[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-229840-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-229840-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","panrb-ministers-notes-at-the-press-conference-on-asn-procurement-in-2021","Catatan Menteri PANRB pada Konferensi Pers Pengadaan ASN Tahun 2021","","Catatan Menteri PANRB pada konferensi pers pengadaan ASN tahun 2021 menjelaskan arah kebijakan pembangunan SDM, simplifikasi regulasi, dan penyederhanaan birokrasi untuk mewujudkan Indonesia Maju. Uraian mencakup komposisi ASN, penerapan sistem merit melalui grand design pembangunan ASN 2020–2024, serta strategi manajemen human capital. Dokumen memaparkan mekanisme pengadaan, status pengusulan kebutuhan, total formasi 2021 beserta rincian CPNS dan PPPK, rencana penetapan, serta jabatan dengan alokasi terbesar, termasuk sekolah kedinasan.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/panrb-ministers-notes-at-the-press-conference-on-asn-procurement-in-2021/229840/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/panrb-ministers-notes-at-the-press-conference-on-asn-procurement-in-2021/229840.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Jiven","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-08","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":30},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa saja komponen strategi manajemen human capital ASN dalam grand design 2020–2024?","Question",{"text":62,"@type":63},"Strategi mencakup perencanaan ASN, perekrutan melalui seleksi objektif dan terbuka, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja berbasis pemeringkatan 360 derajat, pengembangan karier berbasis sistem merit, serta peningkatan kesejahteraan melalui reformasi gaji, tunjangan, fasilitas, pensiun, dan jaminan hari tua.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana mekanisme pengadaan ASN tahun 2021 dari usulan hingga pengangkatan?",{"text":67,"@type":63},"Usulan kebutuhan datang dari pemerintah daerah, Menteri PANRB menetapkan kebutuhan nasional, pengumuman dan seleksi dilakukan oleh BKN, Panselnas menetapkan hasil akhir, BKN menetapkan Nomor Induk Kepegawaian, lalu dilakukan pengangkatan pegawai.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Berapa total kebutuhan ASN tahun 2021 dan bagaimana rincian CPNS serta PPPK?",{"text":71,"@type":63},"Total kebutuhan ASN 2021 adalah 1.275.387 formasi. Pemerintah pusat 83.669 formasi dan pemerintah daerah 1.191.718 formasi. Rinciannya meliputi Guru PPPK 1.002.616, PPPK Non Guru 70.008, dan CPNS 119.094.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},229840,1789044448,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":30,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},1099513958607,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002390cf8733938c?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1778829742770036399","MENTERI  \nPENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA  \nDAN REFORMASI BIROKRASI  \nCATATAN MENTERI PANRB  \nPADA KONFERENSI PERS PENGADAAN ASN TAHUN 2021  \nJAKARTA, 9 APRIL 2021  \n1. Sesuai dengan Visi Misi dan Prioritas Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K. H. Ma’ruf Amin, fokus pemerintah antara lain adalah pembangunan SDM, Simplifikasi Regulasi, dan Penyederhanaan Birokrasiuntuk mewujudkan Indonesia Maju.  \n2. Komposisi ASN di Indonesia pada saat ini berjumlah 4.168.118 dengan rincian:  \na. Struktural 456.372 (11%);  \nb. Teknis 257.800 dan Kesehatan 329.138 (14%);  \nc. Guru 1.418.266 dan Dosen 75.738 (36%);  \nd. Pelaksana/administrasi 1.630.804 (39%) .  \n3. Pemerintah melaksanakan implementasi kebijakan sistem merit melaluistrategi manajemen human capital ASN dalam Grand Design pembangunan ASN 2020-2024. Strategi manajemen ASN ini meliputi:  \na. Perencanaan ASN sesuai arah pembangunan nasional dan potensidaerah serta core business instansi berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja;  \nb. Perekrutan pegawai ASN melalui mekanisme seleksi yang obyektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari KKN, serta seleksi terbuka bagi Jabatan Pimpinan Tinggi;  \nc. Pengembangan kompetensi ASN melalui penetapan standarkompetensijabatan, melaksanakan kebijakan diklat 20 jam pelajaran per tahun, dan perbaikan metode pengembangan kompetensi;  \nd. Penilaian kinerja dan penghargaan melalui pemeringkatan hasil penilaian kinerja dan penilaian perilaku secara 360 derajat sebagai dasar pemetaan talenta, remunerasi dan penghargaan;  \ne. Pengembangan karier ASN berbasis sistem merit dengan memperhatikan kebutuhan nasional berdasarkan manajemen talenta; dan  \nf. Peningkatan kesejahteraan ASN melalui reformasi kebijakan gaji, tunjangan, fasilitas seperti perumahan, serta pensiun dan jaminan hari tua.  \n4. Mekanisme pengadaan ASN:  \na. Pemerintah daerah menyampaikan usulan kebutuhan ASN dengan mempertimbangkan analisis jabatan dan analisis beban kerja;  \nb. Menteri PANRB menetapkan kebutuhan ASN nasional dengan mempertimbangkan masukan dari Menteri Keuangan dan Kepala BKN;  \nc. Pengumuman seleksi, Pelaksanaan Seleksi Administrasi, Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang dilakukanoleh BKN;  \nd. Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) menetapkan hasil akhir seleksi;  \ne. Penetapan Nomor Induk Kepegawaian oleh BKN;  \nf. Pengangkatan pegawai.  \n5. Status pengusulan kebutuhan ASN 2021 (data per tanggal 7 April 2021):  \na. Sebanyak 546 instansi (88%) yang terdiri dari 56 K/L, 34 Pemerintah Provinsi, 456 Pemerintah Kabupaten/Kota telah mengusulkankebutuhan ASN disertai dengan dokumen pengusulan ASN yang lengkap;  \nb. Sebanyak 48 instansi (8%) yang terdiri dari 48 Pemerintah Kabupaten/Kota sudah mengusulkan kebutuhan ASN namun dokumen pengusulan kebutuhan ASN belum lengkap sehingga perlu untuk melengkapi dokumen tersebut.  \nc. Sebanyak 27 instansi (4%) yang terdiri dari 23 K/L, 4 Pemerintah Kabupaten/Kota tidak mengusulkan kebutuhan ASN 2021;  \n6. Total kebutuhan ASN 2021 sebanyak 1.275.387 dengan instansi dipemerintah pusat sebanyak 83.669 dan instansi di pemerintah daerah sebanyak 1.191.718 (Guru PPPK sebanyak 1.002.616, PPPK Non Guru sebanyak 70 .008, dan CPNS sebanyak 119.094) .  \n7. Rencana penetapan kebutuhan ASN 2021:  \na. Total kebutuhan ASN 2021 sebanyak 1.275.387 formasi;  \nb. Pemerintah Pusat dengan jumlah kebutuhan 83.669 formasi , jumlah rencana penetapan 69.684 formasi, dengan rincian sebanyak 61.129 formasi untuk 56 K/L, dan sebanyak 8.555 formasi untuk 8 sekolah kedinasan;  \nc. Pemerintah Daerah denganjumlah kebutuhan 1.191.718 formasi, jumlah rencana penetapan 652.803 formasi, dengan rincian sebanyak 139.443 formasi untuk 34 Pemerintah Provinsi dan 513.360 formasi untuk 504 Pemerintah Kabupaten/Kota;  \nd. Jumlah kebutuhan untuk Guru PPPK sebanyak 1.002.616 formasi dan jumlah rencana penatapan sebanyak 547.026 formasi;  \ne. Jumlah kebutuhan untuk PPPK Non Guru sebanyak 70.008 formasi dan jumlah rencana penetapan seban","cbCaijH01Y2OoOy8","https://ap.wps.com/l/cbCaijH01Y2OoOy8","pdf",172247,14,"Indonesian","# Mekanisme pengadaan ASN\n## Perencanaan dan penetapan kebutuhan\n## Seleksi administrasi dan seleksi kompetensi\n## Penetapan NIK dan pengangkatan pegawai\n# Grand design pembangunan ASN 2020-2024 dan sistem merit\n## Perencanaan ASN dan rekrutmen\n## Pengembangan kompetensi\n## Penilaian kinerja dan pengembangan karier\n## Peningkatan kesejahteraan ASN\n# Status usulan, total kebutuhan, dan rencana penetapan 2021\n## Status pengusulan kebutuhan per 7 April 2021\n## Total formasi dan rincian CPNS serta PPPK\n## Rencana penetapan per pemerintah pusat dan daerah\n# Jabatan dengan alokasi penetapan terbesar\n## Pemerintah pusat\n## Pemerintah provinsi\n## Pemerintah kabupaten/kota\n# Persetujuan prinsip seleksi sekolah kedinasan 2021","[{\"question\":\"Apa saja komponen strategi manajemen human capital ASN dalam grand design 2020–2024?\",\"answer\":\"Strategi mencakup perencanaan ASN, perekrutan melalui seleksi objektif dan terbuka, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja berbasis pemeringkatan 360 derajat, pengembangan karier berbasis sistem merit, serta peningkatan kesejahteraan melalui reformasi gaji, tunjangan, fasilitas, pensiun, dan jaminan hari tua.\"},{\"question\":\"Bagaimana mekanisme pengadaan ASN tahun 2021 dari usulan hingga pengangkatan?\",\"answer\":\"Usulan kebutuhan datang dari pemerintah daerah, Menteri PANRB menetapkan kebutuhan nasional, pengumuman dan seleksi dilakukan oleh BKN, Panselnas menetapkan hasil akhir, BKN menetapkan Nomor Induk Kepegawaian, lalu dilakukan pengangkatan pegawai.\"},{\"question\":\"Berapa total kebutuhan ASN tahun 2021 dan bagaimana rincian CPNS serta PPPK?\",\"answer\":\"Total kebutuhan ASN 2021 adalah 1.275.387 formasi. Pemerintah pusat 83.669 formasi dan pemerintah daerah 1.191.718 formasi. Rinciannya meliputi Guru PPPK 1.002.616, PPPK Non Guru 70.008, dan CPNS 119.094.\"}]","Catatan Menteri PANRB pada Konferensi Pers Pengadaan ASN Tahun 2021 | PDF",22]