[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-43176-id":3,"doc-seo-43176-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},43176,1099514068035,"Ezra","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",55,"Agama & Spiritualitas","Mozaik Pemikiran Islam Nusantara","Mozaik Pemikiran Islam Nusantara menghimpun gagasan tentang kemunculan dan penguatan istilah “Islam Nusantara”, yang dipopulerkan sebagai tema Muktamar NU ke-33 pada 2015. Buku ini menegaskan ruang ajaran Islam untuk hidup berdampingan dengan tradisi lokal melalui prinsip-prinsip universal seperti kejujuran, keadilan, dan kepercayaan, serta penegasan pentingnya dialog yang sehat untuk menghindari penyesatan. Berisi rangkaian tulisan dari para tokoh NU yang membahas konsep dari sisi sejarah, sosial-budaya, ekonomi, identitas, dan diplomasi.","Mozaik  \n~i~  \nMozaik Pemikiran Islam Nusantara  \n~ii~  \nMOZAIK PEMIKIRAN ISLAM NUSANTARA  \nEditor:  \nAchmad Mukafi Niam  \nDiterbitkan oleh: Numedia Digital Indonesia  \nMozaik Pemikiran Islam Nusantara  \nMOZAIK PEMIKIRAN ISLAM NUSANTARA  \nEditor:  \nAchmad Mukafi Niam  \nDesain & Tata Letak:  \nNurdin  \nISBN:  \n978-602-52420-4-5  \nDiterbitkan oleh: Numedia Digital Indonesia  \nJl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat 10430 Telp (021) 3914013, fax (021) 3914014  \n~iv~  \nKata Pengantar  \nIslam Nusantara menjadi istilah yang mengemuka dalam  \npublik setelah secara resmi menjadi tema Muktamar ke-  \n33 Nahdlatul Ulama di Jombang pada 2015, sekalipun jauh sebelumnya sudah digunakan untuk menjelaskan perkembangan Islam di wilayah Nusantara. Nahdlatul Ulama secara sengaja mengangkat tema tersebut agar Islam yang mampu hidup dengan damai di Indonesia inidapat terus dipertahankan, dan bahkan nilai-nilainya dapatdisebarluaskan ke seluruh penjuru dunia.  \nUmat Islam kini melakukan migrasi dan perpindahan tempat ke seluruh dunia, sampai ke pelosok-pelosok yang sebelumnyatidak terjamah. Merekaturutmewanaikehidupansekaligus kehidupannya juga diwarnai budaya setempat. Isu integrasi Muslim menjadi pembahasan di sejumlah negara yang menginginkan mereka dapat menyatu dengan kehidupan setempat. Bukti bahwa Islam di Nusantara dapat beradaptasi dengan tradisi lokal yang sebelumnya sudah ada dan kemudian memiliki ciri lokalitas dapat menjadi inspirasi wilayah-wilayah lain untuk mengembangkan pola yang samadalam mengintegrasikan Islam dengan nilai lokal.  \nAjaran Islam sesungguhnya memberi ruang yang lebar untuk hidup dalam berbagai tradisi. Terdapat firman dalamayat Al-Qur’an mengapa Allah membuat manusia bersukusuku dan berbangsa-bangsa, salah satunya adalah untuksaling mengenal dan saling belajar. Islam telah mengajarkanprinsip-prinsip universal menjadi manusia yang baik sepertikejujuran, keadilan, kepercayaan, dan lainnya. Panduan tentang tata cara beribadah juga sudah diberikan denganjelas. Dalam hal-hal hubungan antar manusia, Islam memberiruang kreativitas sejauh tidak melanggar nilai-nilai kebaikan. Di sinilah muncul Islam Nusantara, yaitu Islam yang menghargai nilai-nilai lokalitas budaya di Nusantara.  \n~v~  \nMozaik Pemikiran Islam Nusantara  \nSayangnya, masih banyak kesalahpahaman soaltersebut, bahkanada yang sengajamembuat penyesatan terkaitdengan Islam Nusantara. Bagi sebagian orang, Islam ya cukup Islam, tidak perlu diberi embel-embel. Perbedaan pandanganadalah sesuatu yang wajar. Sepanjang dialog tersebut, baik dilakukan melalui tulisan maupun dalam berbagai diskusisecara sehat dan sopan, maka hal tersebut akan memperkaya dan mempermatang konsep Islam Nusantara.  \nBuku ini merupakan untaian pikiran-pikiran yang sebelumnya terserak dalam kanal Opini situs resmi PBNU, NU Online yang ditulis oleh para aktivis dan pemikir di lingkunganNahdlatul Ulama. Artikel dari para pimpinan NU yang kami anggap sangat penting tetapi dipublikasikan dimedialain jugakamisertakanuntukmemperluaspemahaman mengenai konsep tersebut. Dengan membaca buku ini, kami harapkan para pembaca memiliki pemahaman yang lebihutuh tentang konsep Islam.  \nJakarta, Desember 2018  \nAchmad Mukafi Niam  \n~vi~  \nMozaik Pemikiran Islam Nusantara  \nDAFTAR ISI  \nKata Pengantar...................................................................iii  \nKhittah Islam Nusantara  \nOleh KH Ma’ruf Amin........................................................ 1  \nMaksud Istilah Islam Nusantara  \nOleh KH Afifuddin Muhajir.............................................. 6  \nMeneguhkan Islam Nusantara untuk  \nPeradaban Indonesia dan Dunia  \nOleh KH Afifuddin Muhajir.............................................. 9  \nIslam Merangkul Nusantara  \nOleh KH Yahya Cholil Staquf.......................................... 17  \nIslam, NU, dan Nusantara  \nOleh M. Isom Yusqi...........................................................31  \nTarik-menarik Islam di Indonesia  \nOleh Aswab Mahasin.....................................","cbCainYDE0Ot1GKB","https://ap.wps.com/l/cbCainYDE0Ot1GKB","pdf",1313698,5,1,267,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n# Khittah Islam Nusantara\n# Maksud Istilah Islam Nusantara\n# Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia\n# Islam Merangkul Nusantara\n# Islam, NU, dan Nusantara\n# Tarik-menarik Islam di Indonesia\n# Perspektif Ekonomi Islam Nusantara: Islam Tanpa Kemiskinan\n# Islam Nusantara Diterima oleh Tokoh Ulama Internasional\n# Kartini dan Jejak Literasi Islam Nusantara\n# Jaringan Internasional Kiai NU\n# Islam Nusantara Bukan Teori Receptie\n# Islam Nusantara dan Identitas Keindonesiaan Kita\n# Merawat Warisan Harmoni Sosial Wali Songo\n# Peran Santri dalam Membumikan Islam Nusantara\n# Islam Nusantara dan Perspektif Keilmuan Al-Azhar\n# Gus Dur dan Peneguhan Islam Nusantara\n# Harta Karun Nusantara\n# Konfigurasi Islam Nusantara: Dari Islam Santri, Abangan, hingga Priyayi\n# Merawat Islam Nusantara, Menjaga Masa Depan Islam\n# Islam Nusantara sebagai Media Diplomasi\n# Dalil-dalil Islam Nusantara\n# Metodologi Fiqih Nusantara","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan Islam Nusantara seperti dijelaskan dalam kata pengantar?\",\"answer\":\"Islam Nusantara merujuk pada Islam yang menghargai nilai-nilai lokalitas budaya di Nusantara, sejalan dengan prinsip universal agar hubungan antar manusia tetap baik dan beribadah tetap terarah.\"},{\"question\":\"Mengapa istilah Islam Nusantara semakin mengemuka pada 2015?\",\"answer\":\"Istilah ini dipopulerkan setelah secara resmi menjadi tema Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang pada 2015, meski konsepnya sudah digunakan sebelumnya untuk menjelaskan perkembangan Islam di Nusantara.\"},{\"question\":\"Bagaimana buku ini menyikapi kesalahpahaman dan penyesatan terkait Islam Nusantara?\",\"answer\":\"Buku menekankan bahwa perbedaan pandangan wajar dan dialog yang sehat melalui tulisan maupun diskusi dapat memperkaya konsep, sekaligus menolak upaya sengaja yang menyesatkan.\"}]",1783378213,411,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"mozaik-pemikiran-islam-nusantara","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/mozaik-pemikiran-islam-nusantara/43176/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa yang dimaksud dengan Islam Nusantara seperti dijelaskan dalam kata pengantar?","Question",{"text":76,"@type":77},"Islam Nusantara merujuk pada Islam yang menghargai nilai-nilai lokalitas budaya di Nusantara, sejalan dengan prinsip universal agar hubungan antar manusia tetap baik dan beribadah tetap terarah.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Mengapa istilah Islam Nusantara semakin mengemuka pada 2015?",{"text":81,"@type":77},"Istilah ini dipopulerkan setelah secara resmi menjadi tema Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang pada 2015, meski konsepnya sudah digunakan sebelumnya untuk menjelaskan perkembangan Islam di Nusantara.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Bagaimana buku ini menyikapi kesalahpahaman dan penyesatan terkait Islam Nusantara?",{"text":85,"@type":77},"Buku menekankan bahwa perbedaan pandangan wajar dan dialog yang sehat melalui tulisan maupun diskusi dapat memperkaya konsep, sekaligus menolak upaya sengaja yang menyesatkan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]