[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-53034-id":3,"doc-seo-53034-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},53034,5909877438554,"Maeve","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/5600025385ad2bf12a7?_k=1778553567797529272",48,"Cerita & Novel","Luh Ayu Manik Mas, Membuat Perpustakaan Bergerak","Kisah berlatarkan suasana hari Sabtu seorang gadis bernama Luh Ayu Manik yang biasanya pulang lewat tetapi kali ini ingin kembali lebih awal. Ia menghabiskan waktu di pos satpam dengan bermain ponsel, ditemani majalah remaja dan buku dari pameran seni. Setelah menelefon ibunya, ia pulang dengan ojek dan di tengah perjalanan terjadi peristiwa perampokan. Dengan bantuan perangkat pendengarnya dan perubahan diri menjadi Luh Ayu Manik Mas, ia mengejar serta mengalahkan pencuri di jalan ramai, mengakhiri situasi dengan permintaan maaf.","Luh Ayu Manik Mas, Membuat Perpustakaan Bergerak Ni Madé Ari Dwijayanthi, BASAbali  \nGus Dark  \nPada hari Sabtu, Luh Ayu Manik dapat pulang ke rumah lebih awal daripada hari-hari lain. Biasanya, dia meninggalkan sekolahnya dilewat petang sejak dia terpaksa pergi sekolah sepanjang hari. Dia duduk atas lantai pos keselamatan sekolah (Satpam) dan bermainmain telefon bimbitnya. Kadang-kadang dia akan ketawa dan kemudian kelihatan seriuslagi. Atau melompat ...dan kemudian duduk semula. Mak dia, yang menjual tawaran kuil  \nkecil untuk mencari nafkah, masih belum datang menjemputnya. Luh Ayu Manikkadang-kadang menyangka ia idea yang baik untuk membawa motornya ke sekolah tetapi ibunya, yang sangat risau akan dia, tidak bersetuju. Di dalam beg hitamnya, ada majalah remaja bersama dengan beberapa buku dari pameran seni yang pernah dikunjunginya dengan ibunya dua hari sebelumnya. Walau bagaimanapun, dia enggan mengeluarkan buku-buku daripada begnya. Lebih baik bermain dengan telefondaripada membaca buku, fikirnya. Lagipun, terdapat banyak pengetahuan dan banyak buku dalam talian  \nAkhirnya, Luh Ayu Manik menelefon ibunya. ”Di mana awak? Mengapa awak tidak datang ambil saya?”  \nIbunya menjawab,”Tunggu sebentar, anak, saya masih sibuk menjual.”  \n”Tidak apa-apa jika saya pulang sendiri? Sayadapat naik di belakang motor (ojek) .”  \n”Ya ... okey ... tetapi berkelakuan elok-elok. Sekiranya pemandu adalah lelaki, jangan letakkan tangan di pinggangnya dan letak  \nbeg kamu di antara belakang pemandu dan dada anda.”  \n”Ya ...Bos !!!!”  \n”Lakukan saja,” tambah ibunya sambil menamatkan panggilan.  \nTidak lama kemudian ’ojek’ dalam talian sampai dan dia menaiki motor. Motor itu bergerak perlahan. Pemandu itu bertanya jika alamat yang diberikannya betul dan dia menjawab ringkas bahawa ia memang betul. Kerana dia memakai alat pendengar, dia tidak dapat mendengar jelas suara orang di sekelilingnya dan tidak menyedari bahawa motor yang dia naiki tiba-tiba berhenti di hadapan Peken Anyar. Jalan raya sesak  \nkerana beg seorang pelancong diragut di tepi jalan. Pelancong itu meminta pertolongan.  \n”Tolong ... tolong ... tolong!” jerit pelancong yang berada dalam kekeliruan dan memintapertolongan.  \nDari motor, Luh Ayu Manik melihat pencuri itu melarikan diri ke arah  \nbarat.  \nDia segera memberitahu penunggangnyauntuk berhenti dan dia berubah dari Luh Ayu Manik ke Luh Ayu Manik Mas, memakai emas mahkota dan berpakaian emas . Dia berlari  \ndengan pantas, mengejar peragut itu. Keduaduanya bergaduh di tengah jalan. Ramaiorang melihat, dan jalan menjadi sunyi.  \nDengan kuasa luar biasanya, Luh Ayu Manik Mas dapat mengatasi preagut itu. Pencuri itu lari bertempiaran di jalan raya dan, dalam ketakutan, dia meminta ampun.  \nBanyak orang memerhati dan mereka berteriak dan menggerutu.”Kerana tingkahlaku buruk seperti ini, nama baik Bali telah tercemar!”  \nPencuri itu mengigil ketakutan kerana dia dikelilingi oleh orang ramai. Kemudian","cbCaijixsANXW4ir","https://ap.wps.com/l/cbCaijixsANXW4ir","pdf",4546622,3,1,42,"Indonesian","id",113,"# Luh Ayu Manik Menjelang Pulang\n## Isi Beg dan Keraguan Membaca\n# Pulang dengan Ojek\n## Perintah Ibu dan Kondisi Perjalanan\n# Kejadian Perampokan di Peken Anyar\n## Pengejaran dan Pertarungan","[{\"question\":\"Mengapa Luh Ayu Manik ingin pulang lebih awal pada hari Sabtu?\",\"answer\":\"Pada hari Sabtu, Luh Ayu Manik dapat pulang lebih awal dibanding hari lain, karena biasanya ia terpaksa pergi sekolah sepanjang hari.\"},{\"question\":\"Apa isi beg Luh Ayu Manik ketika ia duduk di pos satpam dan menunggu jemputan?\",\"answer\":\"Di dalam beg hitamnya ada majalah remaja serta beberapa buku dari pameran seni yang pernah ia kunjungi dua hari sebelumnya.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi saat Luh Ayu Manik naik ojek dan bagaimana ia menanganinya?\",\"answer\":\"Motor berhenti di hadapan Peken Anyar karena jalan sesak setelah perampokan; pelancong meminta tolong. Luh Ayu Manik kemudian berubah menjadi Luh Ayu Manik Mas dan mengejar perampok hingga mengalahkannya di tengah keramaian.\"}]",1783653085,65,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"luh-ayu-manik-mas-building-a-mobile-library","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/luh-ayu-manik-mas-building-a-mobile-library/53034/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-22","2026-07-10",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa Luh Ayu Manik ingin pulang lebih awal pada hari Sabtu?","Question",{"text":75,"@type":76},"Pada hari Sabtu, Luh Ayu Manik dapat pulang lebih awal dibanding hari lain, karena biasanya ia terpaksa pergi sekolah sepanjang hari.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa isi beg Luh Ayu Manik ketika ia duduk di pos satpam dan menunggu jemputan?",{"text":80,"@type":76},"Di dalam beg hitamnya ada majalah remaja serta beberapa buku dari pameran seni yang pernah ia kunjungi dua hari sebelumnya.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa yang terjadi saat Luh Ayu Manik naik ojek dan bagaimana ia menanganinya?",{"text":84,"@type":76},"Motor berhenti di hadapan Peken Anyar karena jalan sesak setelah perampokan; pelancong meminta tolong. Luh Ayu Manik kemudian berubah menjadi Luh Ayu Manik Mas dan mengejar perampok hingga mengalahkannya di tengah keramaian.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]