[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-47913-id":3,"doc-seo-47913-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},47913,549758146520,"Patrick","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/80002397d8c0411e94?_k=1775819394049821470",48,"Cerita & Novel","Bukan Jamu Biasa","Cerita berpusat pada seorang anak bernama Tinuk yang bersemangat menabung untuk membeli sepeda agar bisa bersekolah di SMP yang cukup jauh. Namun, keinginannya terhambat ketika ibunya pulang dengan banyak jamu yang tidak laku, yang berarti tidak ada tambahan uang saku untuk ditabung. Tinuk pun mendapatkan ide untuk membantu ibunya dengan menjual jamu kepada teman-temannya sebelum mereka bermain sepak bola. Awalnya, teman-teman Tinuk tidak menyukai jamu karena rasanya yang pahit dan hanya mau jamu yang manis atau bahkan dengan rasa buah-buahan. Hal ini memicu Tinuk untuk bereksperimen membuat jamu dengan rasa yang berbeda dan manis. Dia mencoba menambahkan kayu manis ke dalam ramuan temulawak, tetapi hasilnya malah pedas, pahit, dan berbau aneh, karena kayu manis ternyata tidak manis. Tinuk kemudian belajar bahwa takaran perlu diubah dan mencoba menambahkan bahan-bahan beraroma seperti serai, jahe, atau pandan. Dapur menjadi berantakan akibat eksperimennya, yang kemudian ditengahi oleh ibunya. Sang ibu mencicipi jamu buatan Tinuk dan menganggapnya terlalu wangi dan terlalu manis. Jamu beras kencur yang ditambahkan banyak pandan ternyata tidak sesuai selera ibunya, yang mengindikasikan bahwa gula dan pandan perlu dikurangi. Tinuk menyadari bahwa dia perlu terus mencoba berbagai kombinasi rasa untuk menciptakan jamu yang lezat dan menarik bagi teman-temannya, serta mewujudkan impiannya untuk memiliki sepeda. Kisah ini menggambarkan kreativitas, ketekunan, dan semangat kewirausahaan seorang anak dalam menghadapi tantangan. Ia juga menyoroti pentingnya pemecahan masalah dan eksperimen dalam mencapai tujuan. Ilustrasi dalam cerita ini mendukung narasi dengan menampilkan karakter yang ekspresif dan adegan yang hidup, mulai dari Tinuk yang penuh semangat menabung hingga proses eksperimennya di dapur.","BukanJamu Biasa Saptorini Larasputri  \nKring! Kring! Setiap melihat anak-anak bersepeda ke sekolah, Tinuk tambah bersemangat menabung. Dia juga inginmemiliki sepeda seperti mereka. Setahun lagi, Tinuk akan melanjutkan bersekolah di SMP yang cukup jauh. Tentu akan lebih mudah jika dia memakai sepeda. Semoga Ibu bisa memberi Tinuk uang saku lebih banyak.  \nNamun, siang ini Ibu pulang denganjamu yang masih banyak tersisa. Wah, Ibu bisarugi kalau jamunya sering tak laku. Takakan ada tambahan uang sakujuga untuk Tinuk tabung. Hmmm … mungkin Tinuk bisamembantu Ibu.  \nTinuk akan membawa jamu ke lapangan. Dia akan menjual jamu itu kepada temantemannya sebelum bermain sepak bola.  \nTinuk perlu memindahkan botol-botoljamu dari bakul. Dia tidak bisa menggendong bakulseperti Ibu.  \n“Jamu …jamu. Ayo minum jamu, supayabadan sehat,” seru Tinuk.  \nTeman-teman Tinuk langsung mendekat. Namun, mereka tidak sukajamu yang rasanya pahit. Mereka hanya mau jamu yang manis. Bahkan ada yang bercanda memintajamu rasa stroberi.  \nMendengar hal itu, Tinuk mendapat gagasan.  \nTinuk akan membuatjamu dengan rasaberbeda, yang penting manis. Tinuk menambahkan banyak kayu manis ke dalamramuan temulawak, tetapi …  \nHueks! Rasanya pedas pahit dan baunya aneh. Tak ada rasa manisnya sama sekali. Ternyata kayu manis rasanya tidak manis.  \nOh, takarannya perlu diubah. Tinuk juga akanmenambahkan berbagai bahan yang wangiseperti serai, jahe, atau pandan.  \n“Wah, kenapa dapur berantakan?” tanya Ibu.“Aku sedang membuat jamu, Bu,” jawab Tinuk.“Coba Ibu cicip.”  \n“Jamu apa ini? Terlalu wangi dan terlalumanis.” Ibu mengerutkan hidung.  \n“Jamu beras kencur ditambah pandan yang banyak, biar wangi,” sahut Tinuk.  \nHmmm … berarti gula dan pandan harusdikurangi. Tinuk juga perlu mencobaberbagai kombinasi rasa .","cbCaitexAjCxcDgT","https://ap.wps.com/l/cbCaitexAjCxcDgT","pdf",2302766,5,1,27,"Indonesian","id",113,"# Bukan Jamu Biasa\n## Menabung untuk Sepeda\n## Membantu Ibu Menjual Jamu\n## Eksperimen Rasa Jamu","[{\"question\":\"Mengapa Tinuk ingin menabung?\",\"answer\":\"Tinuk ingin menabung untuk membeli sepeda agar lebih mudah bersekolah di SMP yang cukup jauh.\"},{\"question\":\"Bagaimana Tinuk mencoba membantu ibunya?\",\"answer\":\"Tinuk mencoba membantu ibunya dengan menjual jamu kepada teman-temannya sebelum mereka bermain sepak bola.\"},{\"question\":\"Apa tantangan yang dihadapi Tinuk saat membuat jamu?\",\"answer\":\"Teman-teman Tinuk tidak menyukai jamu yang pahit dan hanya mau jamu yang manis. Eksperimen Tinuk untuk membuat rasa manis malah menghasilkan rasa pedas, pahit, dan terlalu wangi.\"}]",1783566421,42,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"not-ordinary-herbal-drink","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/not-ordinary-herbal-drink/47913/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-09",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Mengapa Tinuk ingin menabung?","Question",{"text":76,"@type":77},"Tinuk ingin menabung untuk membeli sepeda agar lebih mudah bersekolah di SMP yang cukup jauh.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana Tinuk mencoba membantu ibunya?",{"text":81,"@type":77},"Tinuk mencoba membantu ibunya dengan menjual jamu kepada teman-temannya sebelum mereka bermain sepak bola.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa tantangan yang dihadapi Tinuk saat membuat jamu?",{"text":85,"@type":77},"Teman-teman Tinuk tidak menyukai jamu yang pahit dan hanya mau jamu yang manis. Eksperimen Tinuk untuk membuat rasa manis malah menghasilkan rasa pedas, pahit, dan terlalu wangi.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":100},"story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":97,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":97,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":97,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":97,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]