[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-291163-113":53,"doc-detail-291163-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","machine-learning-modeling-of-patient-data-for-typhoid-fever-diagnosis-using-the-k-nearest-neighbor-method","Pemodelan Machine Learning pada Data Pasien Diagnosis Demam Tifoid Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor","","Penelitian ini membahas pemodelan machine learning untuk diagnosis Demam Tifoid menggunakan metode K-Nearest Neighbor (K-NN). Latar belakang menekankan pentingnya diagnosis yang tepat karena gejala demam tifoid dapat menyerupai penyakit lain seperti COVID-19, Demam Dengue, Malaria, dan Difteri. Pemodelan menguji beberapa nilai k (3, 5, 7, 9, 11, 13, 15) dengan Euclidean Distance dan K-Fold Cross Validation (k=10), serta mengevaluasi hasil melalui akurasi, presisi, dan recall.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/machine-learning-modeling-of-patient-data-for-typhoid-fever-diagnosis-using-the-k-nearest-neighbor-method/291163/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/machine-learning-modeling-of-patient-data-for-typhoid-fever-diagnosis-using-the-k-nearest-neighbor-method/291163.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Aurelia","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-02","2026-09-17",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":74},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa yang melatarbelakangi pentingnya diagnosis Demam Tifoid yang tepat?","Question",{"text":109,"@type":110},"Demam Tifoid disebabkan infeksi bakteri Salmonella Typhi dan dapat menimbulkan komplikasi serius. Gejalanya mirip penyakit lain, sehingga diagnosis yang tepat dibutuhkan untuk pencegahan dan penanganan yang cepat serta akurat.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Metode apa yang digunakan untuk pemodelan dan klasifikasi pada penelitian ini?",{"text":114,"@type":110},"Penelitian menggunakan metode klasifikasi K-Nearest Neighbor (K-NN) untuk memprediksi kelas baru berdasarkan jarak ke data latih, termasuk perhitungan mayoritas tetangga terdekat.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana batasan masalah serta parameter evaluasi yang digunakan?",{"text":118,"@type":110},"Data berasal dari puskesmas terkait pada 2022 dengan total 275 pasien. Metode memakai nilai k = 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, jarak Euclidean Distance, K-Fold Cross Validation dengan k=10, serta pengukuran akurasi, presisi, dan recall.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},291163,1790931483,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":74,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":80,"language":136,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":61,"update_tm":140,"read_time":141},1099514068365,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/10000253d8d9f28188e?_k=1776742907772140068","BAB 1  \nPENDAHULUAN  \n1.1. Latar Belakang  \nDemam Tifoid atau sering disebut tifus merupakan penyakit yang disebabkan  \noleh infeksi bakteri yang menyerang sistem pencernaan manusia. Hal ini ditandai  \ndengan gejala demam yang berlangsung lebih dari seminggu, disertai gangguan  \nsaluran cerna, dengan atau tanpa gangguan kesadaran (TH, 2008) . Penyakit ini  \ndisebabkan oleh bakteri Salmonela Typhi yang masuk ke dalam tubuh manusia  \nmelalui makanan atau minuman yang terkontaminasi (dr. Widoyono, 2011) . Tifus  \nmerupakan penyakit menular yang tercantum dalam Undang-Undang Epidemi No.  \n6 Tahun 1962 dan dapat penyakit ini dapat menyerang banyak orang sehingga dapat  \nmenimbulkan wabah (Artanti, 2013) . Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan  \nyang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang serius.  \nPencegahan serta penanganan terhadap penderita demam Tifoid memerlukan  \nkecepatan dan ketepatan untuk menghindari komplikasi atau keakutan. Misalnya  \ngejala demam panas tinggi yang merupakan gejala pada demam Tifoid juga dimiliki  \noleh gejala pada penyakit lain. Demam panas tinggi juga dapat diketahui pada  \npenyakit Covid-19, Demam Dengue, Malaria, dan Difteri. Diagnosa yang tepat  \nsangat penting dalam hal ini. Untuk mengatasi hal ini, salah satu cara yang dapat  \ndigunakan adalah memanfaatkan metode klasifikasi. Klasifikasi adalah proses yang  \ndigunakan untuk menemukan model (atau fitur) dengan menggambarkan dan  \nmembedakan antara kelas data atau konsep (Han et al., 2012) .  \nTeknik klasifikasi memiliki beberapa metode yang dapat digunakan, salah  \nsatunya adalah K-Nearest Neighbor. Metode K-Nearest Neighbor (K-NN)  \nmerupakan metode klasifikasi klasik yang dapat dikatakan juga dengan metode sederhana dan sering disebut merupakan metode lazy. Metode ini merupakan metode yang berbasis instance. K-NN bekerja dengan cara mengklasifikasikanobjek berdasarkanjarak antara objek tersebut dengan objek lainnya. Metode K-NN menggunakan teknik menghitung mayoritas tetangga terdekat untuk memprediksikelas baru (El Houby et al., 2017) .  \nMetode K-Nearest Neighbor banyak digunakan dalam penelitian di bidang kesehatan, yaitu pada penelitian dengan judul Case Based Reasoning Diagnosis Penyakit Difteri dengan Algoritma K-Nearest Neighbor. Penelitian ini menitikberatkan pada kasus difteri di Jawa Timur pada tahun 2016. Pada penelitian ini dibangun sistem pakar menggunakan metode Case-Based Reasoning (CBR) dan K-Nearest Neighbor (K-NN) . Studi difteri ini menggunakan metode algoritma KNearest Neighbor (K-NN) yang melakukan perhitungan kesamaan antara kasus lama dan baru. Studi penyakit difteri ini telah disempurnakan dengan menggunakan  \nCase-Based Reasoning (CBR), sehingga menghasilkan hasil diagnosis yang lebih  \nakurat. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk diagnosis difteri berdasarkan gejala  \nyang disajikan dengan akurasi sebesar 95,17% (Fatoni & Noviandha, 2018) .  \nPenelitian lain dengan judul Klasifikasi Diagnosa Penyakit Demam Berdarah  \nDengue PadaAnak MenggunakanMetodeK-Nearest Neighbor StudiKasus Rumah  \nSakit Pku Muhammadiyah Ujung Pangkah Gresik pada tahun 2021 ini  \nmenyebutkan bahwa berdasarkan implementasi pemodelan metode K-Nearest  \nNeighbor pada 150 data latih dan 75 data uji diperoleh hasil pengukuran tingkat  \nakurasi dari Confusion Matrix dengan nilai akurasi tertinggi mencapai 94,22 %  \npadaK=3, K=5, K=7, K=4, K=6, danK=8, adapun nilai K tersebut selanjutnya dapat  \ndigunakan sebagai landasan untuk tahap implementasi atau K tersebut menjadi  \nmodel yang digunakan (Amilia & Prasetyo, 2021) . Berdasarkan rangkaian latar  \nbelakang yang telah ditulis di atas, penulis selaku peneliti akan mengajukan  \npenelitian denganjudul Pemodelan Machine learning Pada Data Pasien Diagnosis  \nDemam Tifoid Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor.  \n1.2. Rumusan Masalah  \nBerdasarkan latar belakang yang telah ditulis di atas, berikut merupakan  \nrumusan masalah yang menjadi pokok penelitian:  \n1. Bagaimana parameter terbaik yan","cbCaioreShFjtbRh","https://ap.wps.com/l/cbCaioreShFjtbRh","pdf",320661,"Indonesian","# BAB 1 - PENDAHULUAN\n## 1.1. Latar Belakang\n## 1.2. Rumusan Masalah\n## 1.3. Tujuan\n## 1.4. Manfaat\n## 1.5. Batasan Masalah","[{\"question\":\"Apa yang melatarbelakangi pentingnya diagnosis Demam Tifoid yang tepat?\",\"answer\":\"Demam Tifoid disebabkan infeksi bakteri Salmonella Typhi dan dapat menimbulkan komplikasi serius. Gejalanya mirip penyakit lain, sehingga diagnosis yang tepat dibutuhkan untuk pencegahan dan penanganan yang cepat serta akurat.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan untuk pemodelan dan klasifikasi pada penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode klasifikasi K-Nearest Neighbor (K-NN) untuk memprediksi kelas baru berdasarkan jarak ke data latih, termasuk perhitungan mayoritas tetangga terdekat.\"},{\"question\":\"Bagaimana batasan masalah serta parameter evaluasi yang digunakan?\",\"answer\":\"Data berasal dari puskesmas terkait pada 2022 dengan total 275 pasien. Metode memakai nilai k = 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, jarak Euclidean Distance, K-Fold Cross Validation dengan k=10, serta pengukuran akurasi, presisi, dan recall.\"}]","Pemodelan Machine Learning pada Data Pasien Diagnosis Demam Tifoid Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor | PDF",1789643574,6]