type":78},"Indonesia dinyatakan berhasil mencapai target pengentasan kemiskinan ekstrem ketika kemiskinan ekstrem turun hingga 1,5% pada tahun 2022.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Hambatan apa yang masih dominan meski pertumbuhan ekonomi mendukung penurunan kemiskinan?",{"text":82,"@type":78},"Hampir semua sektor—baik di pedesaan dan daerah pertanian maupun di perkotaan—masih memiliki produktivitas yang rendah, sementara kualitas pembangunan sumber daya manusia tertinggal dan perempuan masih kurang terlibat dalam angkatan kerja.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Rekomendasi kebijakan apa yang ditekankan untuk melindungi masyarakat dari jatuh kembali ke kemiskinan?",{"text":86,"@type":78},"Ringkasan menekankan peningkatan perlindungan sosial, termasuk bantuan dan jaminan sosial, memperkuat inklusi keuangan, meningkatkan ketangguhan infrastruktur, serta mengoptimalkan pembiayaan dan efisiensi belanja pemerintah daerah.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]