[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39335-id":3,"doc-seo-39335-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":96},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39335,8796095461610,"Oliver","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",55,"Agama & Spiritualitas","Hukum Mudharabah di Bank Syariah","Materi membahas hukum akad mudharabah dalam perbankan syariah, mulai dari prinsip dasar operasional, mekanisme penghimpunan dan penyaluran dana, serta konsep pembagian keuntungan berdasarkan nisbah. Dijelaskan definisi syirkah secara umum dan definisi syirkah mudharabah yang memadukan modal dan tenaga/keahlian. Uraian juga memuat definisi riba, jenisnya (riba fadhl dan riba nasi’ah), dalil-dalil, serta ketentuan dalam mudharabah. Bagian analisis menilai kedudukan bank sebagai mudharib dan status pengakuan dana nasabah, beserta penerapan kesimpulan bahwa status aqad dapat menjadi bathal.","HUKUM MUDHARABAH DI BANK SYARI’AH\nOLEH:\nH. DWI CONDRO TRIONO, Ph.D\nPRINSIP DASAR OPERASIONAL PERBANKAN SYARI’AH\nMASYARAKAT\nKELEBIHAN\nDANA\nLEMBAGA\nINTERMEDIASI\nBANK\nSYARI’AH\nMASYARAKAT\nKEKURANGAN\nDANA\n(PENGUSAHA)\nINVESTASI\nPEMBIAYAAN\nMEMBERIKAN % BAGI HASIL\nMEMBERIKAN % BAGI HASIL\nMENDAPAT % BAGI HASIL\nPENGHIMPUNAN DANA\nPENYALURAN DANA\nFAKTA AL-MUDHARABAH DI BANK SYARI’AH\nPraktik Aqad Al-Mudharabah di bank Syari’ah:\nPihak Bank Syari’ah adalah pihak yang berkontribusi dalam modal (mal), yang disebut Shahibul Mal.\nPihak Nasabah adalah pihak yang berkontribusi dalam melakukan pengelolaan (‘amal), yang disebut Mudharib.\nKedua pihak bersepakat dalam nisbah bagi hasil keuntungan untuk masing-masing pihak.\nDEFINISI (TA’RIF) SYIRKAH SECARA UMUM\nوَالشِّرْكَةُ هِيَ عَقْدٌ بَيْنَ اثْنَيْنِ فَأكْثَرَ يَتَّفِقَانِ فِيْهِ عَلَى القِيَامِ بِعَمَلٍ مَالِيٍّ بِقَصْدِالرِّبْحِ\nSyirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan.\nDEFINISI (TA’RIF) SYIRKAH MUDHARABAH\nشَرِكَةُ الْمُضَارَبَةِ هِيَ أَنْ يَشْتَرِكَ بَدَنٌ وَمَالٌ\n\"Syirkah mudharabah adalah perserikatan antara tenaga (kerja) dan modal”\nAtau, dengan istilah lain:\nوَهِيَ اشْتِرَاكُ بَدَنٍ مِنْ جَانِبٍ وَمَالٍ مِنْ جَانِبٍ آخَرَ\n\"Yaitu perserikatan antara tenaga dari satu pihak dan modal dari pihak yang lain\"\nSYIRKAH ANTARA 2 (DUA) PIHAK ATAU LEBIH, YAITU :\nPIHAK PERTAMA: PEMODAL (SHAHIBUL MAL)\nPIHAK KEDUA: PENGELOLA (AMIL  ATAU MUDHARIB)\nPEMODAL\nPENGELOLA\nPROYEK BISNIS SYARI’AH\nSKEMA SYIRKAH MUDHARABAH\nUNSUR-UNSUR DALAMSYIRKAH MUDHARABAH\nShahibul Mal adalah pemilik modal.\nMudharib adalah pengelola usaha.\nModal harus diserahkan kepada mudharib.\nShahibul Mal tidak boleh terlibat dalam pengelolaan dana.\nKeuntungan dibagi berdasarkan persentase (nisbah) yang disepakati sejak akad, misalnya 1/2, 1/3, dan sebagainya.\nTidak boleh menetapkan keuntungan dalam nominal tertentu, karena itu merusak akad syirkah dan masuk dalam kategori riba nasi’ah.\nDEFINISI (TA’RIF) RIBA\nالرِبَا هُوَ كُلُّ زِيَادَةٍ لِأَحَدِ الْمُتَعَاقِدَيْنِ فِي عَقْدِ الْمُعَاوَضَةِ مِنْ غَيْرِ مُقَابِلٍ أوْ هُوَ الزِّيَادَةُ فِيْ مُقَابِلِ الْأجْلِ\nRiba adalah setiap tambahan bagi salah satu pihak yang berakad dalam akad pertukaran, tanpa ada pengganti atau Riba adalah tambahan  sebagai pengganti dari waktu\nJENIS RIBA ADA 2 MACAM\nكُلُّ زِيَادَةٍ لِأَحَدِالْمُتَعَاقِدَيْنِ فِي عَقْدِ الْمُعَاوَضَةِ مِنْ غَيْرِ مُقَابِل\nRiba Fadhl adalah setiap tambahan bagi salah satu pihak yang berakad dalam akad pertukaran, tanpa ada pengganti\nRIBA FADHL\n(الرِّبَا الفَضْلُ)\nRIBA NASI’AH\n(الرِّبَا النَّسِيْئَةُ)\nالزِّيَادَةُ فِيْ مُقَابِلِ الْأجْلِ\nRiba Nasi’ah adalah tambahan  sebagai pengganti (kompensasi) dari waktu (masa menunggu)\nRIBA NASI’AH\n(الرِّبَا النَّسِيْئَةُ)\nالزِّيَادَةُ فِيْ مُقَابِلِ الْأجْلِ\nRiba Nasi’ah adalah tambahan  sebagai pengganti (kompensasi) dari waktu (masa menunggu)\nJika keuntungan ditetapkan dengan dalam nominal tertentu, maka termasuk:\nقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبَا (السنن الكبرى للبيهقي)\n“Setiap utang-piutang (qordh) yang menghasilkan manfa’at adalah riba” (HR. Baihaqi).\nDALIL-DALIL RIBA NASI’AH\nالنَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ قَالَ كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ وَجْهُ مِنْ وُجُوْهِ الرِّبَا (السنن الكبرى للبيهقي(\n“Setiap pinjaman (qordh) yang menghasilkan manfaat adalah salah satu cabang daripada riba” (HR. Baihaqi)\nإذَا أقْرَضَ فَلاَ يَأْخُذْ هَدِيَّةً\n“Jika seseorang memberi pinjaman (qardh), janganlah dia mengambil hadiah.” (HR Bukhari)\nآلاَ إِنَّمَا الرِّبَا فِيْ النَّسِيْئَةِ\n“Ingatlah, sesungguhnya riba itu dalam nasi’ah (menanti)”. (HR Muslim)\nاَلرِّبَا فِيْ النَّسِيْئَةِ\n”Riba itu dalam nasi’ah (menanti)”. (HR. Muslim)\nKETENTUAN DALAMSYIRKAH MUDHARABAH\nSatu pihak menyediakan modal (māl).\nPihak lain menyediakan tenaga, keahlian, dan pengelolaan usaha (badan).\nKeuntungan dibagi menurut nisbah yang disepakati.\nKerugian finansial ditanggun","cbCaiszK5ORSTbre","https://ap.wps.com/l/cbCaiszK5ORSTbre","pptx",228001,5,1,17,"Indonesian","id",113,"# Prinsip Dasar Operasional Perbankan Syariah\n## Masyarakat, Dana, dan Lembaga Intermediasi\n## Kelebihan dan Kekurangan Dana\n## Skema Al-Mudharabah di Bank Syariah\n# Definisi Syirkah dan Syirkah Mudharabah\n## Definisi Syirkah secara Umum\n## Definisi Syirkah Mudharabah\n# Unsur dan Ketentuan dalam Syirkah Mudharabah\n## Unsur dalam Mudharabah\n## Ketentuan Pembagian Keuntungan dan Kerugian\n# Definisi Riba dan Jenis-Jenisnya\n## Riba Fadhl dan Riba Nasi’ah\n## Dalil-Dalil Riba Nasi’ah\n# Analisis terhadap Aqad Syirkah Mudharabah\n## Analisis Kedudukan Bank sebagai Mudharib\n## Analisis Pengakuan Dana Nasabah","[{\"question\":\"Apa definisi syirkah mudharabah dan bagaimana perannya masing-masing pihak?\",\"answer\":\"Syirkah mudharabah dipahami sebagai perserikatan antara tenaga (kerja) dan modal. Pemodal disebut shahibul mal, sedangkan pengelola usaha disebut mudharib.\"},{\"question\":\"Bagaimana ketentuan pembagian keuntungan dalam mudharabah agar akad tidak rusak?\",\"answer\":\"Keuntungan harus dibagi berdasarkan persentase (nisbah) yang disepakati sejak akad. Penetapan keuntungan dalam nominal tertentu dinyatakan merusak akad karena masuk kategori riba nasi’ah.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud riba dan apa bedanya riba fadhl serta riba nasi’ah?\",\"answer\":\"Riba adalah tambahan bagi salah satu pihak dalam akad pertukaran tanpa pengganti. Riba fadhl adalah tambahan tanpa pengganti dalam akad pertukaran, sedangkan riba nasi’ah adalah tambahan sebagai pengganti dari waktu (masa menunggu).\"},{\"question\":\"Mengapa penerapan hukum mudharabah pada bank syariah dapat dinilai bathal dalam materi ini?\",\"answer\":\"Materi menyimpulkan akad menjadi bathal bila bank memposisikan dirinya sebagai shahibul mal atas dana nasabah yang bukan miliknya, dan bila kewajiban pengelola (subyek aqad) didelegasikan kepada pihak lain sehingga status mudharib menjadi bathal.\"}]",1783081778,26,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":91,"head_meta":93,"extra_data":95,"updated_unix":28},"mudharabah-law-in-islamic-banks","",{"@graph":36,"@context":90},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/mudharabah-law-in-islamic-banks/39335/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.presentationml.presentation","2026-07-17","2026-07-03",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82,86],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa definisi syirkah mudharabah dan bagaimana perannya masing-masing pihak?","Question",{"text":76,"@type":77},"Syirkah mudharabah dipahami sebagai perserikatan antara tenaga (kerja) dan modal. Pemodal disebut shahibul mal, sedangkan pengelola usaha disebut mudharib.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana ketentuan pembagian keuntungan dalam mudharabah agar akad tidak rusak?",{"text":81,"@type":77},"Keuntungan harus dibagi berdasarkan persentase (nisbah) yang disepakati sejak akad. Penetapan keuntungan dalam nominal tertentu dinyatakan merusak akad karena masuk kategori riba nasi’ah.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa yang dimaksud riba dan apa bedanya riba fadhl serta riba nasi’ah?",{"text":85,"@type":77},"Riba adalah tambahan bagi salah satu pihak dalam akad pertukaran tanpa pengganti. Riba fadhl adalah tambahan tanpa pengganti dalam akad pertukaran, sedangkan riba nasi’ah adalah tambahan sebagai pengganti dari waktu (masa menunggu).",{"name":87,"@type":74,"acceptedAnswer":88},"Mengapa penerapan hukum mudharabah pada bank syariah dapat dinilai bathal dalam materi ini?",{"text":89,"@type":77},"Materi menyimpulkan akad menjadi bathal bila bank memposisikan dirinya sebagai shahibul mal atas dana nasabah yang bukan miliknya, dan bila kewajiban pengelola (subyek aqad) didelegasikan kepada pihak lain sehingga status mudharib menjadi bathal.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":92,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":94,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":97},[98,101,105,109,113,117,121,125,129,133],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":99,"slug":100},60,"religion-spirituality",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":99,"slug":104},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":99,"slug":108},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":99,"slug":112},51,"Komik","comic",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":99,"slug":116},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":99,"slug":120},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":99,"slug":124},49,"Sastra","literature",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":99,"slug":128},52,"Teknologi","technology",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":99,"slug":132},50,"Ujian","exam",{"id":134,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":135,"show_sort_weight":99,"slug":136},57,"Umum","general"]