[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-45981-id":3,"doc-seo-45981-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},45981,13056703019404,"Miles","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",54,"Penelitian & Laporan","Menjegal Film Indonesia: Pemetaan Ekonomi Politik Industri Film Indonesia","Menjegal Film Indonesia: Pemetaan Ekonomi Politik Industri Film Indonesia menelaah industri film Indonesia melalui tiga subsektor utama, yakni produksi, distribusi, dan eksebisi. Kajian ini mengulas keterbatasan infrastruktur, riset dan pengembangan, serta lemahnya keterkaitan kerja dalam industri yang masih cenderung bersifat rumahan. Pembahasan mengaitkan film dengan kebijakan ekonomi dan budaya, termasuk pendanaan, relasi manusia dan teknologi, serta mekanisme distribusi dan dampaknya pada akses penonton.","| \u003Cbr>Menjegal Film Indonesia\u003Cbr>Pemetaan Ekonomi Politik\u003Cbr>Industri Film Indonesia [Eric Sasono et. al](Eric Sasono et. al). |  |\n| --- | --- |\n|  |  Rumah Film |\n\nMenjegal  \nFilm  \nIndonesia  \nPemetaan Ekonomi Politik Industri Film Indonesia  \nBanyak orang tak percayabahwa industri ﬁlm Indonesia sudah ada. Belum ada infrastruktur, riset dan pengembangan dan berbagai lembagadalam perﬁlman kita layaknya yang ada pada sebuah kegiatan industri. Jika pun ada, bisadibilang bahwa industri ﬁlm Indonesia masih berupa industri rumahan; sebuah industriberskala kecil ke menengah dandikerjakan tanpa hubungankerja yang jelas.  \nInilah sebuah tinjauan yang mencoba melongok lebih jauh ke tiga subsektor dalam industriperﬁlman kita (jika ada) yaitu subsektor produksi, distribusi dan eksebisi. Tidak seluruh aspek memang dijelajahi mengingat luasnya subyek ini. Namun apa yang tergambar di buku ini bisa menjadi awal bagisebuah tinjauah lebih dalamuntuk memahami ﬁlm, yang takhanya merupakan barang hiburan, tapi juga merupakanbarang publik yang bersentuhandengan orang banyak lewat berbagai cara.  \nMenjegal Film Indonesia  \nPemetaan Ekonomi Politik Industri Film Indonesia  \nTIM PENELITI DAN PENULIS RUMAH FILM  \nEric Sasono  \nEkky Imanjaya  \nIfan Adriansyah Ismail  \nHikmat Darmawan  \nPerkumpulan Rumah Film Indonesia dan Yayasan TIFA Jakarta 2011  \nMENJEGAL FILM INDONESIA  \nPemetaan Ekonomi Politik Industri Film Indonesia  \nEditor: Eric Sasono  \nPenulis dan Peneliti: Ekky Imanjaya, Eric Sasono, Hikmat Darmawan, Ifan Adriansyah Ismail  \nPengantar: Eric Sasono  \nDesain isi: Interaxi  \nFoto sampul: Adegan The Photograph (Tri Ximages-Salto Film / Oetomo Wiropranoto)  \nCetakan pertama, Agustus 2011  \nRumah Film, bekerjasama dengan Tifa Foundation  \nJl. Puskesmas no. 99, RT 003/03, Setu, Cipayung, Jakarta Timur. E-mail: [Redaksi@rumahfilm.org](Redaksi@rumahfilm.org).  \nKatalog Dalam Terbitan:  \nSasono, Eric (ed.) Menjegal Film Indonesia Jakarta: Rumah Film  \n15 X 23 cm; 370 hlm.  \nISBN  \niii  \nMENJEgAl FIlM  \nINDONESIA  \nDaftar Isi  \nUcapan Terima Kasih  \n halaman ix  \nPengantar Yayasan TIFA  halaman xiii  \nPengantar Menjegal Film Indonesia:  \nPemetaan Ekonomi Politik Industri Film Indonesia  halaman 1  \nBab I Kondisi Global: Hollywoodisme dan Kita  \n halaman 13  \nBab II Kemana Pendulum Berayun? Kebijakan  \nEkonomi dan Budaya Perfilman Indonesia  \n halaman 55  \nBab III Dana, Manusia dan Teknologi: Sisik Melik  \nProduksi Film Indonesia  \n halaman 139  \nBab IV Hilangnya Booker dan Broker: Seni yang Tak  \nTampak pada Distribusi Film di Indonesia  \n halaman 191  \nBab V Ke Mal atau Tak Ke Mal? Eksebisi Film di  \nIndonesia  \n halaman 275  \nBab VI Kesimpulan dan Saran  \n halaman 333  \nv  \nMENJEgAl FIlM  \nINDONESIA  \nDaftar Tabel  \nTabel 1 Pangsa pasar film nasional ................................. 3  \nTabel 2 20 Film berpendapatan terbesar tahun 2009 .... 18  \nTabel 3 Pembuatan film komersial ................................. 57  \nTabel 4 Spektrum kebijakan perdagangan nasional ..... 60  \nTabel 5 Regulasi impor film di Indonesia ....................... 65  \nTabel 6 Persyaratan impor film di Indonesia .................. 70  \nTabel 7 Spektrum kebijakan kebudayaan ...................... 77  \nTabel 8 Perbandingan ketentuan sensor pada masa Orde Baru dan Pasca Soeharto .................................... 92  \nTabel 9 Penggunaan bintang porno asing dalam film Indonesia ..................................................... 102  \nTabel 10 Perbandingan penganugerahan FFI dengan Piala Oscar dan Festival Film Cannes ................ 111  \nTabel 11 Daftar sutradara perempuan 1998-2011 ........... 118  \nTabel 12 Sutradara 1998-2010 lulusan/Jebolan FFTV IKJ . 121  \nTabel 13 Asal pendidikan film non-formal beberapa sutradara 1998-2009 ........................................... 124  \nTabel 14 Sutradara lulusan luar negeri pra-1998 ............. 127  \nTabel 15 Sutradara lulusan luar negeri 1998-2009 .......... 128  \n vi  Tabel 16 Sutradara 1998-2009 dengan latar pendidikan fo","cbCailkNNMJfJgyk","https://ap.wps.com/l/cbCailkNNMJfJgyk","pdf",2119857,5,1,376,"Indonesian","id",113,"# Daftar Isi\n## Ucapan Terima Kasih\n## Pengantar Yayasan TIFA\n## Pengantar Menjegal Film Indonesia: Pemetaan Ekonomi Politik Industri Film Indonesia\n## Bab I Kondisi Global: Hollywoodisme dan Kita\n## Bab II Kemana Pendulum Berayun? Kebijakan Ekonomi dan Budaya Perfilman Indonesia\n## Bab III Dana, Manusia dan Teknologi: Sisik Melik Produksi Film Indonesia\n## Bab IV Hilangnya Booker dan Broker: Seni yang Tak Tampak pada Distribusi Film di Indonesia\n## Bab V Ke Mal atau Tak Ke Mal? Eksebisi Film di Indonesia\n## Bab VI Kesimpulan dan Saran","[{\"question\":\"Dokumen ini membahas industri film Indonesia melalui subsektor apa saja?\",\"answer\":\"Dokumen memfokuskan penelusuran pada tiga subsektor, yaitu produksi, distribusi, dan eksebisi film.\"},{\"question\":\"Mengapa industri film Indonesia dinilai belum sepenuhnya berfungsi sebagai industri yang mapan?\",\"answer\":\"Industri dinilai masih kekurangan infrastruktur, riset dan pengembangan, serta masih berupa industri rumahan berskala kecil dengan hubungan kerja yang belum jelas.\"},{\"question\":\"Bagaimana dokumen menghubungkan film dengan faktor ekonomi dan budaya?\",\"answer\":\"Pembahasan mengaitkan film dengan kebijakan ekonomi dan budaya perfilman, termasuk pendanaan, manusia dan teknologi dalam produksi, serta struktur distribusi yang memengaruhi kerja industri.\"}]",1783469322,579,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"menjegal-film-indonesia-mapping-political-economy-of-the-film-industry-in-indonesia","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/menjegal-film-indonesia-mapping-political-economy-of-the-film-industry-in-indonesia/45981/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-08",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Dokumen ini membahas industri film Indonesia melalui subsektor apa saja?","Question",{"text":76,"@type":77},"Dokumen memfokuskan penelusuran pada tiga subsektor, yaitu produksi, distribusi, dan eksebisi film.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Mengapa industri film Indonesia dinilai belum sepenuhnya berfungsi sebagai industri yang mapan?",{"text":81,"@type":77},"Industri dinilai masih kekurangan infrastruktur, riset dan pengembangan, serta masih berupa industri rumahan berskala kecil dengan hubungan kerja yang belum jelas.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Bagaimana dokumen menghubungkan film dengan faktor ekonomi dan budaya?",{"text":85,"@type":77},"Pembahasan mengaitkan film dengan kebijakan ekonomi dan budaya perfilman, termasuk pendanaan, manusia dan teknologi dalam produksi, serta struktur distribusi yang memengaruhi kerja industri.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,115,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":97,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":116},"research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]