[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40605-id":3,"doc-seo-40605-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":90},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40605,1374391975076,"Riley","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/14000253ca4ec9f6853?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1783305029341752051",55,"Agama & Spiritualitas","NAWAWIDABHAKTI VIII","Nawawidabhakti kedelapan, Sakhyanam, menjelaskan bhakti sebagai hubungan bersahabat dekat dengan Tuhan. Uraian menekankan perbedaan antara “sakhya” (teman/sahabat) dan “saka” (tahun Saka), serta perlunya penguasaan budhi, manah, dan indriya agar hati mampu merasakan kedekatan rohani. Melalui kisah Arjuna, ditekankan bahwa sabda Tuhan adalah kebenaran sejati, diikuti dengan contoh ujian dan tuntunan dalam menjalankan bhakti.","NAWAWIDABHAKTI VIII\nOleh Ni Md. Suryati\nSAKHYANAM\nSakhyanam adalah bentuk Nawawidabhakti yang kedelapan. Sakhyanam berasal dari bahasa Sansekerta berasal dari kata Sakha yang artinya teman atau sahabat. Hati-hati jangan keliru dengan kata Saka yang artinya menunjukkan tahun Saka yang merupakan sistem penanggalan Hindu. Bhakti dalam bentuk sakhyanam adalah bentuk bhakti yang sudah lebih tinggi tingkatannya yang tidak dapat dilakukan oleh orang yang kadar rohaninya masih jauh di bawah. Sakhyanam adalah bentuk bhakti kepada Tuhan seperti hubungan bersahabat dekat. Rasa dekat seperti seorang sahabat tentunya tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang masih diliputi oleh rajah dan tamah. Rasa bhakti yang menimbulkan rasa yang amat dekat dengan Tuhan dapat dirasakan oleh orang yang atmannya telah menguasai budhi, manah dan indrianya. Penguasaan budhi, manah dan indria dapat terwujud apabila kekuatan atman dapat digerakkan oleh kegiatan rohani yang kontinyu.\nDalam Mahabharata yang dapat melakukan bhakti dengan cara Sakhyanam adalah Arjuna. Arjunalah pada waktu menjadi murid Resi Drona ketika memusatkan kekuatan rohaninya sehingga panahnya tidak pernah meleset dari sasaran yang dituju. Arjuna dapat melakukan hal itu karena Arjuna mampu menguasai gejolak pikirannya dari berbagai daya tarik duniawi. Arjunalah akhirnya dapat bersahabat dekat dengan Kresna penjelmaan Dewa Wisnu. Arjuna karena kehebatan rohaninya dapat mendengarkan wejangan suci Bhagawadgita dari Sri Kresna.\nMeskipun hubungan Arjuna dengan Sri Kresna seperti hubungan antara sahabat, bukan berarti Arjuna mendudukkan dirinya sejajar dengan Kresna. Bersahabat atau Sakhyanam dalam hal ini dimaksudkan rasa dekatnya seperti sahabat namun tetap dalam posis memuja Sri Kresna dengan penuh bhakti.\nPada suatu hari Arjuna diajak berjalan-jalan oleh Sri Kresna di tepi hutan di pinggir sungai Gangga. Di atas pohon ada seekor burung merpati yang sedang bertengger dengan santai rianya. Sri Kresna memanggil Arjuna, “coba lihat di atas dahan itu ada seekor burung Merpati bertengger”, kata Sri Kresna. Kemudian Arjuna menjawab, “ia, itu burung merpati”. “Bukan, itu burung perkutut”. Sri Kresna mengatakan sepertinya ia keliru mengatakan burung merpati. “Ia benar, itu burung perkutut” jawab Arjuna membenarkan ucapan Sri Kresna. Kemudian Sri Kresna lagi mengatakan itu bukan burung perkutut. “Itu adalah burung tekukur”, tegas Kresna. Arjuna kemudian membenarkan ucapan Kresna. Pengamatan terus berlanjut. Sri Kresna lagi menyebutkan bahwa itu bukan burung tekukur, melainkan burung Gagak. Tetap juga dibenarkan ucapan Sri Kresna. “Ya, itu burung Gagak”, jawab Arjuna meyakinkan. Akhirnya Sri Kresna menertawai Arjuna. “Mengapa engkau iakan semua ucapanku Arjuna?”, tanya Sri Kresna. “Memang aku mengiakan dan mengikuti apa saja yang engkau katakan”, jawab Arjuna dengan serius. “Mengapa aku benarkan semua ucapanmu, karena aku tahu engkau adalah awatara Wisnu yang \u001f\u001f\u001f\u001f\u001f\u001fmaha kuasa dan maha tahu. Kalau merpati engkau katakan perkutut, merpati itupun akan menjadi perkutut dan seterusnya. Menurut pandangan saya sabda Tuhan itu adalah kebenaran. Kebenaran sejati bukan hasil logika manusia. Kebenaran sejati adalah sabda Tuhan”. Demikian Arjuna memberikan alasan jawabannya. Mendengarkan hal itu, \u001fSri Kresna mangut-mangut dan merasa sangat puas atas jawaban itu.\nCerita tersebut diatas merupakan Cina kata atau cerita pendek yang diambil dari mahabharata. Meskipun Arjuna demikian dekat dengan Sri Kresna seperti dekatnya seorang sahabat, namun Arjuna tetap tidak pernah memandang Sri Kresna itu manusia biasa. Arjuna sangat meyakini sepenuhnya bahwa Sri Kresna itu adalah Tuhan yang menjelma atau Awatara. Sikap Arjuna itu memang sikap yang patut menjadi panutan umat beragama. Dalam melaksanakan ajaran agama, pertama-tama yang harus dipakai pedoman adalah petunjuk kitab suci yang diyakini sebagai sabda Tuhan. Setelah itu barulah hasil-hasil pemikiran para Sista atau orang suci ahli Veda. Landasan itulah yang dipakai pedo","cbCaipsjvPLJBQ03","https://ap.wps.com/l/cbCaipsjvPLJBQ03","docx",18254,2,1,3,"Indonesian","id",113,"# Sakhyanam sebagai Bhakti Kedelapan\n## Asal Kata dan Tingkatan Bhakti\n## Makna Kedekatan dengan Tuhan\n## Contoh Arjuna dan Sri Kresna","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan Sakhyanam dalam Nawawidabhakti?\",\"answer\":\"Sakhyanam adalah bentuk Nawawidabhakti kedelapan yang menggambarkan bhakti sebagai hubungan bersahabat dekat dengan Tuhan.\"},{\"question\":\"Mengapa Sakhyanam dianggap lebih tinggi tingkatannya?\",\"answer\":\"Karena kedekatan yang timbul membutuhkan penguasaan budhi, manah, dan indri, sehingga kekuatan atman dapat digerakkan oleh kegiatan rohani yang berkelanjutan.\"},{\"question\":\"Apa alasan Arjuna mengiyakan setiap ucapan Sri Kresna?\",\"answer\":\"Arjuna meyakini Sri Kresna sebagai awatara yang maha kuasa dan maha tahu; karena itu sabda Tuhan adalah kebenaran sejati yang tidak bergantung pada logika manusia.\"}]",1783313329,5,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":85,"head_meta":87,"extra_data":89,"updated_unix":28},"nawawidabhakti-viii","",{"@graph":36,"@context":84},[37,52,67],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,49],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":22},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",{"item":50,"name":13,"@type":43,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/nawawidabhakti-viii/40605/",4,{"url":50,"name":13,"@type":53,"author":54,"headline":13,"publisher":56,"fileFormat":59,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":60,"datePublished":61,"encodingFormat":59,"isAccessibleForFree":62,"interactionStatistic":63},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":55},"Person",{"url":41,"name":57,"@type":58},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-07-20","2026-07-06",true,{"@type":64,"interactionType":65,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":66},"ViewAction",{"@type":68,"mainEntity":69},"FAQPage",[70,76,80],{"name":71,"@type":72,"acceptedAnswer":73},"Apa yang dimaksud dengan Sakhyanam dalam Nawawidabhakti?","Question",{"text":74,"@type":75},"Sakhyanam adalah bentuk Nawawidabhakti kedelapan yang menggambarkan bhakti sebagai hubungan bersahabat dekat dengan Tuhan.","Answer",{"name":77,"@type":72,"acceptedAnswer":78},"Mengapa Sakhyanam dianggap lebih tinggi tingkatannya?",{"text":79,"@type":75},"Karena kedekatan yang timbul membutuhkan penguasaan budhi, manah, dan indri, sehingga kekuatan atman dapat digerakkan oleh kegiatan rohani yang berkelanjutan.",{"name":81,"@type":72,"acceptedAnswer":82},"Apa alasan Arjuna mengiyakan setiap ucapan Sri Kresna?",{"text":83,"@type":75},"Arjuna meyakini Sri Kresna sebagai awatara yang maha kuasa dan maha tahu; karena itu sabda Tuhan adalah kebenaran sejati yang tidak bergantung pada logika manusia.","https://schema.org",{"og:url":50,"og:type":86,"og:title":13,"og:site_name":57,"og:description":14},"article",{"robots":88,"canonical":50},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":91},[92,95,99,103,107,111,115,119,123,127],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":93,"slug":94},60,"religion-spirituality",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":97,"show_sort_weight":93,"slug":98},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":93,"slug":102},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":93,"slug":106},51,"Komik","comic",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":93,"slug":110},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":93,"slug":114},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":117,"show_sort_weight":93,"slug":118},49,"Sastra","literature",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":121,"show_sort_weight":93,"slug":122},52,"Teknologi","technology",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":125,"show_sort_weight":93,"slug":126},50,"Ujian","exam",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":129,"show_sort_weight":93,"slug":130},57,"Umum","general"]