[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-437031-113":53,"doc-detail-437031-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","love-then-and-now-read-online-free","Love Then And Now - read online free","","Aluna menahan emosi saat berulang kali menerima panggilan dari Tante Wilma yang cemas menunggu Sagara. Dalam percakapan telepon, Aluna menjelaskan bahwa Sagara belum datang, menekankan kesabaran, dan menenangkan Tante Wilma agar tidak panik. Aluna tiba di Stasiun Gubeng, merasa menunggu lebih dari satu jam demi niat baiknya, lalu memastikan bahwa ia baik-baik saja di ruangan nyaman sambil memohon agar Tante Wilma tetap tenang.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":15,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/love-then-and-now-read-online-free/437031/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/love-then-and-now-read-online-free/437031.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"A glass of water","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-29",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa Tante Wilma terus menelepon Aluna?","Question",{"text":109,"@type":110},"Tante Wilma cemas karena menunggu Sagara datang, dan ia ingin memastikan kabar serta menenangkan keadaan melalui Aluna.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana respons Aluna saat ditanya tentang kedatangan Sagara?",{"text":114,"@type":110},"Aluna menjawab dengan sopan bahwa Sagara belum datang, menekankan kesabaran dan bahwa waktu belum jadi masalah.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Di mana Aluna menunggu dan bagaimana kondisinya?",{"text":118,"@type":110},"Aluna tiba di Stasiun Gubeng dan menunggu di ruangan yang nyaman sambil tetap bersikap baik serta tidak menyulitkan siapa pun.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},437031,1791091820,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":14,"category_name":15,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},962090760832,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Love Then And Now | 5  \nDont War, Sharing, and Barter This File !  \nThis Fi le !  \nLove Then And Now | 6  \nDont War, Sharing, and Barter  \nLove Then And Now | 7  \nDont War, Sharing, and Barter This File !  \nLagi-lagi notifikasi pesan dari Tante Wilma muncul di HP Aluna. Dan lagi-lagi Aluna menahan diri untuk tidak meneriakkan  \nrasa frustrasinya pada wanita baik hati yang  \nmerupakan sahabat almarhum mamanya itu.  \n“Sagara sudah datang belum,  \nNduk?”tanya Tante Wilma dengan  \nkecemasan yang semakin meningkat sejak  \nwanita itu menghubunginya terakhir kali  \nbeberapa menit lalu.  \nLove Then And Now | 8  \nDont War, Sharing, and Barter This File !  \n“Belum, Tante,” jawab Aluna berusahaterdengar sopan, lembut, serta sabar.  \n“Astaghfirullah. Sagara, karepe piye iki (Sagara, maunya apa ini)?”  \n“Ndak papa, Tante. Saya masih sabarnunggu. Ndak keburu kok.” Aluna bahkan menambahkan senyuman di akhir kalimatnya  \nmeskipun sadar kalauTante Wilma tidak akan  \nmelihatnya. Nggak apa-apa, kan? Yang  \npenting dia sudah niat setulus hati untuk  \nmengurangi kecemasan wanita yang sedang  \nmeneleponnya jauh-jauh dari kota  \nPurwokerto itu. Katanya, segala hal yang  \ndisertai oleh niat tulus, kebaikannya akan  \nmenular.  \n“Bukan perkara keburu atau tidak, tapi ini  \nmasalah janjinya Sagara. Ini sudah jam  \nLove Then And Now | 9  \nDont War, Sharing, and Barter This File !  \nberapa?”Tante Wilma masih terdengar panik menahan kesal pada Den Bagus Yang Dipertuan Agung, Pandu Sagara Aji.  \n“Uhm … di sini jam setengah enam sore, Tante,” jawab Aluna lagi.  \nKali ini memang hanya sebuah jawabanasal bunyi yang penuh basa-basi. Karena  \nantara Purwokerto tempat Tante Wilma  \nmenelepon dengan Surabaya tempat Aluna  \nsekarang berada, masih dalam zona waktu  \nyang sama. Paling-paling yang berbeda  \nhanya jadwal salatnya saja. Karena ternyata  \ndi Surabaya jam segini sudah masuk waktu  \nsalat Magrib.  \n“Aduh—”  \n“Ndakapa-apa kok, Tante,” potong Aluna,  \nlagi-lagi sambil tersenyum. Berharap mereka  \nLove Then And Now | 10  \nDont War, Sharing, and Barter This File !  \nsedang melakukan panggilan video agar Tante Wilma yang berada di ujung sana bisamengetahui betapa tulusnya Aluna. “Saya tunggu saja. Satu jam dua jam ndak akan masalah. Toh memang sudah diniatkan kesini.”  \nAluna tiba di Stasiun Gubeng ini pukul  \nempat lewat. Yang artinya memang sudah  \nlebih dari satu jam dia menunggu.  \n“Yo wes, kalau begitu. Yang ikhlas ya,  \nLun. Maafkan Sagara kalau telat.”  \n“Inggih, Tante.”Apalah arti menunggu  \nbeberapa puluh menit lebih lama dibanding  \nkebaikan Tante Wilma dan effort wanita itu  \nyang begitu besar dalam menolongnya.“Saya  \nbaik-baik saja kok. Ini saya menunggu di  \nruangan yang nyaman, sambil duduk. Sama  \nLove Then And Now | 11  \nDont War, Sharing, and Barter This File !  \nsekali tidak memberatkan,” lanjutnya dengansuara lebih lembut serta sopan. Sekuattenaga Aluna harus berusaha meyakinkan Tante Wilma agar beliau tidak panik oleh sesuatu yang tidak terlalu penting ini.  \n“Ya sudah. Kalau begitu Tante bisa tenang kalau kamu ndak panik karena berada ditempat baru.”  \nIni siapa yang panik, siapa yang ngomong sih? Pikir Aluna geli. “Inggih, Tante.”  \n“Pokoknya kabar-kabar sama Tante lho, ya. Ini Tante akan terus telepon Sagara. Walaupun HP-nya ndak bisa dihubungi, Tante bakal ngebom japri di WA Sagara. Ben kapok bocah kae (Biar kapok anak itu) .”  \n“Inggih—”  \nLove Then And Now | 12  \nDont War, Sharing, and Barter This File !  \n“Pokoknya hati-hati di tempat baru. Wes yo, Nduk.”  \nUntung obrolan ini segera berakhir begitu Tante Wilma mengucap salam. Sehingga Aluna bisa menarik napas lega, karena bisa berhenti berpura-pura bersikap manis di saat hatinya gemas luar biasa pada  \nsituasi yang dia hadapi saat ini.  \nAstaga! Tante Wilma memang jelas bukan  \ntandingan Aluna, yang pernah bekerja  \nsebagai corporate credit analyst di sebuah  \nbank nasional yang sangat besar. Yang salah  \nsatu tugasnya adalah meyakinkan  \nmanajemen bank bahwa dia sudah  \nmelakukan an","cbCaiq4AVPXxydpm","https://ap.wps.com/l/cbCaiq4AVPXxydpm","pdf",6947215,1641,"Indonesian","# Love Then And Now\n## Percakapan Aluna dan Tante Wilma\n## Penantian di Stasiun Gubeng","[{\"question\":\"Mengapa Tante Wilma terus menelepon Aluna?\",\"answer\":\"Tante Wilma cemas karena menunggu Sagara datang, dan ia ingin memastikan kabar serta menenangkan keadaan melalui Aluna.\"},{\"question\":\"Bagaimana respons Aluna saat ditanya tentang kedatangan Sagara?\",\"answer\":\"Aluna menjawab dengan sopan bahwa Sagara belum datang, menekankan kesabaran dan bahwa waktu belum jadi masalah.\"},{\"question\":\"Di mana Aluna menunggu dan bagaimana kondisinya?\",\"answer\":\"Aluna tiba di Stasiun Gubeng dan menunggu di ruangan yang nyaman sambil tetap bersikap baik serta tidak menyulitkan siapa pun.\"}]","Love Then And Now - read online free | PDF",1790679926,2527]