[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-227674-113":53,"doc-detail-227674-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","multicultural-education-building-theological-knowledge-in-the-indonesian-context","Pendidikan Multikultural - Membangun Ilmu Teologi Konteks Indonesia","","Wacana pendidikan multikultural di sekolah-sekolah teologi di Indonesia diposisikan sebagai upaya kontekstual dan berwawasan kebangsaan dalam bingkai NKRI. Kebinekaan menuntut kesadaran teologis “NKRI-Minded” agar nilai persatuan dan kesatuan tetap terpelihara menghadapi ancaman pertikaian antarsuku/kelompok serta ancaman global. Fokus artikel menelaah bagaimana teologi sebagai ilmu memberi dasar keutuhan NKRI dan bagaimana pendidikan multikultural merawat prinsip serta nilai keutuhan NKRI melalui Rumah Ramah Indonesia (RRI).",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/multicultural-education-building-theological-knowledge-in-the-indonesian-context/227674/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/multicultural-education-building-theological-knowledge-in-the-indonesian-context/227674.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"McGucket","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Artikel ini membahas apa terkait pendidikan multikultural di lingkungan sekolah teologi?","Question",{"text":109,"@type":110},"Artikel membahas wacana pendidikan multikultural di sekolah-sekolah teologi di Indonesia sebagai upaya yang tepat, kontekstual, dan berwawasan kebangsaan dalam bingkai NKRI.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Mengapa diperlukan kesadaran teologis “NKRI-Minded” menurut artikel ini?",{"text":114,"@type":110},"Karena kondisi kebinekaan menuntut kesadaran teologis agar nilai persatuan dan kesatuan Indonesia tetap terjaga di tengah ancaman pertikaian antarsuku/kelompok maupun ancaman global.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Apa peran Rumah Ramah Indonesia (RRI) dalam keutuhan NKRI?",{"text":118,"@type":110},"RRI menjadi sarana pokok untuk mewujudkan kebinekaan yang ramah dan damai serta berkontribusi pada empat konsensus kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},227674,1789012585,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},1236954412713,"https://us-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Pendidikan Multikultural: Membangun Ilmu Teologi Konteks Indonesia  \nYustus Adipati STT Cipanas  \n[yustusadipati@gmail.com](yustusadipati@gmail.com)  \nAbstrak  \nWacana pendidikan multikultural di sekolah-sekolah teologi di Indonesia, akan menjadi salah satu upaya tepat dan kontekstual berwawasan kebangsaan di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) . Dalam perspektif ilmu, kondisi kebinekaan demikian, membutuhkan suatu kesadaran teologis yang ‘NKRI-Minded’, agar nilai-nilai kesatuan dan persatuan Indonesia tetapterjaga di tengah-tengah ancaman pertikaian antarsuku, kelompok, maupun ancaman global dari luar teritorial Indonesia. Masalah yang muncul dalam artikel ini adalah: bagaimana memperlakukan ilmu teologi yang mampu menjaga nilai-nilai utama dari konsensus wawasan kebangsaan di Indonesia; dan bagaimana pendidikan multikultural yang mampu memeliharaprinsip-prinsip dannilai-nilai bagi keutuhanNKRI. Rumah Ramah Indonesia (RRI) menjadi pokokutama bagi terwujudnya kebinekaan yang ramah dan damai, serta berkontribusi maksimal di empat konsensus kebangsaan, yang terdiri dari: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.  \nMetode yang dilakukan adalah meneliti kajian pustaka terkait perspektif teologi sebagai ilmu, dan pendidikan multikultural. Artikel ini berkeyakinan bahwa teologi sebagai ilmu berperan jugasebagai peletak dasar bagi keutuhan NKRI dari ancaman internal dan eksternal. Salah satu upaya pentingnya adalah upaya membangun nilai-nilai keutamaan melalui pendidikan multikultural.  \nKata Kunci: Pendidikan Multikultural, Ilmu Teologi, Konteks Indonesia  \nAbstract  \nA discourse of multicultural education at Indonesian seminaries will become an effective and contextual effort and provides national understanding for NKRI. Based on the perspective of science, pluraity needs theological awareness of NKRI-Minded that unity in Indonesia can be preserved in the middle of ethnic, group schism or global treat to Indonesia. The issue that this article would to answer is how we should develop theology that contributes to keep the values rooting in national common understanding in Indonesia and how the multicultural education enable preservaring the national principles and values of united NKRI. Rumah Ramah Indinesia (RRI) becomes a primary means to create theplurarity which ishispital and peacefull. This will contributes effectively within the four national concensus: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, and NKRI. The Method used to answer the question is evaluating literature related theological perspective and multicultural education. This article tries to show that theology has important contribution as the foundation to develop unity in NKRI and to anticipate the internam and external treat. Theology will develops value priority within multicultural education.  \nKeywords: Multicultural Education, Theololy, Science, Indonesian Context  \nA. Pendahuluan  \nRumah Ramah Indonesia (RRI) yang terbentang di wilayah kepulauan Nusantara memiliki bingkai Pancasila dengan arsitektur yang khas multikulturalis. Salah satu pada butir sila ketiga, ‘kemanusiaan’ yang menurut Armada Riyanto memiliki dimensi kearifan yang hidup dan dihayati oleh rakyat Indonesia seperti keramahan, penghormatan terhadap martabatsesama, sikap peduli dan bentuk-bentuk solidaritas dengan yang lain dengan tidak memberiruang bagi nuansa hadirnya ‘musuh’.1 Keramahtamahan terhadap ‘liyan’ atau orang lainmisalnya, dalam konteks Pancasila dan kearifannya, dipromosikannya sebagai teman atausahabat bagi siapapun.2 Dalam perspektif ini, jika terjadi krisis kebangsaan, sesungguhnya ialahjuga sebagai krisis nilai dan pemaknaan, utamanya terkait dengan prinsip kosmos tentang keseimbangan dan kesaling-melengkapi.3 Menurut Petrus Octavianus, bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang maju dan terkaya kelima di dunia.4 Dalampandangannya, bahwa sebagai negara yang kaya akan hasil alam, Indonesia akan menuju Indonesia Jaya (2005-2030) melalui k","cbCailN3pCkSzW1P","https://ap.wps.com/l/cbCailN3pCkSzW1P","pdf",409319,20,"Indonesian","# Abstrak\n# Kata Kunci\n# A. Pendahuluan","[{\"question\":\"Artikel ini membahas apa terkait pendidikan multikultural di lingkungan sekolah teologi?\",\"answer\":\"Artikel membahas wacana pendidikan multikultural di sekolah-sekolah teologi di Indonesia sebagai upaya yang tepat, kontekstual, dan berwawasan kebangsaan dalam bingkai NKRI.\"},{\"question\":\"Mengapa diperlukan kesadaran teologis “NKRI-Minded” menurut artikel ini?\",\"answer\":\"Karena kondisi kebinekaan menuntut kesadaran teologis agar nilai persatuan dan kesatuan Indonesia tetap terjaga di tengah ancaman pertikaian antarsuku/kelompok maupun ancaman global.\"},{\"question\":\"Apa peran Rumah Ramah Indonesia (RRI) dalam keutuhan NKRI?\",\"answer\":\"RRI menjadi sarana pokok untuk mewujudkan kebinekaan yang ramah dan damai serta berkontribusi pada empat konsensus kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.\"}]","Pendidikan Multikultural - Membangun Ilmu Teologi Konteks Indonesia | PDF",31]