[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-41765-id":3,"doc-seo-41765-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},41765,1374391975076,"Riley","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/14000253ca4ec9f6853?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1783305029341752051",55,"Agama & Spiritualitas","Perayaan Nisfu Sya’ban","Naskah ini membahas hukum syariat terkait perayaan malam Nisfu Sya’ban dan praktik mengkhususkan puasa pada hari tersebut. Naskah menegaskan bahwa agama telah disempurnakan melalui Al-Qur’an dan sunnah, sehingga setiap perkara baru yang diada-adakan dalam urusan agama termasuk bid’ah dan tertolak meski disertai niat baik. Isi menguraikan kelemahan dan kepalsuan riwayat yang sering dijadikan landasan keutamaan Nisfu Sya’ban, serta menekankan kaidah mengembalikan perselisihan kepada Kitabullah dan sunnah.","Perayaan Nisfu Sya’ban  \n􀀚 􀀃􀀄􀀅􀀆􀀇 􀀈􀀉 􀀊􀀋􀀌􀀍􀀎 􀀏􀀐􀀑􀀐􀀒 􀀓􀀄􀀔􀀕􀀖􀀗􀀎 􀀘􀀙􀀖 􀀂  \n[ Indonesia – Indonesian – 􀀁􀀂􀀃􀀄􀀅􀀆􀀄􀀇 ]  \nSyekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz  \n[Terjemah :](Terjemah : Tim Islamhouse.com)[ Tim Islamhouse.com](Terjemah : Tim Islamhouse.com)  \n[Editor :](Editor : Abu Ziyad Eko Haryanto)[ Abu Ziyad Eko Haryanto](Editor : Abu Ziyad Eko Haryanto)  \n2009-1430  \n􀀚 􀀃􀀄􀀅􀀆􀀇 􀀈􀀉 􀀊􀀋􀀌􀀍􀀎 􀀏􀀐􀀑􀀐􀀒 􀀓􀀄􀀔􀀕􀀖􀀗􀀎 􀀘􀀙􀀖 􀀂  \n« 􀀊􀀃􀀂􀀃􀀄􀀅􀀆􀀄􀀋􀀌 􀀊􀀍􀀎􀀏􀀐􀀑 »  \n􀀛􀀄􀀒 􀀈􀀒 􀀜􀀎 􀀝􀀅􀀞 􀀈􀀒 􀀟􀀠􀀟􀀆􀀍􀀎 􀀝􀀅􀀞  \n􀀥􀀦􀀧􀀨􀀎 􀀩􀀎􀀪 􀀫􀀬􀀭􀀮􀀒 􀀏􀀑􀀯􀀑􀀰􀀱􀀝􀀰􀀨􀀎 􀀏􀀲􀀐􀀍􀀎 􀀳􀀠􀀢􀀴 :􀀏􀀡􀀢􀀣􀀭􀀕􀀰􀀄􀀠􀀩􀀄􀀸 􀀭􀀙􀀠􀀶 􀀪􀀄􀀠􀀛 􀀭􀀒􀀷 :􀀏􀀆􀀵􀀎􀀢􀀉  \n2009-1430  \nPerayaan Nisfu Sya’ban  \nSegala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan agama ini bagi kita, dan telah menyempurnakan nikmat-Nya untuk kita. Shalawat serta salam semoga tercurah pada nabi dan rasul kita, Muhammad n  \nAllah berfirman:  \n4$YΨƒ ≈$\\# 3ä àMŠÊÅ  􀀎y  3ä àM 3ä  3ä àM $\\#“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadiagama bagimu”(QS. Al Maidah: 3)  \nAllah juga berfirman:  \n4!$\\#  β.   $ 􀀙É 􀀚!$\\# Ο (\\#θãã (\\#   \n“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS. Asy Syura: 21)  \nDalam shahih Bukhari dan Muslim, dari Aisyah x, dari Rasulullah n, beliau bersabda: “Barang siapa yang mengada-adakan suatu perkara dalam urusan (agama) kami, yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalannya tertolak”  \nDan dalam shahih Muslim dari Jabir z, bahwasanya Rasulullah n bersabda pada khutbah Jum’at: “Amma ba’du, sesungguhnya sebaikbaik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi Muhammad n dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan, dan setiap perkara yang diada-adakan adalah sesat”  \nDan masih banyak lagi ayat dan hadits yang semakna dalammasalah ini.  \nDalil-dalil diatas menunjukkan dengan sangat gamblang bahwasanya Allah telah menyempurnakan agama dan nikmat-Nya bagiumat ini, dan Dia tidak mewafatkan nabi Muhammad n melainkan setelah tersampainya agama ini secara keseluruhan dan telah menjelaskan segala yang Allah syari’atkan baik berupa perkataan maupun perbuatan kepada umat ini. Rasulullah n telah menjelaskan bahwa setiap perkara baru yang diada-adakan baik berupa perkataan maupun perbuatan, dan disandarkan pada Islam, maka perkara tersebut tertolak, walaupun disertai dengan niat yang baik. Para shahabat dan ulama sesudahnya pun mengetahui perkara ini. Merekajuga mengingkari bid’ah dan mengingatkan umat ini agar berhati-hati terhadap perkara tersebut, sebagaimana yang disebutkan oleh setiappenulis yang membahas keagungan sunnah dan pengingkaranterhadap bid’ah. Misalnya Ibn Waddhah, at-Thurthusy, Ibnu Syamah dan lainnya.  \nDiantara bid’ah yang kerap dilakukan di masyarakat adalah mengadakan perayaan malam Nisfu Sya’ban, serta mengkhususkan puasa pada hari tersebut. Sementara tidak ada satupun dalil dalam hal ini yang dapat dipertanggungjawabkan keshahihannya. Hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan nisfu Sya’ban adalah hadits-hadits dhaif (lemah) yang tidak dapat dijadikan landasan dalam beramal. Begitu pula dalil-dalil tentang keutamaan shalat pada malam Nisfu Sya’ban adalah hadits-hadits palsu, sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama, yang insyaaLlah nanti akan dinukilkan beberapa perkataan mereka.  \nPendapat ulama ahlu Syam (Syiria sekarang, -pent) yang jugadisepakati jumhur ulama’, mengatakan bahwa melakukan perayaan Nisfu Sya’ban adalah bid’ah, dan hadits-hadits yang menjelaskankeutamaannya adalah dhaif (lemah), bahkan sebagiannya palsu. Diantaranya adalah al Hafidz ibnu Rajab dalam kitabnya Lathaiful Ma’arif. Hadits-hadits dhaif hanya boleh diamalkan dalam ibadah jika  \ndidukung dengan dalil shahih yang menguatkannya. Sementara tidakada satupun dalil shahih tentang perayaan malam Nisfu Sya’ban, sehingga hadits-hadits lemah tersebut tidak bisa diamalkan.  \nAl Imam Abul Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v telah menjelaskan sebuah kaidah yang agung, yang disepakati oleh para ulama bah","cbCaigpwT1gnClpK","https://ap.wps.com/l/cbCaigpwT1gnClpK","pdf",237730,4,1,12,"Indonesian","id",113,"# Latar Dalil Kesempurnaan Agama\n# Bid’ah dan Penolakan Perkara Baru\n# Nisfu Sya’ban sebagai Bid’ah di Masyarakat\n# Kedudukan Hadits: Dhaif dan Palsu\n# Kaidah Rujukan Perselisihan kepada Al-Qur’an dan Sunnah","[{\"question\":\"Apa alasan utama perayaan malam Nisfu Sya’ban dianggap tidak sesuai syariat?\",\"answer\":\"Naskah menegaskan agama telah disempurnakan dan setiap perkara baru dalam urusan agama yang tidak ada contohnya dari sunnah tertolak. Perayaan dan pengkhususan ibadah dinilai masuk kategori bid’ah karena tidak didukung dalil yang sahih.\"},{\"question\":\"Bagaimana status dalil tentang keutamaan Nisfu Sya’ban dalam naskah ini?\",\"answer\":\"Riwayat yang menjelaskan keutamaan Nisfu Sya’ban disebut hadits dhaif yang tidak dapat dijadikan landasan, sedangkan dalil tentang keutamaan shalat malamnya dinyatakan palsu menurut penjelasan ulama yang dikutip.\"},{\"question\":\"Apa pedoman ketika terjadi perselisihan dalam urusan agama menurut naskah ini?\",\"answer\":\"Naskah mengajarkan kaidah untuk mengembalikan setiap perkara yang diperselisihkan kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, karena hukum yang sesuai keduanya wajib diikuti dan yang bertentangan harus ditinggalkan.\"}]",1783332971,18,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"nisfu-syaban-celebration","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/nisfu-syaban-celebration/41765/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa alasan utama perayaan malam Nisfu Sya’ban dianggap tidak sesuai syariat?","Question",{"text":75,"@type":76},"Naskah menegaskan agama telah disempurnakan dan setiap perkara baru dalam urusan agama yang tidak ada contohnya dari sunnah tertolak. Perayaan dan pengkhususan ibadah dinilai masuk kategori bid’ah karena tidak didukung dalil yang sahih.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana status dalil tentang keutamaan Nisfu Sya’ban dalam naskah ini?",{"text":80,"@type":76},"Riwayat yang menjelaskan keutamaan Nisfu Sya’ban disebut hadits dhaif yang tidak dapat dijadikan landasan, sedangkan dalil tentang keutamaan shalat malamnya dinyatakan palsu menurut penjelasan ulama yang dikutip.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa pedoman ketika terjadi perselisihan dalam urusan agama menurut naskah ini?",{"text":84,"@type":76},"Naskah mengajarkan kaidah untuk mengembalikan setiap perkara yang diperselisihkan kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, karena hukum yang sesuai keduanya wajib diikuti dan yang bertentangan harus ditinggalkan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,96,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":94,"slug":95},60,"religion-spirituality",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":98,"show_sort_weight":94,"slug":99},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":94,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":94,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":94,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":94,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":94,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":94,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":94,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":94,"slug":131},57,"Umum","general"]