[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40584-id":3,"doc-seo-40584-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40584,13056703019404,"Miles","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",54,"Penelitian & Laporan","Metodologi Sejarah - Kuntowijoyo","Metodologi Sejarah edisi kedua oleh Kuntowijoyo memaparkan metodologi sebagai ilmu tentang bagaimana sejarah harus dilakukan. Buku ini menegaskan penempatan metodologi secara benar melalui uraian teori dan konsep, pemilihan serta pengelolaan sumber sejarah, termasuk petunjuk pelaksanaan dan teknik untuk bahan, kritik, interpretasi, dan penyajian sejarah. Edisi ini menambah materi baru seperti Sejarah Agama, Sejarah Politik, Sejarah Pemikiran, Sejarah Mentalitas, Sejarah Kuantitatif, Biografi, dan subbab tambahan bagi Sejarah Wanita. Prakata dan kata pengantar penulis menekankan kesadaran keilmuan sejarawan serta mengkritik antikuarianisme dan kekeliruan epistemologis dalam praktik penulisan sejarah.","K U N  \n[     DLJANAIEdisi Kedua  \nKUNTOWIJOYO  \n# METODOLOGISEJARAH\n\nEdisi Kedua  \nDiterbitkan atas kerjasama denganJurusan Sejarah Fakultas Imu BudayaUniversitas Gadjah Mada  \nPerpustakaan Nasional:Katalog Dalam Terbitan(KDT)  \nKuntowijoyo  \n# METODOLOGI SEJARAHEdisi Kedua\n\nTiara Wacana Yogya,2003IndeksBibliografiIlustrasiISBN:979-9340-47-0  \nHak Cipta dilindungi Undang-Undang  \nMemperbanyak dengan cara apapun sebagian atauseluruh isi buku ini tanpa seijin penerbit adalahtindakan tidak bermoral dan melawan hukum.  \nMetodologi SejarahPengarang·Kuntowijoyo  \nPenyunting·Muhammad YahyaPenyusun teks·RosidikTata letak·Ramyari  \nDesain Sampul·Wahyu Ong  \nEdisi Pertama·Juli 1994Edisi Kedua·Agustus,2003  \nPenerbit PT.Tiara Wacana Yogya  \nKopen Utama No.16,Banteng,JL.Kaliurang Km 7,8 Yogyakarta 55581Telp./Fax.(0274)880683  \nWebsite:http://www.tiarawacana.co.idEmail:yogya@tiarawacana.co.id  \nAnggota IKAPI  \nDicetak oleh·PT.Tiara Wacana Yogya  \nUntukBapak Drs.Dharmono Hardjowidjonoyang tanggal 29 Desember 1993memasuki masa pensiun.  \nUntukBapak Drs.Dharmono Hardjowidjonoyang tanggal 29 Desember 1993memasuki masa pensiun.  \nPrakata(Edisi Kedua,2003)  \nTidak semua buku mengalami proses cetak-ulang.Apalagi bukuyang terbit dengan perbaikan dan penambahan materi,jumlahnyalebih sedikit lagi.Diantarayang sedikit itu,buku Metodologi Sejarahedisi kedua ini hadir dengan penambahan beberapa materi.Ada enammateri baru,yakni tentang Sejarah Agama,Sejarah Politik,SejarahPemikiran,Sejarah Mentalitas,Sejarah Kuantitatif,Biografi,dan satumateri sebagi sub bab tambahan pada pembahasan tentang SejarahWanita.Ini semua tidak mungkin terjadi tanpa dedikasi dan perhatianyang begitu besar sang penulis,Profesor Kuntowijoyo,padametodologi sejarah.  \nProfesor Kuntowijoyo memberi batasan metodologi sebagai ilmuyang membicarakan jalan,bagaimana metodologi sejarah harusdilakukan.Di dalamnya diuraikan bagaimana menempatkanmetodologi secara benar,membicarakan persoalan teoridan konsep-konsep,dan sumber sejarah yang akan digunakan.Di samping itu,Profesor Kuntowijoyo menguraikan berbagai metode sejarah,petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknik perihal bahan,kritik,daninterpretasi,serta penyajian sejarah.Lebih dariitu semua,dalam setiapbahasan,Profesor Kuntowijoyo menekankan penguatan ‘jati-diri'keilmuwan dari para sejarawan;dan 'seruan'untuk kesadarankeilmuan para sejarawan.  \n“...perlu disayangkan bahwa banyak sejarawan akademis yangberhenti menulis setelah mereka mendapatkan ijazah,sekalipunbanyak alasan yang dapat menjadi kambing hitam untuk“kemalasan”itu.\"(\"Penulisan Sejarah di Indonesia”)  \nDalam bagian lain,Professor Kuntowijoyomenggugah kesadaranpara sejarawan,sebagaimana dikutip berikut ini.  \n\"Masa kini kita memang masih menjadi milik banyak orang,tetapisejarawanlah sebenarnya yang mempunyai posisi palingmenguntungkan.Sebab,sejarawan dapat melakukan refleksi kritismelintas waktu;masa lalu,masa kini,dan masa depan.”(\"Sejarah Kebudayaan\")  \nSelaku penerbit,kami merasa sangat beruntung dapat ikutberkiprah dalam pengayaan kajian metodologi sejarah yangdisampaikan Profesor Kuntowijoyo.Kamipun sangat berterima kasihatas perhatian dan koreksi beliau terhadap penerbitan buku ini,khususnya pada edisi kedua.Adanya penambahan materi memberikesempatan kepada kami untuk menampilkan buku ini secara lebihbaik,setidaknya secara fisik pada tata letak dan perwajahan.  \nYogyakarta,Agustus 2003  \nPenerbit  \n# Kata Pengantar Penulis(Edisi Kedua,2003)\n\nSaya mempunyai kesempatan untuk meninjau skripsi-skripsi S-1Jurusan Sejarah,UGM.Sudah banyak kemajuan dalam variasitema,deskripsiyangsistematis,penggunaan teori sosial,dan sumber sejarahyang memadai.Akan tetapi,ada satu-dua hal yangmengganjal,yaituadanya karya tulis yang berupa antikuarianisme dan salah pengertianmengenai ilmu sejarah (filsafat ilmu,epistemologi).Kesalahanpertama(antikuarianisme)terdapat dalam sebuah topik mengenaipelacuran di Batavia sebelum PD II,dan kesalahan kedua(filsafatilmu,epistemologi)terdapat dalam topik meng","cbCaiszbWjKW8aN1","https://ap.wps.com/l/cbCaiszbWjKW8aN1","pdf",27118705,6,1,308,"Indonesian","id",113,"# Prakata (Edisi Kedua, 2003)\n# Kata Pengantar Penulis (Edisi Kedua, 2003)","[{\"question\":\"Apa batasan metodologi menurut Kuntowijoyo dalam buku ini?\",\"answer\":\"Metodologi dibatasi sebagai ilmu yang membicarakan jalan bagaimana metodologi sejarah harus dilakukan, termasuk penempatan metodologi secara benar serta keterkaitan dengan teori, konsep, dan sumber sejarah.\"},{\"question\":\"Materi apa saja yang ditambahkan pada edisi kedua?\",\"answer\":\"Edisi kedua menambahkan beberapa materi baru, yaitu Sejarah Agama, Sejarah Politik, Sejarah Pemikiran, Sejarah Mentalitas, Sejarah Kuantitatif, Biografi, serta subbab tambahan pada pembahasan tentang Sejarah Wanita.\"},{\"question\":\"Kesalahan apa yang dikritik dalam kata pengantar penulis, dan contohnya?\",\"answer\":\"Penulis menyoroti antikuarianisme (misalnya pada topik pelacuran di Batavia sebelum PD II) dan kekeliruan epistemologis yang muncul karena kekacauan antara sejarah dan ilmu sosial lain (contoh tari tayub di Rembang pada tahun 2000).\"}]",1783313172,474,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"metodologi-sejarah-kuntowijoyo","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/metodologi-sejarah-kuntowijoyo/40584/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-19","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa batasan metodologi menurut Kuntowijoyo dalam buku ini?","Question",{"text":76,"@type":77},"Metodologi dibatasi sebagai ilmu yang membicarakan jalan bagaimana metodologi sejarah harus dilakukan, termasuk penempatan metodologi secara benar serta keterkaitan dengan teori, konsep, dan sumber sejarah.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Materi apa saja yang ditambahkan pada edisi kedua?",{"text":81,"@type":77},"Edisi kedua menambahkan beberapa materi baru, yaitu Sejarah Agama, Sejarah Politik, Sejarah Pemikiran, Sejarah Mentalitas, Sejarah Kuantitatif, Biografi, serta subbab tambahan pada pembahasan tentang Sejarah Wanita.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Kesalahan apa yang dikritik dalam kata pengantar penulis, dan contohnya?",{"text":85,"@type":77},"Penulis menyoroti antikuarianisme (misalnya pada topik pelacuran di Batavia sebelum PD II) dan kekeliruan epistemologis yang muncul karena kekacauan antara sejarah dan ilmu sosial lain (contoh tari tayub di Rembang pada tahun 2000).","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,115,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":97,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":116},"research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]