[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-50505-id":3,"doc-seo-50505-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},50505,8796095461610,"Oliver","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",48,"Cerita & Novel","Hiji Poé di Musium Seni","Dokumen ini menceritakan kisah tentang Kumbi dan teman-temannya yang mengikuti kelas menggambar di Museum Seni EorG. Suatu hari,Peucang mencuri buah mentimun dari kebun Pak Ééng. Saat para siswa menggambar, mereka menyadari bahwa buah mentimun hilang dan menyadari bahwa Peucang yang mengambilnya. Mereka mengejar Peucang, tetapi Peucang tiba-tiba masuk ke dalam salah satu gambar. Kumbi dan teman-temannya mencoba mengikutinya, tetapi mereka menyadari bahwa mereka telah berubah dan gambar-gambar pun menjadi berbeda. Peucang terus berlari, tetapi Kumbi, meskipun licik, berhasil menangkapnya. Kisah ini diakhiri dengan peribahasa Sunda \"Beunah!\" yang menyiratkan penyelesaian masalah atau penangkapan penjahat. Judul dokumen ini, \"Suatu Hari di Museum Seni\", menunjukkan bahwa cerita berlatar di museum seni di mana karakter utama, Kumbi dan teman-temannya, berpartisipasi dalam kegiatan seni. Cerita ini mengandung unsur-unsur petualangan, komedi, dan pelajaran moral tentang kejujuran dan konsekuensi dari tindakan. EorG, yang muncul beberapa kali dalam teks, kemungkinan adalah nama museum atau penanda lokasi tertentu.","Hiji Poé di Musium Seni  \nEorG  \nEorG  \nDina hiji poè di Museum Seni EorG  \nDina hiji poè di Museum Seni.  \nPeucang maling bontèng di kebon Pa Ééng. ngaremus ngaweswes, dicetrok digayem.  \nGeus kitu Pa Tani datang, Peucang lumpat muru lawang.  \nWaktuna indit ka Museum Seni! Poé ieu Kumbi sabatur-batur baris ngiluan kelasngagambar.  \nModél poé ieu mah nyaéta sayuran . Sabotmarané hna ngagambar... ” Héy, bonté ngnalaleungitan!”  \nPeucang nu nyokotna!”Hayu, udag!”  \nTapi, ujug-ujug si Peucang asup kana salah sahiji gambar! Naha bet bisa? Kumbi sabaturbatur nurutan, tapi ... Wah teu mahi!”Cobaanasupna saurang-saurang.”  \nNaha jadi kieu? Urang geus robah!  \nGambar-gambar geus kaliwatan. Si Peucang keukeuh teu daé keun eureun .  \nPeucang mémang lingas, tapi Kumbi bisangapung. Beunah!","cbCaiiBItAwvATgu","https://ap.wps.com/l/cbCaiiBItAwvATgu","pdf",2425062,2,1,20,"Indonesian","id",113,"# Hiji Poé di Musium Seni\n## Peucang maling bontèng\n## Kelas menggambar\n## Peucang asup kana gambar","[{\"question\":\"Siapa tokoh utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Kumbi dan teman-temannya, serta Peucang yang berperan sebagai pencuri.\"},{\"question\":\"Di mana cerita ini berlatar?\",\"answer\":\"Cerita ini berlatar di Museum Seni EorG.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi saat kelas menggambar?\",\"answer\":\"Saat kelas menggambar, siswa menyadari bahwa buah mentimun yang digunakan sebagai model hilang, dan mereka menduga Peucang yang mengambilnya.\"},{\"question\":\"Bagaimana cerita ini berakhir?\",\"answer\":\"Cerita ini berakhir dengan Kumbi berhasil menangkap Peucang, yang menyiratkan penyelesaian masalah.\"}]",1783581872,31,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":90,"head_meta":92,"extra_data":94,"updated_unix":28},"one-day-at-the-eorg-art-museum","",{"@graph":36,"@context":89},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/one-day-at-the-eorg-art-museum/50505/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81,85],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Siapa tokoh utama dalam cerita ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Kumbi dan teman-temannya, serta Peucang yang berperan sebagai pencuri.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Di mana cerita ini berlatar?",{"text":80,"@type":76},"Cerita ini berlatar di Museum Seni EorG.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa yang terjadi saat kelas menggambar?",{"text":84,"@type":76},"Saat kelas menggambar, siswa menyadari bahwa buah mentimun yang digunakan sebagai model hilang, dan mereka menduga Peucang yang mengambilnya.",{"name":86,"@type":73,"acceptedAnswer":87},"Bagaimana cerita ini berakhir?",{"text":88,"@type":76},"Cerita ini berakhir dengan Kumbi berhasil menangkap Peucang, yang menyiratkan penyelesaian masalah.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":91,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":93,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":96},[97,102,104,108,112,116,120,124,128,132],{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":100,"slug":101},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":100,"slug":103},"story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":100,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":100,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":100,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":100,"slug":119},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":100,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":100,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":100,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":134,"show_sort_weight":100,"slug":135},57,"Umum","general"]