[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-51163-id":3,"doc-seo-51163-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},51163,4398048950312,"Violet","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002538284de19e3c?_k=1778320343897328908",48,"Cerita & Novel","Luh Ayu Manik Mas Sayang Hutan Bali","Cerita tentang Luh Ayu Manik dan teman-temannya yang memulai perkemahan di pantai Bali. Angin kencang, hujan deras, dan badai disertai petir memaksa mereka berteduh. Dari informasi banjir, mereka menyadari jembatan desa hancur akibat terjangan batang-batang kayu dari sungai. Setelah badai berlalu, para siswa kelas dua SMP memantapkan diri menanam kembali pohon untuk memulihkan hutan, menambah kehijauan, serta membantu mengurangi erosi saat banjir terjadi kembali.","Luh Ayu Manik Mas, Sayang Hutan BASAbali, I Made Sugianto  \nGus Dark  \nLuh Ayu Manik dan teman-temannya tidaksabar memulai perkemahan mereka di pantai. Setibanya di pantai, teman-temannya yang laki-laki segera berlari ke tepi pantai. Mereka senang sekali bermain pasir dan ombak. Luh Ayu Manik mengingatkan teman-temannya agar tidak bermain terlalu ke tengah lautkarena angin sedang kencang dan ombak yang sedang besar. Walau musim hujan sudah berakhir, langit mendung hari itu.  \nTampaknya memang akan datang badai. Luh Ayu Manik memanggil teman-temannya agar keluar dari air dan berteduh ke wantilan.  \nHujan berjatuhan dan petir menyambar sementara guntur tidak henti-hentinya bergemuruh di langit. Mereka dapat melihat petir menyambari air laut dari tempat mereka berteduh. Luh Putu Suastini gemetarketakutan. Ia teringat peristiwa ayahnya meninggal dunia tersambar petir saat menanam bibit padi di sawah. Luh Ayuberusaha menenangkan teman-temannya. Sementara ia sendiri bertanya-tanya apa  \nhujan lebat tersebut akan menyebabkan banjir di pegunungan di utara . Untukmelewatkan waktu, Luh Ayu Manik membuka media sosial melalui gawainya. Ada berita banjir besar telah menghanyutkan banyak pohon ke hilir. Batang-batang pohon tersebut menerjang sebuah jembatan, menghancurkannya serta memutuskan jalan ke desa tersebut.  \nLuh Ayu Manik mengkhawatirkan keadaan penduduk desa itu. Mereka akan sulit bepergian karena jembatan penghubung telah putus. Dari berita yang dibacanya ia mengetahui bahwa jembatan tersebut hancur oleh gelondongan-gelondongan kayu yang tertambat di sungai. Ia heran kenapa ada banyak gelondongan kayu di sungai. Apakah kayu-kayu tersebut hasil rabasan lahan untuk perumahan dan pertanian? Luh Ayu Manik  \nmemberitakan kejadian tersebut pada temantemannya.  \nSetelah badai berlalu, murid-murid kelas dua SMP itu memantapkan keinginan merekauntuk menanam kembali pohon-pohon yang telah dihanyutkan banjir. Mereka akan menanam cempaka, bunut, lamtoro, dan yang lainnya. Mereka akan membuat hutan menjadi lebih hijau, sekaligus mengurangierosi jika terjadi banjir kembali.  \nTidak lama tibalah waktunya bertanam! Luh Ayu Manik mengumpulkan temantemannya. Mereka membawa sekop, cangkul, dan panyong, serta anakan-anakan pohon. Agar tetap bersemangat, muridmurid itu bernyanyi-nyanyi sepanjang perjalanannya mendaki gunung. Namun, angin berhembus dingin menusuk tulang. Jalan yang dilewati pun licin. Mereka semuamenjaga langkah agar tidak terjatuh.  \nWalaupun perjalanan tersebut penuh tantangan, mereka menikmati sekali berada di alam bebas. Mereka dapat melihat rumahrumah warga di desa di bawah sana, dan bahkan lautan di kejauhan. Burung-burung berkicau di pepohonan, seakan menyapa para murid yang datang untuk bertanam anakan pohon. Akan tetapi, saat tiba di tepi hutan mereka sangat terkejut.","cbCainJPdmUlbbTd","https://ap.wps.com/l/cbCainJPdmUlbbTd","pdf",2667150,4,1,43,"Indonesian","id",113,"# Perkemahan di Pantai\n## Peringatan Ombak dan Angin Kencang\n## Badai, Petir, dan Kecemasan\n# Informasi Banjir dan Kerusakan Jembatan\n# Keputusan Menanam Kembali\n## Persiapan dan Perjalanan ke Lereng\n## Tantangan di Perjalanan dan Rasa Takjub","[{\"question\":\"Mengapa Luh Ayu Manik melarang teman-temannya bermain terlalu ke tengah laut?\",\"answer\":\"Karena angin sedang kencang dan ombak besar, sehingga berbahaya bagi mereka yang bermain terlalu jauh.\"},{\"question\":\"Apa yang mereka pelajari dari media sosial saat berteduh?\",\"answer\":\"Mereka membaca berita tentang banjir besar yang menghanyutkan banyak pohon hingga batang-batang kayu menerjang jembatan, menghancurkannya dan memutus akses ke desa.\"},{\"question\":\"Bagaimana rencana siswa setelah badai berlalu?\",\"answer\":\"Mereka memantapkan keinginan untuk menanam kembali pohon-pohon seperti cempaka, bunut, dan lamtoro agar hutan lebih hijau serta membantu mengurangi erosi saat banjir terjadi lagi.\"}]",1783589324,66,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"luh-ayu-manik-mas-protecting-balis-forest","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/luh-ayu-manik-mas-protecting-balis-forest/51163/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-18","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa Luh Ayu Manik melarang teman-temannya bermain terlalu ke tengah laut?","Question",{"text":75,"@type":76},"Karena angin sedang kencang dan ombak besar, sehingga berbahaya bagi mereka yang bermain terlalu jauh.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang mereka pelajari dari media sosial saat berteduh?",{"text":80,"@type":76},"Mereka membaca berita tentang banjir besar yang menghanyutkan banyak pohon hingga batang-batang kayu menerjang jembatan, menghancurkannya dan memutus akses ke desa.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana rencana siswa setelah badai berlalu?",{"text":84,"@type":76},"Mereka memantapkan keinginan untuk menanam kembali pohon-pohon seperti cempaka, bunut, dan lamtoro agar hutan lebih hijau serta membantu mengurangi erosi saat banjir terjadi lagi.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]