[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228840-113":3,"doc-detail-228840-id":81,"detail-sidebar-cat-0-id-113":99},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","memorandum-edisi-26-agustus-2026-political-conscience-and-preserving-nus-dignity","MEMORANDUM EDISI 26 AGUSTUS 2026 - Politik Nurani dan Menjaga Marwah NU","","Memorandum Edisi 26 Agustus 2026 menghimpun renungan dan sejumlah laporan yang berangkat dari dinamika sosial-politik serta kasus hukum di ruang publik. Fokus utamanya membahas pentingnya menjaga marwah ideologis dalam Muktamar Nahdlatul Ulama, termasuk ketegangan antara kekuatan politik dan sikap kritis. Di sisi lain, sajian berita menyoroti kecelakaan maut beruntun di Surabaya yang melibatkan dugaan pengaruh alkohol, proses penetapan tersangka, serta penilaian hukum tentang perlunya efek jera.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/memorandum-edisi-26-agustus-2026-political-conscience-and-preserving-nus-dignity/228840/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/memorandum-edisi-26-agustus-2026-political-conscience-and-preserving-nus-dignity/228840.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Maeve","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-11","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",7,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa pesan utama mengenai Muktamar Nahdlatul Ulama dalam edisi ini?","Question",{"text":63,"@type":64},"Edisi ini menekankan perlunya menjaga marwah ideologis agar tidak luntur menjadi sekadar kompromi, serta memastikan suara kritis tetap terjaga di tengah pragmatisme.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa yang dibahas pada bagian “7 Gelas Miras Berujung Maut”?",{"text":68,"@type":64},"Bagian tersebut mengarah pada dampak konsumsi minuman keras yang berujung pada kecelakaan maut, termasuk konteks dugem dan penetapan tersangka.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Bagaimana proses penanganan kasus kecelakaan maut di Surabaya dijelaskan?",{"text":72,"@type":64},"Uraian menyebut penetapan tersangka dan penahanan, keterangan hasil uji tiup kadar alkohol, tes narkotika negatif, serta ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},228840,1790012836,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",{"doc_id":79,"user_id":84,"nickname":42,"user_avatar":85,"doc_module":4,"category_id":86,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":87,"file_id":88,"file_url":89,"file_type":90,"file_size":91,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":92,"language":93,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":94,"faqs":95,"seo_title":96,"seo_description":12,"update_tm":97,"read_time":98},5909877438554,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/5600025385ad2bf12a7?_k=1778553567797529272",54,"RABU KLIWON, 26 AGUSTUS 2026  \n [memorandumredaksi@gmail.com](memorandumredaksi@gmail.com) memorandum.disway.id  MemorandumTV  memorandumonline  memorandum  SKHmemorandum  memorandum_SKH HARGA Rp 6.000 􀁺 TERBIT 16 HALAMAN  \n\n| \u003Cbr>| \u003Cbr>CatatanGus ANawawi MaksumpadaMuktamarKe-35 Nahdlatul Ulama\u003Cbr>Politik Nurani dan Menjaga Marwah NU\u003Cbr>\u003Cbr>KEKUASAAN selalu memancarkan daya pikat yang tak pernah redup di negeri ini. Cahayanya yang menyilaukanmemanggil siapasajauntuk mendekat, tak terkecuali mereka yang merawat rumah besar Nahdlatul Ulama (NU).\u003Cbr>Di satu sisi, jam’iyah ini berdiri kukuh sebagai benteng moral tempat jutaan manusiamenitipkan harapan, pendidikan, serta perlindungan sosial. Namun di sisi lain, gravitasi politik begitu kuat menarik para kader masuk\u003Cbr>ke dalam lingkaran birokrasi dan panggung kekuasaan.\u003Cbr>Pertanyaannya berdenyardalam renungansunyi: bagaimana menjaga marwah ideologisagar tidak luntur sekadar menjadi kompromisesaat? Dan mampukah suara kritis tetapterjaga di tengah badai pragmatisme hari ini? Sejarah selalumenyediakan cerminterbaik. Muktamar bukanlahsekadarajang silaturahmi akbar atau perebutan posisi lima tahunan,\u003Cbr>melainkan titik balik kesadaran. Kita mengenang Muktamar Situbondo 1984, saatparakiaidenganketukanbatin yang tajammemutuskan\u003Cbr>􀂄 Bersambung kehalaman 2\u003Cbr>\u003Cbr>Ikuti Catatan Gus A Nawawi Maksum, Pengasuh PP Nurut Taqwa Bondowoso, yang hadir dengan renungan kritis, tajam, sekaligus menyejukkan selama gelaran Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang.\u003Cbr>\u003Cbr>7 GelasMiras Berujung Maut |\n| --- | --- |\n| Networking Rebahan\u003Cbr>SAYA sepertijadi tertuduh di ”muktamar”Gondang, dekat Pacet (Lihat Disway kemarin: Bintang Perusuh). Padahal awalnya\u003Cbr>sayahanya inginsedikit merendah:”Di DIC Farm initidakada barang mahal. Mejapanjang ini misalnya, terbuat dari jenis kayu yang kalau dijual puntidak ada yang beli”.\u003Cbr>“Kayu apa?” tanya seorang ”Perusuh” Disway.\u003Cbr>“Kayuiniduluwaktudi pondok dipakai untuk bantal para santri. Kayu randu”.\u003Cbr>“Oh, ini yang membuat pohon randukian langka,” ujar perusuh itu.\u003Cbr>Di DIC Farm dulunya memang tumbuh beberapa kayu randu. Di pinggir-pinggir batas tanah. Sejak saya mulai menengoklahan ini di masa Covid-19, pohon randunya tinggal duabatang. Dua-duanya besar. Tinggi. Daunnyasudah meranggas tua. Di sebelah baratpohonituterhamparsawah. Berarti penyinaran matahari pagi untukpadinya kurang sempurna. Terhalang pohon. Ditebang.\u003Cbr>Yang menebang bingung: kayunya\u003Cbr>􀂄 Bersambung kehalaman 2\u003Cbr> Donna Dwi Febiola\u003Cbr>Trio Macan\u003Cbr>enyanyi asalBanyu\u003Cbr>PFebiola atauDon\u003Cbr>wangi Donna Dwi\u003Cbr>na Jello membawa warna baru dalam perja\u003Cbr>lanan Trio Macan setelah\u003Cbr>bergabung sebagai\u003Cbr>personel sejakAgus\u003Cbr>tus 2022. Blantika\u003Cbr>musik dangdutTanah Air kembali di\u003Cbr>ramaikan wajah\u003Cbr>baru dari grup\u003Cbr>vokal legendaris Trio Macan.\u003Cbr>Donna Jello dipercayamengisiposisi yang sebelumnyaditempati Vira dan bergabung bersama Anita Feronika serta Elok Fatimatuz Zahro dibawahnaungan label Musik Proaktif. Perjalanan Donna menuju\u003Cbr>industri musik\u003Cbr>nasional tidak berlang\u003Cbr>sung instankarena ia lebih dulu membangun pengalamandengan\u003Cbr>􀂄 Bersambung ke halaman 2\u003Cbr>| \u003Cbr>menyelimuti Praditya korban tekecelakaan melibatkan Outlander Gubernur Surabaya,\u003Cbr>(23/8) se- 04.00.\u003Cbr>P an tau an Memorandum\u003Cbr>Risakkota terlihat emosi karena pengaruh alkohol ketika diminta tanggung jawab\u003Cbr>\u003Cbr>KeluargaRachmatTuntut Keadilan\u003Cbr>\u003Cbr>duka berada di Ru\u003Cbr>TNISela\u003Cbr>suasana\u003Cbr>terasa\u003Cbr>tenda\u003Cbr>Suasana rumah duka Rachmat Praditya Kusuma di kompleks Rumah DinasTNI ALWonosari, Surabaya, Selasa (25/8).\u003Cbr>sederhana terpasang di depan rumah. Sejumlah kursi berjajaruntuk menerima keluarga, kerabat, dan pelayat yang datang menyampaikan belasungkawa.\u003Cbr>Karangan bunga tampak di sisi rumah. Bendera Merah Putih juga terpasang di sekitar lokasi. Beberapa orang duduk\u003Cbr>􀂄 Bersambung ke halaman 2\u003Cbr>\u003Cbr>Usai Dugem di Kelab Tembak Langit, Tenggak Alkohol 40 Persen\u003Cbr>Surabaya, Memorandum\u003Cbr>Satlantas Polrestabes Suraba","cbCaivHPP4JDv1n2","https://ap.wps.com/l/cbCaivHPP4JDv1n2","pdf",7308831,15,"Indonesian","# Catatan Gus A Nawawi Maksum\n## Politik Nurani dan Menjaga Marwah NU\n# 7 Gelas Miras Berujung Maut\n## Networking Rebahan\n# Keluarga Rachmat Tuntut Keadilan\n# Usai Dugem di Kelab Tembak Langit, Tenggak Alkohol 40 Persen\n## Hukum Berat Biar Jera","[{\"question\":\"Apa pesan utama mengenai Muktamar Nahdlatul Ulama dalam edisi ini?\",\"answer\":\"Edisi ini menekankan perlunya menjaga marwah ideologis agar tidak luntur menjadi sekadar kompromi, serta memastikan suara kritis tetap terjaga di tengah pragmatisme.\"},{\"question\":\"Apa yang dibahas pada bagian “7 Gelas Miras Berujung Maut”?\",\"answer\":\"Bagian tersebut mengarah pada dampak konsumsi minuman keras yang berujung pada kecelakaan maut, termasuk konteks dugem dan penetapan tersangka.\"},{\"question\":\"Bagaimana proses penanganan kasus kecelakaan maut di Surabaya dijelaskan?\",\"answer\":\"Uraian menyebut penetapan tersangka dan penahanan, keterangan hasil uji tiup kadar alkohol, tes narkotika negatif, serta ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.\"}]","MEMORANDUM EDISI 26 AGUSTUS 2026 - Politik Nurani dan Menjaga Marwah NU | PDF",1789029481,23,{"code":4,"msg":82,"data":100},[101,106,110,114,118,122,124,128,132,136,140],{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":104,"slug":105},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":108,"show_sort_weight":104,"slug":109},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":112,"show_sort_weight":104,"slug":113},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":116,"show_sort_weight":104,"slug":117},51,"Komik","comic",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":120,"show_sort_weight":104,"slug":121},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":86,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":104,"slug":123},"research-report",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":104,"slug":127},49,"Sastra","literature",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":130,"show_sort_weight":104,"slug":131},52,"Teknologi","technology",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":134,"show_sort_weight":104,"slug":135},50,"Ujian","exam",{"id":137,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":138,"show_sort_weight":104,"slug":139},57,"Umum","general",{"id":141,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":142,"show_sort_weight":4,"slug":143},181,"Formulir","formulir"]