[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-51648-id":3,"doc-seo-51648-113":29,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":20,"is_downloadable":20,"audit_status":20,"page_count":21,"language":22,"language_code":23,"site_id":24,"html_lang":23,"table_of_contents":25,"faqs":26,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":27,"read_time":28},51648,13056703020460,"Valentina","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923",48,"Cerita & Novel","Dokter Cilik","Dokter Cilik Kim An Arun, Kim Ann Arun; Ty Sovan Panha, Kim An Arun. Hari ini, Vita dan Veha berada di rumah saja karena orang tua mereka sibuk. Vita senang bermain dokter-dokteran, tetapi Veha tidak menyukai permainan itu. Vita mengajak Veha untuk bermain bersama. Dia berpura-pura memiliki peralatan dokter. Vita berpura-pura menjadi dokter, dia memeriksa Veha. Vita berseru, “Tenang. Biar dokter memeriksa  mu.” Oh, suhu badan Veha tidak tinggi! Detak jantungnya pun normal! Veha bosan. “Vita, aku tidak suka permainan ini. Bagaimana kalau kita bermain petak umpet saja?” Veha bertanya. “Tidak, kita hanya berdua,” Vita menolak. “Pasti tidak seru. Bagaimana kalau kau yang jadi dokternya?” Kemudian, dia memberikan peralatan dokter kepada Veha. Veha masih juga bosan. Ketika Vita berbalik, Veha berlari ke dalam rumah untuk bersembunyi. Vita memandang berkeliling, tetapi tidak melihat adiknya. Vita berseru, “Di mana kau, Veha?” Namun, tidak ada jawaban. Vita masuk dan mencari Veha. Veha bersembunyi dan menertawakan kakaknya. Lalu, dia masuk ke sebuah kamar untuk bersembunyi. “Veha, kau di dalam rumah?” Hening. Tidak ada jawaban. Tak lama kemudian, Vita mendengar Veha terjatuh di kamar. Vita masuk dan melihat lutut adiknya terluka. Dia sangat ketakutan, tetapi tidak tahu cara menghubungi orang tuanya. Vita mendapat ide: dia akan membalut lutut adiknya dengan perban. Vita mengambil kunci untuk membuka sebuah laci, berharap menemukan kapas, kasa, dan perban. Namun, karena ketakutan, dia menjatuhkan kunci di samping sebuah peti berat. “Auw! Sakit sekali!” Veha berseru. “Tunggu sebentar! Aku menjatuhkan kuncinya!” sahut Vita.","Dokter Cilik Kim An Arun, Kim Ann Arun  \nTy Sovan Panha, Kim An Arun  \nHari ini, Vita dan Veha di rumah saja karenaorangtua mereka sibuk. Vita senang bermain dokter-dokteran, tetapi Veha tidak sukapermainan itu.  \nVita mengajak Veha untuk bermain bersama. Dia berpura-pura memiliki peralatan dokter.  \nVita berpura-pura menjadi dokter. Dia memeriksa Veha.  \nVita berseru,”Tenang. Biar doktermemeriksamu.”  \nOh, suhu badan Veha tidak tinggi! Detak jantungnya pun normal!  \nVeha bosan.  \n”Vita, aku tidak suka  \npermainan ini. Bagaimana kalau kita bermain petak umpet saja?” Veha bertanya.  \n”Tidak, kita hanya berdua,” Vita menolak. ”Pasti tidak seru . Bagaimana kalau kau yang jadi dokternya?”  \nKemudian, dia memberikan peralatan dokterkepada Veha.  \nVeha masih juga bosan.  \nKetika Vita berbalik, Veha berlari ke dalam rumah untuk bersembunyi. Vita memandang berkeliling, tetapi tidak melihat adiknya.  \nVita berseru,”Di mana kau, Veha?” Namun, tidak ada jawaban.  \nVita masuk dan mencari Veha. Vehabersembunyi dan menertawakan kakaknya. Lalu, dia masuk ke sebuah kamar untuk bersembunyi.  \n”Veha, kau di dalam rumah?”  \nHening. Tidak ada jawaban.  \nTak lama kemudian, Vita mendengar Vehaterjatuh di kamar.  \nVita masuk dan melihat lutut adiknya terluka. Dia sangat ketakutan, tetapi tidak tahu cara menghubungi orangtuanya.  \nVita mendapat ide: dia akan membalut lututadiknya dengan perban.  \nVita mengambil kunci untuk membuka sebuah laci, berharap menemukan kapas, kasa, dan perban.  \nNamun, karena ketakutan, dia menjatuhkan kunci di samping sebuah peti berat.  \n”Auw! Sakit sekali!”Veha berseru.”Tunggu sebentar! Aku menjatuhkan kuncinya!” sahut Vita.","cbCaiviBE6Ud2Q6Y","https://ap.wps.com/l/cbCaiviBE6Ud2Q6Y","pdf",1228950,1,15,"Indonesian","id",113,"# Dokter Cilik","[{\"question\":\"Mengapa Vita dan Veha berada di rumah saja?\",\"answer\":\"Karena orang tua mereka sibuk.\"},{\"question\":\"Apa yang Veha rasakan saat bermain dokter-dokteran?\",\"answer\":\"Veha merasa bosan dan tidak menyukai permainan itu karena dia hanya berdua dengan Vita, sehingga menurutnya tidak seru.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi pada Veha saat bersembunyi?\",\"answer\":\"Saat bersembunyi di dalam kamar, Veha terjatuh dan lututnya terluka.\"}]",1783592120,23,{"code":4,"msg":30,"data":31},"ok",{"site_id":24,"language":23,"slug":32,"title":13,"keywords":33,"description":14,"schema_data":34,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":27},"little-doctor","",{"@graph":35,"@context":85},[36,53,68],{"@type":37,"itemListElement":38},"BreadcrumbList",[39,43,47,50],{"item":40,"name":41,"@type":42,"position":20},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":44,"name":45,"@type":42,"position":46},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":48,"name":12,"@type":42,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":51,"name":13,"@type":42,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/little-doctor/51648/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":23,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":40,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-19","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa Vita dan Veha berada di rumah saja?","Question",{"text":75,"@type":76},"Karena orang tua mereka sibuk.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang Veha rasakan saat bermain dokter-dokteran?",{"text":80,"@type":76},"Veha merasa bosan dan tidak menyukai permainan itu karena dia hanya berdua dengan Vita, sehingga menurutnya tidak seru.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa yang terjadi pada Veha saat bersembunyi?",{"text":84,"@type":76},"Saat bersembunyi di dalam kamar, Veha terjatuh dan lututnya terluka.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":24},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]