[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-55129-id":3,"doc-seo-55129-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},55129,549758252649,"Ivy","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000253669c5317157?_k=1778319167496531819",48,"Cerita & Novel","Pesan di Atas Pasir","\"Pesan di Atas Pasir\" karya Charmaine Aserappa dan Roel Obemio adalah sebuah cerita anak yang menggugah tentang seorang anak laki-laki bernama Miguel yang tinggal di tepi pantai dan sangat mencintai lautan. Namun, kecintaannya berubah menjadi kesedihan ketika ia melihat ikan-ikan cantik mati akibat limbah yang dibuang oleh perusahaan tambang lokal ke sungai yang mengalir ke laut. Ketika Miguel bertanya kepada ibunya siapa yang dapat menghentikan perusahaan tersebut, ibunya menjawab bahwa ia bisa dan bahwa segalanya selalu bergantung pada diri sendiri. Ibunya kemudian menyarankan agar Miguel mengirimkan pesan kepada perusahaan tersebut. Miguel pun mencoba menulis pesan di pasir dengan sebatang ranting, menuliskan \"S.O.S.\" yang ia jelaskan berarti \"Save Our Seas\" atau \"Selamatkan Laut Kami.\" Namun, setiap pesan yang ia tulis dengan ranting, helai rumput laut, atau cangkang kerang selalu terhapus oleh ombak yang datang bergemuruh. Cerita ini secara efektif menggambarkan kepedulian terhadap lingkungan, dampak polusi, dan kekuatan individu dalam menyuarakan kepedulian, meskipun menghadapi rintangan yang berulang. Ilustrasi yang mendukung cerita ini menambahkan dimensi visual yang kuat, memperkaya narasi tentang perjuangan Miguel untuk melindungi laut kesayangannya. Buku ini, didukung oleh PENULIS, ILUSTRATOR, dan CANVAS, bertujuan untuk menyebarkan pesan penting ini, dengan permintaan agar gambar-gambarnya tidak diubah.","Pesan di Atas Pasir Charmaine Aserappa  \nRoel Obemio  \nPenulis, ilustrator, dan CANVAS mendukung penyebarluasan buku ini besertaterjemahannya, tetapi kami meminta agar gambar-gambarnya tidak diubah. Terimakasih.  \nMiguel tinggal di tepi pantai dan sangat menyukai lautan.  \nNamun, dia sedih melihat ikan-ikan cantik sekarat. Kata ibunya, itu ulah perusahaan tambang lokal yang membuang limbah di sungai yang mengalir ke laut.  \n”Siapa yang bisa menghentikan mereka?”tanya Miguel.  \n”Kamu,”jawab ibunya.  \n”Aku?”  \n”Semua selalu tergantung kita,” sahut ibunya.”Kirimkan pesan kepada mereka.”  \nMiguel menemukan sebatang ranting dan menulis pesan di pasir. S.O.S.”Save Our Seas”–Selamatkan Laut Kami, Miguel menjelaskan.  \nOmbak datang bergemuruh. Dan menghapus pesannya.  \nLagi dan lagi, Miguel menuliskan pesan itu. Dia menulis dengan helai-helai rumput laut.  \nDia menulis memakai cangkang kerang.  \nLagi dan lagi, ombak menghapus tulisannya.","cbCaiegeouC5JGdB","https://ap.wps.com/l/cbCaiegeouC5JGdB","pdf",1594156,4,1,21,"Indonesian","id",113,"# Pesan di Atas Pasir\n## Deskripsi","[{\"question\":\"Siapa penulis dan ilustrator \\\"Pesan di Atas Pasir\\\"?\",\"answer\":\"Penulis dan ilustrator \\\"Pesan di Atas Pasir\\\" adalah Charmaine Aserappa dan Roel Obemio.\"},{\"question\":\"Mengapa Miguel sedih melihat laut?\",\"answer\":\"Miguel sedih melihat laut karena ikan-ikan cantik mati akibat limbah yang dibuang oleh perusahaan tambang lokal ke sungai yang mengalir ke laut.\"},{\"question\":\"Bagaimana cara Miguel mencoba mengirimkan pesannya?\",\"answer\":\"Miguel mencoba mengirimkan pesannya dengan menulis \\\"S.O.S.\\\" atau \\\"Save Our Seas\\\" di pasir menggunakan ranting, helai rumput laut, dan cangkang kerang, meskipun pesannya selalu terhapus oleh ombak.\"}]",1783680680,32,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"message-in-the-sand","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/message-in-the-sand/55129/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-10",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Siapa penulis dan ilustrator \"Pesan di Atas Pasir\"?","Question",{"text":75,"@type":76},"Penulis dan ilustrator \"Pesan di Atas Pasir\" adalah Charmaine Aserappa dan Roel Obemio.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Mengapa Miguel sedih melihat laut?",{"text":80,"@type":76},"Miguel sedih melihat laut karena ikan-ikan cantik mati akibat limbah yang dibuang oleh perusahaan tambang lokal ke sungai yang mengalir ke laut.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana cara Miguel mencoba mengirimkan pesannya?",{"text":84,"@type":76},"Miguel mencoba mengirimkan pesannya dengan menulis \"S.O.S.\" atau \"Save Our Seas\" di pasir menggunakan ranting, helai rumput laut, dan cangkang kerang, meskipun pesannya selalu terhapus oleh ombak.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]