[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-55751-id":3,"doc-seo-55751-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},55751,13056703019662,"Evangeline","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253a8e92610077?_k=1778726343310543188",48,"Cerita & Novel","Hidup dalam Harmoni","Dokumen \"Hidup dalam Harmoni\" menceritakan kisah persahabatan unik antara seekor kuntul kecil dan seekor gagak kecil yang berpindah ke pohon yang sama. Awalnya, kedua keluarga burung tersebut khawatir akan terjadi pertengkaran karena saling memperebutkan tempat. Namun, saat orang tua mereka mencari makan, anak-anak burung menjadi teman baik. Dalam petualangan mereka, mereka menyaksikan berbagai kejadian yang mengajarkan mereka tentang harmoni dan kebaikan. Mereka melihat seekor gajah dan singa yang berjalan berpapasan di jalan sempit tanpa berkelahi, karena menyadari bahwa meskipun mereka memiliki kekuatan yang sama, makanan mereka berbeda sehingga tidak perlu bersaing. Kemudian, mereka terkejut melihat seekor induk kucing menyusui seekor bayi tikus, yang menunjukkan tindakan membantu sesama yang membutuhkan. Perjalanan mereka berlanjut dengan pertemuan seekor anjing yang memberikan makanannya kepada seekor kucing kecil, menekankan bahwa makhluk yang lebih besar harus bersikap baik kepada yang lebih kecil. Pengalaman-pengalaman ini membuat kedua anak burung sangat senang dan menyadari pentingnya tidak bertengkar dengan makhluk yang memiliki kekuatan sama, saling membantu, dan menunjukkan kebaikan kepada yang lebih lemah. Mereka bersemangat untuk berbagi pelajaran berharga ini dengan orang tua mereka, berharap keluarga mereka akan lebih bahagia dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Cerita ini kaya akan pesan moral tentang koeksistensi damai, empati, dan kebaikan antar semua makhluk hidup.","Hidup dalam Harmoni Myint Cho  \nThiha (Sakhan Thit)  \nPada suatu hari, keluarga kuntul dan keluargagagak pindah ke satu pohon besar yang samadi hutan. Kedua keluarga itu cemas kalaukalau akhirnya akan bertengkar satu samalain untuk memperebutkan tempat.  \nKetika para orang tua keluar mencari makan, seekor kuntul kecil dan seekor gagak keciltetap di pohon. Tak lama mereka pun berteman!  \nKedua anak burung itu bertualang bersamadi hutan. Tiba-tiba, kedua anak burung itu bertemu seekor gajah dan singa yang sedang berpapasan dijalan sempit. Kedua anak burung itu berpikir gajah dan singa akan saling menyerang, tapi gajah dan singaberjalan ke arah masing-masing. Kedua anak burung itu takjub.  \nGajah pun menjelaskan, “Kami memilikikekuatan yang sama, tapi makanan kami berbeda, jadi kami tidak perlu berkelahi. Kami mempersilakan masing-masing lewat, walaupun jalan itu sempit.”  \nKemudian, saat beristirahat, merekamendengar suara-suara . Seekor induk kucing sedang menyusui seekor bayi tikus.  \nInduk kucing bilang,”Aku sudah kehilangananak-anakku dan bayi tikus ini tidak punya induk. Inilah caraku membantu yang membutuhkan.”  \nPetualangan semakin jauh, kedua anak burung itu melihat seekor anjing. Apa yang sedang anjing itu lakukan? Anjing itu sedang memberikan makanannya kepada seekor kucing kecil.  \nAnjing itu menjelaskan bahwa makhluk besarseharusnya bersikap baik kepada makhluk kecil.  \nKedua anak burung itu senang sekali dengan pengalaman ini! Keduanya menyadari bahwa makhluk berkekuatan sama tidak perluberkelahi. Semua makhluk seharusnyamembantu sesama . Dan makhluk besarseharusnya bersikap baik terhadap makhluk kecil. Mungkin saja keluarga kedua anak burung akan lebih bahagia jika melakukan hal-hal ini! Kedua anak burung tidak sabarmenceritakan semua kepada orang tua mereka.","cbCaiiFYyfa9BgwZ","https://ap.wps.com/l/cbCaiiFYyfa9BgwZ","pdf",1570659,5,1,18,"Indonesian","id",113,"# Sinopsis\n## Pertemuan Kuntul dan Gagak Kecil\n## Pelajaran dari Gajah dan Singa\n## Kebaikan Kucing dan Tikus\n## Anjing dan Kucing Kecil\n## Kesadaran dan Harapan","[{\"question\":\"Siapa saja karakter utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Karakter utama dalam cerita ini adalah seekor kuntul kecil dan seekor gagak kecil yang menjadi teman baik.\"},{\"question\":\"Pelajaran apa yang didapat kedua anak burung dari gajah dan singa?\",\"answer\":\"Kedua anak burung belajar bahwa makhluk dengan kekuatan yang sama tidak perlu berkelahi, terutama jika kebutuhan mereka berbeda, seperti halnya gajah dan singa yang memiliki makanan yang berbeda sehingga tidak perlu bersaing.\"},{\"question\":\"Mengapa induk kucing menyusui bayi tikus?\",\"answer\":\"Induk kucing menyusui bayi tikus karena ia telah kehilangan anak-anaknya sendiri dan bayi tikus tersebut tidak memiliki induk, sehingga ia menunjukkan tindakan kebaikan dengan membantu makhluk yang membutuhkan.\"}]",1783682605,28,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"living-in-harmony","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/living-in-harmony/55751/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-21","2026-07-10",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Siapa saja karakter utama dalam cerita ini?","Question",{"text":76,"@type":77},"Karakter utama dalam cerita ini adalah seekor kuntul kecil dan seekor gagak kecil yang menjadi teman baik.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Pelajaran apa yang didapat kedua anak burung dari gajah dan singa?",{"text":81,"@type":77},"Kedua anak burung belajar bahwa makhluk dengan kekuatan yang sama tidak perlu berkelahi, terutama jika kebutuhan mereka berbeda, seperti halnya gajah dan singa yang memiliki makanan yang berbeda sehingga tidak perlu bersaing.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Mengapa induk kucing menyusui bayi tikus?",{"text":85,"@type":77},"Induk kucing menyusui bayi tikus karena ia telah kehilangan anak-anaknya sendiri dan bayi tikus tersebut tidak memiliki induk, sehingga ia menunjukkan tindakan kebaikan dengan membantu makhluk yang membutuhkan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":100},"story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":97,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":97,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":97,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":97,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]