[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-41093-id":3,"doc-seo-41093-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":83},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},41093,13056703020460,"Valentina","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923",48,"Cerita & Novel","Orang Gagal","Orang Gagal merupakan terjemahan dari No Longer Human karya Osamu Dazai, menampilkan uraian psikologis yang intens melalui deskripsi tiga foto tokoh “lelaki” sejak masa kanak-kanak, masa sekolah, hingga penutup yang paling menyeramkan. Teks menyoroti senyum yang dianggap tidak wajar, mimik yang kosong, serta rasa ngeri dan tidak nyaman yang timbul saat berusaha mengingat wajahnya. Pengamatan tersebut berkembang menjadi refleksi tentang kepalsuan, ketidaktulusan, dan dampak mengganggu dari citra yang sulit diserap akal.","ORANG GAGAL  \norangog  \nOsamu Dazai  \n# Orang Gagal\n\nDiterjemahkan dari No Longer HumanTerbitan A New Direction BookKarya Osamu Dazai  \nPenerjemah:Muhammad Al Mukhlishiddin  \nEditor:Ama Achmad  \nPemeriksa Aksara:Aris Rahman P.Putra  \nTata Sampul:HOOK STUDIO  \nTata Isi:@kulikata_  \nPracetak:Kiki  \nCetakan Pertama,Januari 2020  \nPenerbitBASABASI  \nJI.Wonocatur No.300 RT 04 RW 024,BanguntapanBantul,Yogyakarta 55198Telp:0274)484360  \nHP:087808058023 dan 081316320671Email:basabasistore@gmail.comLINE:@zog5070k  \n\n| Perpustakaan Nasional:Katalog Dalam Terbitan(KDT)  \u003Cbr>Osamu Dazai  \u003Cbr>Orang Gagal/Osamu Dazaipenerjemah,Muhammad Al Mukhlishiddin;editor,Ama  \u003Cbr>Achmad-cet.1-Yogyakata:BASABASI,2020  \u003Cbr>X+116 hlmn;14x20cm  \u003Cbr>ISBN 978-623-7290-59-9  \u003Cbr>1.Judul  \u003Cbr>1.Novel  \u003Cbr>I.Ama Achmad   |\n| --- |\n\nPr  \nSaya sudah melihat tiga foto lelaki itu.Foto pertama,mungkinbisa disebut foto masa kanak-kanak,berisi dirinya pada usiasekitar sepuluh tahun.Dalam foto,tampak seorang bocahdikelilingioleh banyak perempuan(pastinya adalah para saudaridan sepupunya).Dia tampak memakai celana kotak-kotakmencolok,berdiri di tepi kolam,di sebuah taman.Kepalanyamiring tiga puluh derajat ke kiri,dengan cengiran jelek yangmenampakkan giginya.Jelek?Sebutan itu memang bisa sajadipertanyakan,sebab orang yang tidak peka(maksudnya,merekayang abai padamasalah keindahan dan keburukan)akanberkomentar normatif dengan pernyataan hambar dan kosongseperti,“Duh,anak ini sangat menggemaskan!”Benar jugabahwa wajah bocah itu cukup kelihatan“menggemaskan”sehingga komentar itu ada mengandung sedikit pujian.Tapimenurut saya siapa pun yang pernah terpapar pada artikeindahan,kemungkinan besar akan membuang foto itu dengangerakan seperti menggusah ulat,menggerutu dengan amat jijik,dan berkata“Betapa buruk rupanya anak itu!”  \nMemang semakin cermat diamati,semakin terlihat senyumbocah itu menimbulkan perasaan ngeri yang tidak dapat  \ndijelaskan.Sebenarnya wajah itu bukan wajah tersenyum samasekali.Bocah dalam foto itu tidak tersenyum sedikit pun.Dalamfoto itu,terlihat tangannya yang terkepal erat.Tidak ada manusiayang tersenyum dengan tangan terkepal sedemikian rupa.Itumonyet.Wajah monyet yang menyeringai.Senyum itu tidaklebihburuk dari kerutan-kerutan pada seorang buruk rupa.Foto itumereproduksi mimik yang sangat ganjil,sekaligus sangat kotordan bahkan menjijikkan,sehingga mendorong orang untukberkata,\"Benar-benar keriput dan amat mengerikan bocah cilikitu!\"Saya tidak pernah melihat anak dengan mimik seperti itu,sebuah ekspresi yang tidak dapat dijelaskan.Anehnya,wajah difoto kedua tidak seperti pada yang pertama.Di foto itu,diaadalah seorang anak sekolahan,walaupun tidakjelas apakah fotoini diambil pada masa sekolah menengah atau kuliah.Apa punitu,dia sangat tampan di foto kedua.Tapilagi-lagiwajah itu gagalmenimbulkan kesan bahwa dia manusia seperti layaknyamanusia biasa.Dia mengenakan seragam pelajar dengan saputangan putih yang menyembul dari saku bajunya.Dia duduk dikursi rotan sambil menyilangkan kaki.Lagi-lagi dia tersenyum,kali ini bukan seringai monyet keriput tapi lebih mirip senyumtipis yang cerdik.Akan tetapientah bagaimana senyum itu bukansenyum manusia.Senyumnya tidak berisi,sama sekali tidakmengandung hal yang mungkin disebut “cahaya kehidupan”atau barangkali menampakkan sesuatu seperti“kerasnyakehidupan manusia\"sehingga terlihatlebih manusiawi.Bahkansenyuman itu tidaklebih berbobot daripada sehelai bulu burungpun—kosong.Sosok itu hanyalah kertas kosong,seringan bulu,dan tersenyum.Pendeknya,gambar itu menghasilkan kesanlancung yang lengkap.Kepura-puraan,ketidaktulusan,kegilaan—tidak satu pun istilah itu mampu mewakilinya.Dantentu saja sikapnya itu tidak bisa diabaikan begitu saja sebagai  \nOrang GagaL  \nsikap gaya belaka.Sebenarnya,kalau dilihat lebih cermat,akantimbul perasaan yang tidak menyenangkan tentang pemudatampan ini.Saya tidak pernah melihat pemuda yang ketam-panannya sangat mencengangkan.  \nFoto terakhir adalah yang paling menyeramkan.Bahkan difoto i","cbCaidEjaxIAtwYe","https://ap.wps.com/l/cbCaidEjaxIAtwYe","pdf",1002906,4,1,128,"Indonesian","id",113,"# Informasi penerbitan dan kredit penerjemah\n# Pengantar/awal cerita: tiga foto lelaki\n## Foto pertama: masa kanak-kanak dan senyum yang tidak wajar\n## Foto kedua: pemuda dan ketidakmanusiawian senyum tipis\n## Foto terakhir: kamar kotor, tidak ada ekspresi, ingatan yang hilang","[{\"question\":\"Apa yang membuat foto terakhir menjadi bagian paling mengganggu?\",\"answer\":\" Foto terakhir membuat narator sulit menebak usia, tidak melihat ekspresi apa pun, dan merasakan efek psikologis kuat: ingatan tentang wajah lenyap sehingga sulit diingat meski berulang kali melihatnya.\"}]",1783318673,197,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":78,"head_meta":80,"extra_data":82,"updated_unix":28},"no-longer-human","",{"@graph":36,"@context":77},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/no-longer-human/41093/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-12","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa yang membuat foto terakhir menjadi bagian paling mengganggu?","Question",{"text":75,"@type":76},"Foto terakhir membuat narator sulit menebak usia, tidak melihat ekspresi apa pun, dan merasakan efek psikologis kuat: ingatan tentang wajah lenyap sehingga sulit diingat meski berulang kali melihatnya.","Answer","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":79,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":81,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":84},[85,90,92,96,100,104,108,112,116,120],{"id":86,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":87,"show_sort_weight":88,"slug":89},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":88,"slug":91},"story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":94,"show_sort_weight":88,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":98,"show_sort_weight":88,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":88,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":88,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":88,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":88,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":88,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":88,"slug":123},57,"Umum","general"]