[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40703-id":3,"doc-seo-40703-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40703,687197207057,"Sage","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",49,"Sastra","Pesimisme Misantropis (Georges Palante)","Pesimisme misantropis membahas pandangan kritis terhadap sisi “jahat” spesies manusia yang berangkat dari kecerdasan jernih, bukan kepekaan putus asa. Gagasan ini dipaparkan sebagai teori tentang kebodohan dan penipuan universal, dengan penekanan pada sikap dingin, analitis, dan anti-sentimentalisme. Tokoh-tokoh seperti Vigny, Stirner, Schopenhauer, Swift, Voltaire, Stendhal, Mérimée, Flaubert, dan Taine digunakan untuk menunjukkan variasi gaya: dari mencibir, mengolok, hingga persiflage intelektual. Motif utamanya merujuk pada manusia sebagai “binatang paling bodoh”.","PESIMISME MISANTROPIS  \nGeorges Palante  \nDipilih dan diterjemahkan dari: [https://l](https://l)[ib.anarhija.net](ib.anarhija.net)[ ](ib.anarhija.net)Diterjemahkan oleh Rifki Syarani Fachry  \nGambar sampul: Anon Dipublikasi pertama Juli, 2021  \nInstagram: @upunknownpeopleup  \nSurel: [unknownpeople@mailfence.com](unknownpeople@mailfence.com)  \nUNKNOWN PEOPLE  \nPESIMISME MISANTROPIS  \nGeorges Palante  \nPesimisme yang akan kita pelajari sekarang adalah apa yang kita sebut dengan pesimisme misantropis. Pesimismeini tidak berangkat dari kepekaan yang putus asa dan menderita, tetapi dari kecerdasan jernih yang menjalankan pandangan jernih kritisnya itu pada sisi jahat dari spesies kita. Pesimisme misantropik muncul dalam garis besarnya sebagai teori penipuan universal dan kebodohan universal; dari kebanalan1 universal dan kebobrokan universal. Sebagai gambaran keji dari dunia yang dipenuhikretin2 dan penipu, ninnies3 dan tolol.  \nKarakter pesimisme ini tampak sebagai sikap dingin yang universal, ketidakberdayaan yang berkehendak, ke-  \n1 Dalam teks aslinya ditulis ‘nanality’, penerjemah memprediksi barangkali itu merupakan kesalahan penulisan secara teknis. Penerjemah berasumsi bahwa yang dimaksud penulis sebagai ‘nanality’ adalah ‘banality’. Di papan ketikan Qwerty huruf ‘n’ tepat berada di sebelah kiri huruf ‘b’.  \n2 Penyakit yang menyebabkan seseorang menderita keterbelakangan mental.  \n3 Padanan kata dari Ninny. Kata yang digunakan untuk menyebut atau menghina seseorang sebagai si konyol dan bodoh. Asal kata ini mungkin berasal dari bahasa Italia untuk \"anak\", ninno .  \ntiadaan sentimentalisme yang membedakannya dengan pesimisme romantis, yang selalu cenderung putus asa atau memberontak. Keputusasaan bisu Vigny4 lebih menyedihkan daripada tangisan kesakitan. Di dalam Stirner kami menemukan aksen pemberontakan yang gila, sementara di Schopenhauer kami menemukan sentimen tragis dari rasa sakit dunia dan suara putus asa tentang kekosongan. Adapun seorang pesimis misantropis, ia tidakmengeluh. Dia tidak menganggap kondisi manusia sebagaisesuatu yang tragis, ia tidak bangkit melawan takdir. Dia mengamati orang-orang sezamannya dengan rasa ingintahu, tanpa belas kasihan menganalisis perasaan dan pikiran mereka dan terhibur oleh keangkuhan mereka, kesombongan mereka, kemunafikan mereka, atau kejahatanyang tak disadarinya, oleh kelemahan intelektual dan moral mereka. Ini bukan lagi rasa sakit manusia, bukan lagipenyakit hidup yang membentuk tema pesimisme ini, melainkan kejahatan dan kebodohan manusia. Salah satu motif utama pesimisme macam ini bisa jadi adalah ayat ter  \nkenal ini: “Binatang yang paling bodoh adalah manusia”.  \nKebodohan yang terutama ditujukan pada pesimismesemacam ini adalah kebodohan yang sombong dan lancangyang dapat kita sebut sebagai kebodohan dogmatis, kebodohan yang serius dan bengis yang menyebar ke seluruh dogma dan ritus sosial, melintasi opini publik dan adatistiadat, yang menjadikan dirinya ilahi dan yang dalampandangannya mengungkapkan tentang keabadian  \n4 Merujuk Alfred de Vigny, salah satu penyair paling tabah dalam risalah kesusastraan Prancis.  \nseratus prasangka kecil dan konyol. Sementara pesimismeromantis berasal dari kemampuan untuk menderita dan mengutuk, pesimisme misantropik berasal dari kemampuan untuk memahami dan mencibir. Ini adalah pesimisme dari pengamat intelektual, ironis, dan yang menghina. Dia lebih memilih nada persiflage5 daripada nada minor dan tragis. Seorang Swift6 menyimbolkan kesombongan dari pertengkaran manusia dalam perang salib Bigendian dan Little-endian7, Seorang Voltaire mengejek kebodohan metafisik Pangloss dan kenaifan konyol Candide;8 Benjamin Constant mengirimkan komentar epigramnya tentang kemanusiaan dan masyarakat ke Red Notebook dan Journal Intime; seorang Stendhal9, yang Journal dan Vie de Henri Brulard-nya memuat begitu banyak pengamatan misantropis tentang keluarganya, kerabatnya, pemimpinnya, rombongannya; seorang Merimée10, teman dan emulator Stendhal denga","cbCaikyNGz2r0Y5f","https://ap.wps.com/l/cbCaikyNGz2r0Y5f","pdf",559277,5,1,10,"Indonesian","id",113,"# Pesimisme Misantropis\n## Dasar Pemikiran dan Karakteristik\n## Perbedaan dengan Pesimisme Romantis\n## Tokoh-Tokoh Teladan dan Bentuk Satir","[{\"question\":\"Apa yang membedakan pesimisme misantropis dari pesimisme romantis?\",\"answer\":\"Pesimisme misantropis tidak berangkat dari putus asa, melainkan dari kecerdasan jernih yang mengamati tanpa belas kasihan. Ia cenderung mencibir dan memakai nada persiflage, berbeda dengan pesimisme romantis yang selalu menuju keputusasaan atau pemberontakan.\"},{\"question\":\"Bagaimana pesimisme misantropis memandang kondisi manusia?\",\"answer\":\"Pesimis misantropis tidak menganggap kondisi manusia sebagai sesuatu yang tragis dan tidak melawan takdir. Ia menganalisis perasaan dan pikiran orang-orang sekitarnya dengan rasa ingin tahu, lalu terhibur oleh kesombongan, kemunafikan, dan kejahatan yang tak disadari.\"},{\"question\":\"Siapa saja tokoh yang dijadikan rujukan untuk menggambarkan pesimisme yang angkuh dan menghina?\",\"answer\":\"Teks menyebut Vigny, Stirner, Schopenhauer, lalu juga Swift, Voltaire, Benjamin Constant, Stendhal, Mérimée, Flaubert, Taine, dan Challemel-Lacour sebagai perwakilan gaya kebijaksanaan pesimistis yang ironis dan menghina.\"}]",1783314358,15,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"misanthropic-pessimism-georges-palante","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/misanthropic-pessimism-georges-palante/40703/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa yang membedakan pesimisme misantropis dari pesimisme romantis?","Question",{"text":76,"@type":77},"Pesimisme misantropis tidak berangkat dari putus asa, melainkan dari kecerdasan jernih yang mengamati tanpa belas kasihan. Ia cenderung mencibir dan memakai nada persiflage, berbeda dengan pesimisme romantis yang selalu menuju keputusasaan atau pemberontakan.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana pesimisme misantropis memandang kondisi manusia?",{"text":81,"@type":77},"Pesimis misantropis tidak menganggap kondisi manusia sebagai sesuatu yang tragis dan tidak melawan takdir. Ia menganalisis perasaan dan pikiran orang-orang sekitarnya dengan rasa ingin tahu, lalu terhibur oleh kesombongan, kemunafikan, dan kejahatan yang tak disadari.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Siapa saja tokoh yang dijadikan rujukan untuk menggambarkan pesimisme yang angkuh dan menghina?",{"text":85,"@type":77},"Teks menyebut Vigny, Stirner, Schopenhauer, lalu juga Swift, Voltaire, Benjamin Constant, Stendhal, Mérimée, Flaubert, Taine, dan Challemel-Lacour sebagai perwakilan gaya kebijaksanaan pesimistis yang ironis dan menghina.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,115,119,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":97,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":117,"show_sort_weight":97,"slug":118},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":120},"literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]