[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-199678-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":85,"doc-detail-199678-id":132},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":78,"head_meta":80,"extra_data":82,"updated_unix":84},113,"id","merdeka-belajar-policy-in-education-during-the-covid-19-pandemic","Kebijakan Merdeka Belajar dalam Pelaksanaan Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19","","Penelitian ini mengkaji dan menganalisis perumusan kebijakan Merdeka Belajar dalam pelaksanaan pendidikan selama pandemi Covid-19 dengan analisis SWOT. Wabah Covid-19 membatasi aktivitas masyarakat, terutama proses pembelajaran di sekolah, sehingga kebijakan ini diharapkan menjadi langkah solutif. Metode yang digunakan berupa telaah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan dominasi aspek ancaman dan kelemahan dibanding kekuatan dan peluang, termasuk kemampuan penguasaan teknologi serta keterbatasan anggaran.",{"@graph":14,"@context":77},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/merdeka-belajar-policy-in-education-during-the-covid-19-pandemic/199678/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/merdeka-belajar-policy-in-education-during-the-covid-19-pandemic/199678.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Ethan Miller","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-28","2026-09-04",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69,73],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan penelitian tentang kebijakan Merdeka Belajar pada masa pandemi Covid-19?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian bertujuan mengkaji dan menganalisis formulasi kebijakan Merdeka Belajar dalam pelaksanaan pendidikan selama pandemi Covid-19 melalui analisis SWOT.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?",{"text":68,"@type":64},"Penelitian menggunakan pendekatan telaah kajian pustaka dengan metode kualitatif deskriptif.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa temuan utama berdasarkan analisis SWOT?",{"text":72,"@type":64},"Temuan menunjukkan ancaman dan kelemahan masih mendominasi dibanding kekuatan dan peluang, terutama terkait kemampuan menguasai teknologi dan keterbatasan anggaran dalam mendukung implementasi kebijakan.",{"name":74,"@type":61,"acceptedAnswer":75},"Mengapa masih diperlukan penelitian lanjutan?",{"text":76,"@type":64},"Penelitian mengharapkan studi lanjutan yang langsung mengobservasi di lapangan agar diperoleh gambaran yang lebih konkret sebagai dasar solusi perbaikan kebijakan pemerintah berikutnya.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":79,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":81,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":83,"site_id":7},199678,1788506699,{"code":4,"msg":86,"data":87},"success",[88,93,97,101,105,109,112,116,120,124,128],{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":91,"slug":92},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":91,"slug":96},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":91,"slug":100},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":91,"slug":104},51,"Komik","comic",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":107,"show_sort_weight":91,"slug":108},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":91,"slug":111},54,"research-report",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":91,"slug":115},49,"Sastra","literature",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":91,"slug":119},52,"Teknologi","technology",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":91,"slug":123},50,"Ujian","exam",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":91,"slug":127},57,"Umum","general",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":130,"show_sort_weight":4,"slug":131},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":86,"data":133},{"doc_id":83,"user_id":134,"nickname":42,"user_avatar":135,"doc_module":4,"category_id":110,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":136,"file_id":137,"file_url":138,"file_type":139,"file_size":140,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":141,"language":142,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":143,"faqs":144,"seo_title":145,"seo_description":12,"update_tm":84,"read_time":146},687207017582,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR  \nDALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19  \nOki Suhartono  \nUniversitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember  \nE-Mail: [okisuhartono12@gmail.com](okisuhartono12@gmail.com)  \nAbstract. This study aims to examine and analyze the formulation of the independent learning policy formulation in the implementation of education during the Covid-19 pandemic through a SWOT analysis. As we know, the Covid-19 outbreak limits the space for people to move in activities, especially the learning process in schools. So that the existence of an independent learning policy can provide solution steps to overcome the learning process during the Covid-19 pandemic. The research method used is a literature review approach with a descriptive qualitative method. The results show that threats and weaknesses still dominate the existing strengths and opportunities, the availability of human resources, information technology facilities and support from the government authorities are still clashed with the reality of the field in society that is still unable to master technology and budget constraints in managing and supporting the successful implementation of the independent learning policy. during the Covid-19 pandemic. With this article that examines the policy of freedom of learning during the Covid-19 pandemic, it is hoped that there will be further research that directly observes in the field to obtain a more concrete picture to provide alternative solutions in further improvement of government policies.  \nKeywords: Free Learning Policy, Covid-19 Pandemic, Learning.  \nAbstak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis formulasi rumusan kebijakan merdeka belajar dalam pelaksanaan pendidikan di masa pandemi covid-19 melalui analisis SWOT. Seperti yang kita tahu, wabah covid-19 ini membatasi ruang gerak masyarakat dalam beraktivitasterutama proses pembelajaran di sekolah. Sehingga dengan adanya kebijakan merdeka belajar dapat memberikan langkah solutif untuk mengatasi proses pembelajaran di masa pandemic covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan telaah kajian pustaka dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ancaman dan kelemahan masih mendominasikekuatan dan peluang yang ada, ketersediaan SDM, sarana teknologi informasi dan dukungan pemerintah yang berwenang masih dibenturkan dengan realitas lapangan di masyarakat yang masih gagap dalam menguasai teknologi serta keterbatasan anggaran dalam mengelola dan mendukung suksesnya pelaksanaan kebijakan merdeka belajar di masa pandemic covid-19. Dengan adanya artikel ini yang mengkaji kebijakan merdeka belajar di masa pandemic covid-19 diharapkan akanada penelitian lanjutan yang langsung mengobservasi di lapangan untuk memperoleh gambaran yang lebih konkrit untuk memberikan solusi alternatif dalam perbaikan kebijakan pemerintahselanjutnya.  \nKata Kunci: Kebijakan Merdeka Belajar, Pandemi Covid-19, Pembelajaran.  \nA. Pendahuluan  \nDi masa revolusi industri 4.0 dan society 5.0 berlangsung transformasi struktur sosial secaracepat dan berubah-ubah, hubungan sosial tergantung pada teknologi, sebagian kategori pekerjaanyang hilang, warga mempunyai peluang dan daya saing yang sama. Masa revolusi industri 4.0 mempunyai tantangan sekaligus kesempatan untuk lembaga pendidikan. Pendidikan merupakan suatu aspek yang berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang cerdas melalui peningkatan, pemerataan dan perluasanakses layanan pendidikanyang berkualitas sertakesesuaiandalam memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga dapat menghasilkan sistem pendidikan berdaya saiang global yang memiliki keterampilan kolaborasi, komunikasi, berpikirkritis dankreatif. Untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas diperlukan instrumen kebijakan sebagaipijakan dan landasan hukum yang perlu diatur oleh negara. Di dalam Pembukaan Undang-Undang  \nDasar 1945 telah dikatakan bahwa tujuan yang ingin dicapai oleh NKRI ialah “Mencerdaskan ke","cbCaikqQPchVFnhK","https://ap.wps.com/l/cbCaikqQPchVFnhK","pdf",503571,12,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Transformasi era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0\n## Dasar konstitusional pendidikan di Indonesia\n## Konsep Pendidikan Merdeka Belajar (Hari Guru Nasional 2019)\n## Adaptivitas sekolah dan strategi pengembangan kurikulum\n# Metode dan Fokus Kajian\n## Telaah kajian pustaka dan pendekatan kualitatif deskriptif\n# Hasil dan Implikasi\n## Analisis SWOT pada kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang kebijakan Merdeka Belajar pada masa pandemi Covid-19?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengkaji dan menganalisis formulasi kebijakan Merdeka Belajar dalam pelaksanaan pendidikan selama pandemi Covid-19 melalui analisis SWOT.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan pendekatan telaah kajian pustaka dengan metode kualitatif deskriptif.\"},{\"question\":\"Apa temuan utama berdasarkan analisis SWOT?\",\"answer\":\"Temuan menunjukkan ancaman dan kelemahan masih mendominasi dibanding kekuatan dan peluang, terutama terkait kemampuan menguasai teknologi dan keterbatasan anggaran dalam mendukung implementasi kebijakan.\"},{\"question\":\"Mengapa masih diperlukan penelitian lanjutan?\",\"answer\":\"Penelitian mengharapkan studi lanjutan yang langsung mengobservasi di lapangan agar diperoleh gambaran yang lebih konkret sebagai dasar solusi perbaikan kebijakan pemerintah berikutnya.\"}]","Kebijakan Merdeka Belajar dalam Pelaksanaan Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19 | PDF",18]