[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-132288-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-132288-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","not-chasing-views-but-changing-public-perception","Bukan Kejar Views Tapi Nak Ubah Persepsi Masyarakat","","Berita ini membahas pendekatan seorang guru pendidikan khas untuk menggunakan platform media sosial sebagai medium mengubah persepsi masyarakat. Ditekankan bahwa pengajaran dan pengalaman nyata bersama murid menjadi dasar setiap konten yang dihasilkan, selaras dengan kurikulum serta keperluan murid. Guru penolong kanan PPKI SK Bingkor, Dr Velerie Wheeler Primus, turut mengulas materi terapisensori, inovasi pendidikan, dan pendekatan pembelajaran berbasis Dokumen Standard Kurikulum dan Pentaksiran (DSKP).",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/","Layanan Kesehatan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/not-chasing-views-but-changing-public-perception/132288/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/not-chasing-views-but-changing-public-perception/132288.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Eliana","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-08-14",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Mengapa guru pendidikan khas menggunakan media sosial dalam kandungan yang dibagikan?","Question",{"text":63,"@type":64},"Untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap dunia pendidikan khas dan potensi murid neurodivergen, serta memberi kesadaran yang lebih tepat.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa dasar utama dalam menghasilkan konten pendidikan menurut Dr Velerie Wheeler Primus?",{"text":68,"@type":64},"Pengalaman pengajaran sebenar bersama murid di sekolah menjadi asas, dengan panduan pedagogi yang jelas serta selari kurikulum dan keperluan murid.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Bagaimana guru dinilai keberkesanannya menurut Dr Velerie?",{"text":72,"@type":64},"Tidak diukur melalui jumlah tontonan atau pengikut, tetapi sejauh mana konten memberi kesan kepada kehidupan orang lain.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},132288,1786666142,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,104,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":103},53,"healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":102,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":22,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":26},4398048949847,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002536579ef2da7f?_k=1778318612642679267","| SEKTOR DOKUMENTASI PENDIDIKAN  \u003Cbr>BPPDP,Kementerian Pendidikan Malaysia  \u003Cbr>Aras SB-4,Blok E8,Kompleks E,  \u003Cbr>Pusat Pentadbiran Kerajaan Persekutuan  \u003Cbr>62604 Putrajaya.  \u003Cbr>Tel :03-88846425  \u003Cbr>Faks:03-88846284   |\n| --- |\n|  |\n\nTARIKH:17 MEI 2026(AHAD)BERITA HARIAN[ UTUSAN M'SIA  \n# N.STRAITS TIME□\n\nTHE STAR [□SINAR HARIAN  \nBukan kejar views tapinak ubah persepsimasyarakat'  \nSA门·5·2026 hs·4KENINGAU -Di sebaliklambakan kandungan mediasosial yang mengejar tontonandan populariti,seorang gurumemilihplatform digital sebagaimedium untuk mengubah per-sepsi masyarakat terhadap du-niapendidikan khas dan poten-simurid neurodivergen.  \nDr Velerie berkata,pengala-man sebenar bersama murid disekolah menjadi asas kepada se-tiapkandungan yang dihasilkan.  \nMengulas lanjut,jelas beliau,setiap kandungan pendidikandihasilkan berpandu kepadaasas pedagogiyang jelas dan se-lari dengan kurikulum serta ke-perluan murid.  \nGuru Penolong KananPendidikan Khas(PPKI)SekolahKebangsaan(SK)Bingkor,DrVelerie Wheelervon Primus,37,berkata,beliau berkongsi ilmuberkaitan terapisensori,inovasipendidikan dan pendekatanpembelajaran yang boleh mem-bantu guru serta ibu bapa.  \nUjarnya,bahan yang di-kongsikan turut merujukkepadaDokumen Standard Kurikulumdan Pentaksiran(DSKP)denganmengambil kira tahap per-kembangan murid.  \nDr Velerie yang pernah me-menangi anugerah Tokoh GuruCambridge2026peringkat AsiaTenggara dan Pasifik mengakuiterdapat pelbagai pandanganterhadap penglibatannya dime-dia sosial,namun identitiutama-nya tetap sebagai guru pen-didikan khas.  \nMenurutnya,ia bagi mem-beri kesedaran bahawa setiapanak mempunyai potensi ber-jayajika diberikan pendekatan,kasih sayang dan persekitaranpembelajaran yang sesuai.  \n\"Saya berasakan kisah-kisahini perlu dikongsi agar masyarakat dapat memahami bahawapendidikan khas bukan tentangkelemahan,sebaliknya potensiyangmenungguuntuk difahami,\"katanya kepada Sinar Ahad.  \n\"Bagi saya,guru pem-pengaruh bukan diukur melaluijumlah tontonan atau pengikuttetapi sejauh mana merekamemberi kesan kepada ke-hidupan orang lain,\"katanya.  \n③  \nDr Velerie (dua dari kiri)mahu mengubah persepsi masyarakatterhadap dunia pendidikan khas dan potensi murid neurodivergen","cbCaifLCWqkU3RDA","https://ap.wps.com/l/cbCaifLCWqkU3RDA","pdf",192524,"Indonesian","# Bukan kejar views tapi nak ubah persepsi masyarakat\n## Penggunaan media sosial untuk pendidikan khas\n## Landasan pedagogi dan selaras kurikulum\n## Peranan terapisensori, inovasi pendidikan, dan DSKP","[{\"question\":\"Mengapa guru pendidikan khas menggunakan media sosial dalam kandungan yang dibagikan?\",\"answer\":\"Untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap dunia pendidikan khas dan potensi murid neurodivergen, serta memberi kesadaran yang lebih tepat.\"},{\"question\":\"Apa dasar utama dalam menghasilkan konten pendidikan menurut Dr Velerie Wheeler Primus?\",\"answer\":\"Pengalaman pengajaran sebenar bersama murid di sekolah menjadi asas, dengan panduan pedagogi yang jelas serta selari kurikulum dan keperluan murid.\"},{\"question\":\"Bagaimana guru dinilai keberkesanannya menurut Dr Velerie?\",\"answer\":\"Tidak diukur melalui jumlah tontonan atau pengikut, tetapi sejauh mana konten memberi kesan kepada kehidupan orang lain.\"}]","Bukan Kejar Views Tapi Nak Ubah Persepsi Masyarakat | PDF"]