[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-229288-113":53,"doc-detail-229288-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","paket-14-field-ability-selection-test-kraepelin-kraepelin-test-material","PAKET 14 - SELEKSI KEMAMPUAN BIDANG TES KRAEPELIN - Materi Tes Kraepelin","","Materi ini membahas Tes Kraepelin sebagai alat psikologis untuk memperoleh data kepribadian melalui tugas hitung deret angka dengan batas waktu. Uraian mencakup definisi, ciri tes “tes koran”, serta prosedur pengerjaan dari penjumlahan berurutan dan mekanisme perpindahan lajur. Dokumen juga merinci faktor yang memengaruhi hasil, aspek penilaian (kemauan, keuletan, emosi, penyesuaian diri, stabilitas diri), dan ketentuan umum pelaksanaan tes.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":43,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/ujian/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/paket-14-field-ability-selection-test-kraepelin-kraepelin-test-material/229288/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/paket-14-field-ability-selection-test-kraepelin-kraepelin-test-material/229288.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Aria","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",8,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa itu Tes Kraepelin dan untuk apa digunakan?","Question",{"text":110,"@type":111},"Tes Kraepelin berasal dari Emil Kraepelin dan digunakan untuk memperoleh data tentang kepribadian. Tes ini membantu membedakan kemampuan normal dan tidak normal serta banyak dipakai untuk seleksi kerja maupun kebutuhan lainnya.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana cara mengerjakan Tes Kraepelin?",{"text":115,"@type":111},"Peserta menjumlahkan angka yang disediakan dari bawah ke atas, lalu menuliskan hasil penjumlahan di sebelah kanan. Umumnya terdiri dari 45 kolom dan 60 baris, dengan instruksi “PINDAH!” setiap 30 detik untuk berpindah kolom berikutnya.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Apa faktor yang mempengaruhi hasil dan kegagalan Tes Kraepelin?",{"text":119,"@type":111},"Hasil dipengaruhi antara lain kecepatan, ketelitian, keajekan (stabilitas grafik jawaban), dan ketahanan terhadap instruksi serta tekanan. Kegagalan bisa terjadi karena kurang percaya diri, kondisi fisik dan psikis yang kurang fit/tenang, belum pernah mengikuti tes atau pernah gagal, kondisi yang tidak nyaman, serta kebiasaan tergesa-gesa.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},229288,1789037295,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":42,"category_name":43,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},2336464648322,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2200025388227c56fec?_k=1778556882303663488","1  \nPAKET 14  \nE-BOOK  \nSELEKSI  \nKEMAMPUAN BIDANG  \nTES KRAEPELIN  \nSELEKSI KEMAMPUAN BIDANG  \nTES KRAEPELIN  \nA. DEFINISI TES KRAEPELIN  \nTes Kraepelin berawal dari nama penemunya, yaitu Emil Kraepelin, seorang psikiater asal Jerman yang menggunakan alat tes ini untuk mendiagnosis gangguanotak alzheimer dan membedakan orang normal dan tidak normal. Namun dalam  \nperkembangannya, Tes Kraepelin merupakan standardisasi untuk mendapatkan data tentang kepribadian sehingga digunakan di angkatan bersenjata dan perusahaanuntuk seleksi kerja.  \nTes Kraepelin dikatakan sebagai tes koran karena lembar soal yang berisi angka-angka dengan ukuran kertas lebar seperti koran. Tes ini juga termasuk tes kecepatan yang ditunjukan dengan banyaknya angka yang harus dikerjakan denganwaktu terbatas, peserta tes dipastikan tidak dapat menyelesaikan seluruh soal. Jadipada Tes Kraepelin ini, tidak diharuskan menyelesaikan setiap lajur seluruhnya.  \nTes Kraepelin dilakukan dengan cara menjumlahkan angka-angka yang disediakan dari bawah ke atas kemudian menuliskan hasilnya di sebelah kanankedua angka yang dijumlahkan tersebut. Jika hasil penjumlahannya lebih dari  \n9 cukup tulis angka satuannya. Tes ini pada umumnya terdiri atas 45 kolom dan  \n60 baris, setiap 30 detik peserta akan mendapat instruksi “PINDAH!” yang berartipeserta harus melakukan perhitungan pindah ke kolom berikutnya.  \nB. FAKTOR-FAKTORYANGMEMPENGARUHITESKRAEPELIN  \nAda beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasilTes Kraepelin, di antaranya:  \na. Kecepatan  \nTempo peserta dalam mengerjakan tes ini, semakin cepat maka semakin baikkarena dapat mengindikasikan kecepatan peserta dalam bekerja.  \nb. Ketelitian  \nTepat dalam mengerjakan soal menandakan bahwa peserta memiliki ketelitianyang baik dalam mengerjakan sesuatu karena kecepatan harus tetap diimbangiketelitian yang mengindikasikan bahwa peserta cermat dan teliti.  \n2  \nc. Keajekan  \nHasiljawaban peserta akan dilihat sebagai graﬁk, sebaiknya, puncak tertinggi danterendah tidak terlalu jauh berbeda karena hal tersebut memperlihatkan stabilitas emosi peserta yang berubah-ubah.  \nd. Ketahanan  \nSetiap instruksi yang diberikan harus dilakukan dan dipatuhi karena akanmemengaruhidayatahandalam mengerjakan soal yang mengindikasikan ketahanan jika bekerja di bawah tekanan (under pressure) .  \nTidak setiap orang bisa langsung berhasil mengikuti Tes Kraepelin ini, adabeberapa faktor yang dapat memengaruhi kegagalan mengikuti Tes Kraepelin, diantaranya:  \n1. Kurang percaya diri  \nSeseorang yang tidak percaya pada hasil pekerjaannya atau tidak percaya diridapat menjadi faktor kegagalan apa pun yang dikerjakannya termasuk tes koran ini. Percayalah pada diri sendiri walaupun belum pernah punya pengalaman mengikuti tes ini atau mungkin pernah gagal mengikutinya, tetap fokus, tidak tergesa-gesa, dan percaya pada apa yang kita kerjakan apapun hasilnya nanti.  \n2. Kondisi ﬁsik dan psikis  \nJika sesorang mengikuti tes dengan keadaan yang kurang sehat atau kurang ﬁt akan berpengaruh pada hasil yang dikerjakan, istirahatlah secukupnya sebelum mengikuti tes. Begitupun jika kondisi psikis yang tidak stabil sepertiterlalu khawatir, tertekan, dan tidak tenang akan memengaruhi hasil tes. Maka, tenangkan pikiran dan tetap optimis dalam mengikuti tes.  \n3. Belum pernah mengikuti tes atau pernah mengalami kegagalan sebelumnya Seseorang yang belum pernah mengikuti tes akan memerlukan waktu dalam  \nmemahami dan merespons yang harus dikerjakan sehingga mempengaruhikegagalan mengikuti tes walaupun kemampuan peserta sebenarnya memenuhi. Peserta yang sebelumnya pernah mengikuti Tes Kraepelin namun mengalamikegagalan atau tidak lulus akan memiliki perasaan takut mengulanginyasehingga timbul kurang percaya diri yang dapat mempengaruhi kegagalan.  \n4. Kondisi yang tidak nyaman  \nSaat mengikuti tes usahakan senyaman mungkin karena jika kondisi awal sudahdirasa tidak nyaman akan mempengaruhi konsentrasi yang akan berakibat kegagalan.  \n5. Tidak tergesa-gesa  \nTetap tenang ","cbCaiiVYhqaSRu9y","https://ap.wps.com/l/cbCaiiVYhqaSRu9y","pdf",919926,13,"Indonesian","# A. Definisi Tes Kraepelin\n## Asal-usul dan fungsi tes\n## Ciri tes “tes koran” dan tes kecepatan\n## Cara pengerjaan tes\n# B. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil Tes Kraepelin\n## Kecepatan\n## Ketelitian\n## Keajekan\n## Ketahanan\n## Faktor kegagalan\n# C. Aspek Penilaian Tes Kraepelin\n## Aspek kemauan individu\n## Aspek keuletan\n## Aspek emosi\n## Aspek penyesuaian diri\n## Aspek stabilitas diri\n# D. Ketentuan dalam pengerjaan Tes Kraepelin","[{\"question\":\"Apa itu Tes Kraepelin dan untuk apa digunakan?\",\"answer\":\"Tes Kraepelin berasal dari Emil Kraepelin dan digunakan untuk memperoleh data tentang kepribadian. Tes ini membantu membedakan kemampuan normal dan tidak normal serta banyak dipakai untuk seleksi kerja maupun kebutuhan lainnya.\"},{\"question\":\"Bagaimana cara mengerjakan Tes Kraepelin?\",\"answer\":\"Peserta menjumlahkan angka yang disediakan dari bawah ke atas, lalu menuliskan hasil penjumlahan di sebelah kanan. Umumnya terdiri dari 45 kolom dan 60 baris, dengan instruksi “PINDAH!” setiap 30 detik untuk berpindah kolom berikutnya.\"},{\"question\":\"Apa faktor yang mempengaruhi hasil dan kegagalan Tes Kraepelin?\",\"answer\":\"Hasil dipengaruhi antara lain kecepatan, ketelitian, keajekan (stabilitas grafik jawaban), dan ketahanan terhadap instruksi serta tekanan. Kegagalan bisa terjadi karena kurang percaya diri, kondisi fisik dan psikis yang kurang fit/tenang, belum pernah mengikuti tes atau pernah gagal, kondisi yang tidak nyaman, serta kebiasaan tergesa-gesa.\"}]","PAKET 14 - SELEKSI KEMAMPUAN BIDANG TES KRAEPELIN - Materi Tes Kraepelin | PDF",20]