[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-227338-113":3,"doc-detail-227338-id":80,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","national-insight-test-twk-kpk-riwayatmu-kini-netizen-responses-from-youtube-narasi-newsroom-comments","TWK KPK - Riwayatmu Kini - Respon Warganet dari Komentar YouTube Narasi Newsroom","","Penelitian ini membahas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai proses asesmen wajib terkait alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Studi menyoroti permasalahan implementasi TWK, termasuk dugaan pelanggaran HAM, diskriminasi, penilaian tidak transparan, serta penonaktifan 75 pegawai yang gagal TWK. Penelitian bertujuan mengukur kecenderungan respon warganet melalui analisis isi komentar YouTube Narasi Newsroom, dengan metode kuantitatif dan sampel 213.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/national-insight-test-twk-kpk-riwayatmu-kini-netizen-responses-from-youtube-narasi-newsroom-comments/227338/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/national-insight-test-twk-kpk-riwayatmu-kini-netizen-responses-from-youtube-narasi-newsroom-comments/227338.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Margaret","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa fokus utama penelitian mengenai TWK KPK?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelitian berfokus pada kecenderungan respon warganet terhadap TWK KPK yang dihimpun dari kolom komentar YouTube Narasi Newsroom.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana metode penelitian dan teknik analisis yang digunakan?",{"text":67,"@type":63},"Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis isi. Sampel berjumlah 213 dengan teknik simple random sampling dari total populasi.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana hasil penelitian terkait respon warganet terhadap TWK KPK?",{"text":71,"@type":63},"Respon warganet cenderung kontra, dengan 180 komentar (84,5%). Dari kelompok kontra tersebut, 41,5% menganggap TWK sebagai alat penyingkiran pegawai KPK tertentu.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},227338,1789007053,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",{"doc_id":78,"user_id":83,"nickname":42,"user_avatar":84,"doc_module":4,"category_id":85,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":86,"file_id":87,"file_url":88,"file_type":89,"file_size":90,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":26,"language":91,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":92,"faqs":93,"seo_title":94,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":30},137451207643,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2",54,"RINGKASAN  \nTes Wawasan Kebangsaan (TWK) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakanproses asesmen atau screening yang wajib dilakukan pegawai KPK dalam rangka alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) . TWK KPK dalam pelaksanaannya mengalami permasalahan meliputi: materi TWK melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan diskriminatif, penilaian tidak transparan, hingga pimpinan KPK menonaktifkan 75 pegawai KPK yang gagal TWK. Mata Najwa sebagai salah satu media mengangkat isu TWK KPK dengantema “KPK Riwayatmu Kini” menjadi topik pembahasan. Narasumber-narasumber yang diundang untuk berdiskusi dengan tema “KPK Riwayatmu Kini”, meliputi: Novel Baswedan (Mantan Kepala Satuan Tugas Penyidikan KPK), Sujanarko (Mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja), Bivitri Susanti (Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera), Masinton Pasaribu (Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/PDI-P), 20 pegawai KPK yang dinonaktifkan, dan Nurul Ghufron (Komisioner Wakil Pimpinan KPK) . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan respon warganet terhadap TWK KPK yang dihimpun dari kolom komentar YouTube Narasi Newsroom. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik analisis isi. Sampel yang diambil sebesar 213 dari total keseluruhan populasi denganteknik pengambilan sampel yaitu, simple random sampling.  \nHasil penelitian menunjukkan respon warganet terhadap TWK KPK cenderung kontra sebesar 180 komentar dengan presentase 84,5%. Kecenderungan respon kontramengindikasikan TWK KPK memang bermasalah, sehingga ditentang oleh sebagian besar warganet. Dari 84,5% respon kontra, sebanyak 41,5% menganggap TWK sebagai alat penyingkiran pegawai KPK tertentu. Warganet menganggap TWK sebagai dalih yang dijadikanalat atau senjata untuk menyingkirkan pegawai KPK yang jujur, berani, dan cerdas. Teori Neofungsionalisme memandang masyarakat tidak selamanya bersifat harmoni, stabil, danterintegrasi. Apabila dikaitkan dengan TWK KPK, TWK yang sebelumnya diterima baikmasyarakat yang memiliki tujuan kedepannya bangsa ini semakin terintegrasi, ternyata ketikaditerapkan di KPK mengalami penolakan serta pertentangan. Dominasi penolakan terhadap TWK KPK wajar terjadi karena masyarakat tidak selalu bersifat harmoni. Apabila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai-nilai di masyarakat, maka berpotensi menimbulkan pertentangan, seperti halnya TWK KPK yang menonaktifkan 75 pegawai KPK.  \nSUMMARY  \nThe National Insight Test for the Corruption Eradication Commission is an assessment or screening process that must be carried out by Corruption Eradication Commission employees in the context of changing the status of Corruption Eradication Commission employees to become State Civil Apparatuses.The National Insight Test for the Corruption Eradication Commission in its implementation experienced problems including: the National Insight Test material violated Human Rights and was discriminatory, the assessment was not transparent, so that Corruption Eradication Commission leadership deactivated 75 Corruption Eradication Commission employees who failed the National Insight Test. Mata Najwa as one of the media raised the issue of the National Insight Test Corruption Eradication Commission with the theme \"Your The Corruption Eradication Commission History Now\" became the topic of discussion. The speakers invited to discuss with the theme “Your History of Corruption Eradication Commission”, include: Novel Baswedan (Former Head of Corruption Eradication Commission Investigation Task Force), Sujanarko (Former Director of Network Development), Bivitri Susanti (Lecturer at Jentera Indonesian Law College), Masinton Pasaribu (Indonesian Democratic Party of Struggle), 20 disabled the Corruption Eradication Commission employees, and Nurul Ghufron (Commissioner Deputy Chairperson of Corruption Eradication Commission) . This study aims to determine the trend of netizens' responses to the National Insight Test Corruption Eradication Commission which is collecte","cbCaipXyJSiJt04O","https://ap.wps.com/l/cbCaipXyJSiJt04O","pdf",432353,"Indonesian","# Latar Belakang\n## Permasalahan TWK KPK\n# Metode Penelitian\n## Tujuan dan Pendekatan Kuantitatif\n## Teknik Analisis Isi dan Sampel\n# Hasil dan Pembahasan\n## Kecenderungan Respon Warganet\n## Interpretasi melalui Neofungsionalisme","[{\"question\":\"Apa fokus utama penelitian mengenai TWK KPK?\",\"answer\":\"Penelitian berfokus pada kecenderungan respon warganet terhadap TWK KPK yang dihimpun dari kolom komentar YouTube Narasi Newsroom.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian dan teknik analisis yang digunakan?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis isi. Sampel berjumlah 213 dengan teknik simple random sampling dari total populasi.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil penelitian terkait respon warganet terhadap TWK KPK?\",\"answer\":\"Respon warganet cenderung kontra, dengan 180 komentar (84,5%). Dari kelompok kontra tersebut, 41,5% menganggap TWK sebagai alat penyingkiran pegawai KPK tertentu.\"}]","TWK KPK - Riwayatmu Kini - Respon Warganet dari Komentar YouTube Narasi Newsroom | PDF",{"code":4,"msg":81,"data":96},[97,102,106,110,114,118,120,124,128,132,136],{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":100,"slug":101},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":104,"show_sort_weight":100,"slug":105},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":108,"show_sort_weight":100,"slug":109},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":112,"show_sort_weight":100,"slug":113},51,"Komik","comic",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":116,"show_sort_weight":100,"slug":117},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":100,"slug":119},"research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":100,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":100,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":130,"show_sort_weight":100,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":134,"show_sort_weight":100,"slug":135},57,"Umum","general",{"id":137,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":138,"show_sort_weight":4,"slug":139},181,"Formulir","formulir"]