[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-227677-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-227677-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","pancasila-uud-nkri-and-bhinneka-tunggal-ika-pancasila-as-ideology-and-state-foundation","Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika - Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara","","Materi membahas Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia dalam kaitannya dengan UUD NKRI serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Uraian menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman normatif dan memiliki konsekuensi pada penjabaran seluruh peraturan perundang-undangan. Materi juga menjelaskan ideologi negara sebagai tujuan/cita-cita bangsa, memaknai ideologi bagi negara, serta meninjau konsep Pancasila sebagai ideologi terbuka melalui dinamika internal, ciri-ciri nilai yang tidak dipaksakan dari luar, dan faktor pembentuk ideologi terbuka.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/","Agama & Spiritualitas",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/pancasila-uud-nkri-and-bhinneka-tunggal-ika-pancasila-as-ideology-and-state-foundation/227677/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/pancasila-uud-nkri-and-bhinneka-tunggal-ika-pancasila-as-ideology-and-state-foundation/227677.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Aran","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-02","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",10,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa hubungan Pancasila dengan peraturan perundang-undangan dalam negara?","Question",{"text":63,"@type":64},"Pancasila sebagai dasar negara memiliki konsekuensi bahwa seluruh peraturan perundang-undangan dijabarkan dari nilai-nilai Pancasila.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Mengapa ideologi disebut sebagai pedoman normatif dalam kehidupan bernegara?",{"text":68,"@type":64},"Ideologi mencakup citacita, nilai-nilai dasar, dan keyakinan yang dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif, sehingga memengaruhi cara berpikir, pengetahuan, dan tindakan para pengikutnya.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa ciri utama Pancasila sebagai ideologi terbuka?",{"text":72,"@type":64},"Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman, tidak memaksakan nilai dari luar, melainkan digali dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat, serta memiliki dinamika internal.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},227677,1789012632,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,88,92,96,100,104,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":86,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":86,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":86,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":86,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":86,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":85,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},137455076865,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika  \nUniversitas Terbuka  \n2021  \n// Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  \nPancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara Indonesia  \nPancasila sebagai Ideologi merupakan segala citacita, nilai-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang dijunjung tinggi sebagai pedoman yang normatif  \nPancasila sebagai dasar negara Indonesia (Kaelan, 2010 :40-41) memiliki konsekuensi segala peraturan perundang-undangan dijabarkan dari nilai-nilai Pancasila.  \n// Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  \nFilsafat  \nCita-cita  \nIdeologi  \n// Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  \nIdeologi merupakan cita-cita yang dijalankanoleh suatu kelompok atau masyarakat tertentu  \n// Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  \nBesaran ideologi berpengaruh pada kehidupan social ditentukan oleh seberapa dalam penetrasi ideologi tersebut, yang bisa dilihat dari tingkat keyakinandan pengetahuan dari pengikutnya (orang-orang) atas berbagaidimensi ideologi tersebut serta seberapa persisten dan konsisten merekadalam mengamalkannya. Oleh karena itu, ideologi harus mengupayakankerangka keyakinan (mitos), pengetahuan (logos), dan Tindakan (etos)  \n// Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  \nMakna Ideologi Bagi Negara  \nIdeologi negara sebagai tujuan atau cita-cita suatubangsa  \nMenjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat bagi bangsa yang bersangkutan serta menjadi pandangan kedepan bagisuatu negara.  \n// Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  \nPancasila Sebagai Ideologi Terbuka  \nIdeologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal.  \nCiri ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakatnya sendiri  \n// Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  \nFaktor Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka  \n• Pancasila dikontruksikan sebagai dasar filasafat (Philosophische Gronslag) negara  \n• Pancasila dirumuskan melalui proses overlapping consensus (consensus secara tumpeng tindih) dengan mencaris beuah sitesis atau titik temu darikeragaman aspirasi ideologis, keagamaan, adat, dan golongan, yang relative terwakili dalam korpus pembentuk dasar negara dan Konstitusi Proklamasi  \n• Pancasila sebagai civil religion tidak dikembangkan secara vertika dengandimonopoli oleh negara, melainkan dikembangkan dengan melibatkan peran komunitas.  \n• Pancasila sebagai ideologi consensus di ranah public kenegaraan itu karenaadanya elemen-elemen konvergensi di balik segala perbedaan yang ada  \n• Pancasila merupakan overlapping consensus, hanya beroprasi di ruang public-kenegaraan  \n// Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  \nPancasila Sebagai Dasar Negara  \n(Kaelan 2010 :40 41)  \n-  \n,  \nMemiliki konsekuensi segala peraturan perundang-undangandijabarkan dari nilai-nilai Pancasila.  \n// Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  \nDasar Negara Republik Indonesia dirumuskan saat sidang BPUPKI","cbCaifb0o6MKYJUh","https://ap.wps.com/l/cbCaifb0o6MKYJUh","pdf",3748032,45,"Indonesian","# Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara\n## Pancasila sebagai Ideologi Negara\n## Makna Ideologi bagi Negara\n## Pancasila sebagai Ideologi Terbuka\n## Faktor Pancasila sebagai Ideologi Terbuka\n# Pancasila sebagai Dasar Negara\n## Konsekuensi Penjabaran Peraturan\n## Perumusan Dasar Negara Republik Indonesia","[{\"question\":\"Apa hubungan Pancasila dengan peraturan perundang-undangan dalam negara?\",\"answer\":\"Pancasila sebagai dasar negara memiliki konsekuensi bahwa seluruh peraturan perundang-undangan dijabarkan dari nilai-nilai Pancasila.\"},{\"question\":\"Mengapa ideologi disebut sebagai pedoman normatif dalam kehidupan bernegara?\",\"answer\":\"Ideologi mencakup citacita, nilai-nilai dasar, dan keyakinan yang dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif, sehingga memengaruhi cara berpikir, pengetahuan, dan tindakan para pengikutnya.\"},{\"question\":\"Apa ciri utama Pancasila sebagai ideologi terbuka?\",\"answer\":\"Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman, tidak memaksakan nilai dari luar, melainkan digali dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat, serta memiliki dinamika internal.\"}]","Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika - Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara | PDF",69]