[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-158161-113":53,"doc-detail-158161-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","literature-study-on-causes-and-prevention-of-abortions-in-peranakan-etawah-goats-pe-scientific-paper","Studi Literatur tentang Penyebab dan Pencegahan Abortus pada Kambing Peranakan Etawa (PE) - Karya Tulis Ilmiah","","Kambing Peranakan Etawa (PE) memiliki nilai ekonomis tinggi, namun produktivitasnya masih rendah pada peternak rakyat karena manajemen pemeliharaan konvensional, keterbatasan pengetahuan reproduksi, serta penerapan biosekuriti yang kurang. Abortus menjadi permasalahan reproduksi penting yang menimbulkan kerugian ekonomi. Kajian literatur dan laporan kasus menunjukkan abortus pada kambing PE umumnya terjadi pada trimester akhir kebuntingan (umur kebuntingan 3–4 bulan). Penyebab meliputi faktor infeksius seperti Brucella melitensis, Chlamydia abortus, dan Toxoplasma gondii, serta faktor non-infeksius seperti defisiensi nutrisi, stres lingkungan, dan gangguan hormonal. Gejala yang diamati meliputi cairan serosanguinous/mukopurulen, penurunan nafsu makan, peningkatan suhu tubuh 39,5–40,5°C, dan pada sebagian kasus retensi plasenta serta pembengkakan ambing dan kondisi tubuh induk menurun. Kesimpulannya, pengendalian melalui manajemen kesehatan reproduksi terintegrasi, peningkatan pengetahuan peternak, nutrisi tepat, dan biosekuriti dapat menurunkan angka abortus dan meningkatkan efisiensi usaha ternak.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/literature-study-on-causes-and-prevention-of-abortions-in-peranakan-etawah-goats-pe-scientific-paper/158161/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/literature-study-on-causes-and-prevention-of-abortions-in-peranakan-etawah-goats-pe-scientific-paper/158161.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Bill Black","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-18","2026-08-29",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Kapan kejadian abortus pada kambing Peranakan Etawa (PE) umumnya terjadi?","Question",{"text":109,"@type":110},"Kejadian abortus pada wilayah yang dikaji umumnya terjadi pada trimester akhir kebuntingan, pada umur kebuntingan sekitar 3–4 bulan.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa saja faktor penyebab abortus pada kambing PE menurut kajian?",{"text":114,"@type":110},"Abortus dapat disebabkan faktor infeksius seperti Brucella melitensis, Chlamydia abortus, dan Toxoplasma gondii, serta faktor non-infeksius seperti defisiensi nutrisi, stres lingkungan, dan gangguan hormonal.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Gejala klinis apa yang teramati pada kasus abortus kambing PE?",{"text":118,"@type":110},"Gejala meliputi keluarnya cairan serosanguinous atau mukopurulen dari vulva, penurunan nafsu makan, peningkatan suhu tubuh 39,5–40,5°C, dan pada beberapa kasus retensi plasenta serta pembengkakan ambing sebelum waktunya.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},158161,1787996320,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":30},24189269381491,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/160000cf11732dd8392?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1788146458752108895","STUDI LITERATUR TENTANG PENYEBAB DAN PENCEGAHAN ABORTUSPADA KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE)  \nKARYA TULIS ILMIAH  \nDISUSUN OLEH:  \nFALIP IBNU QODRIAN  \nE0F123022  \nPROGRAM STUDI DIPLOMA III KESEHATAN HEWAN FAKULTAS PETERNAKAN  \nUNIVERSITAS JAMBI  \nSTUDI LITERATUR TENTANG PENYEBAB DAN PENCEGAHANABORTUS PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE)  \nDisajikan oleh :  \nFalip Ibnu Qodrian (E0F123022)  \nDi Bawah Bimbingan : Asri Rizky, S.K.H., M.Si.  \nProgram Studi D-III Kesehatan Hewan Fakultas Peternakan Universitas Jambi Alamat Kontak : Jl Jambi-Ma Bulian Km 15 Mendalo Darat Jambi 3631  \nEmail: [falipibnuqodrian@gmail.com](falipibnuqodrian@gmail.com)  \nRINGKASAN  \nKambing Peranakan Etawa (PE) merupakan salah satu komoditas ternak unggulan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik sebagai penghasil daging maupun susu. Namun, produktivitas kambing PE di tingkat peternak rakyat masih relatif rendah akibat sistempemeliharaan konvensional, keterbatasan pengetahuan manajemen reproduksi, serta rendahnyapenerapan biosekuriti. Salah satu permasalahan reproduksi yang berdampak signifikan terhadapkerugian ekonomi adalah abortus. Abortus pada kambing dapat disebabkan oleh faktor infeksiusseperti Brucella melitensis, Chlamydia abortus, Toxoplasma gondii, serta faktor non-infeksiusseperti defisiensi nutrisi, stres lingkungan, dan gangguan hormonal. Tujuan penulisan ini adalahuntuk meningkatkan keterampilan dalam penanganan kasus abortus pada kambing Peranakan Etawa (PE) di Desa Genangan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, sertamemahami faktor penyebab dan upaya pencegahannya.berdasarkan kajian literatur dan laporankasus lapangan, kejadian abortus pada kambing PE di wilayah tersebut umumnya terjadi pada trimester akhir kebuntingan (umur kebuntingan 3–4 bulan) . Gejala klinis yang teramati meliputikeluarnya cairan serosanguinous atau mukopurulen dari vulva, penurunan nafsu makan, peningkatan suhu tubuh (39,5–40,5°C), serta retensi plasenta pada beberapa kasus. Hasilpemeriksaan fisik menunjukkan adanya pembengkakan ambing sebelum waktunya dan kondisitubuh induk yang menurun. Kesimpulan Abortus merupakan gangguan reproduksi yang berdampak besar terhadap produktivitas dan pendapatan peternak kambing PE. Hasilpemeriksaan kasus menunjukkan keterlibatan faktor infeksius dan non-infeksius secara simultan. Pengendalian melalui manajemen kesehatan reproduksi yang terintegrasi, peningkatan pengetahuan peternak, serta penerapan nutrisi dan biosekuriti yang tepat dapat menurunkanangka kejadian abortus dan meningkatkan efisiensi usaha ternak.  \nKata kunci: Kambing Peranakan Etawa, abortus, reproduksi, faktor infeksius, manajemenkesehatan ternak.  \nSTUDI LITERATUR TENTANG PENYEBAB DAN PENCEGAHANABORTUS PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE)  \nKARYA TULIS ILMIAH  \nOleh:  \nFALIP IBNU QODRIAN  \nE0F123022  \nTelah diuji dihadapan tim penguji  \nPada hari Rabu 08 juli 2026  \nDosen Pembimbing: Asri Rizky, S.K.H., M.Si.  \nDosen Penguji 1 : Prof. Dr. Drh. Fahmida, M.P.  \nDosen Penguji 2 : drh. Teuku Shaddiq Rosa, M.Si  \nMenyetujui:  \nDosen Pembimbing  \nAsri Rizky, S.K.H., M.Si.  \nNIP. 199212022024061001  \nMengetahui: Mengetahui:  \nWakil Dekan BAK Ketua Jurusan Peternakan  \nProf.Dr. Ir. Mairizal, M. Si.  Prof. Dr. Ir. Rahmi Dianita, S.Pt., M. Sc., IPM  \nNIP. 196805281993031001 NIP. 197105251997032012  \nPERNYATAAN  \nDengan ini saya menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Studi Literaturtentang Penyebab dan Pencegahan Abortus pada Kambing Peranakan Etawa (PE) Kabupaten Blitar Jawa Timur” adalah karya saya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun ke Perguruan Tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau yang dikutip dari karya yang diterbitkan dan yang tidak diterbitkan penulis lainnya, telah disebut di dalam teks dandicantumkan dalam bentuk pustaka di bagian akhir Karya Tulis Ilmiah ini sesuai kaidah penulisan Ilmiah yang berlaku.  \nJambi 08 Juli 2026  \nFalip Ibnu Qodrian  \nRIWAYAT HIDUP  \nPenulis dilahirkan pada tanggal 20 Januari 20","cbCaiewgZPT8c0qp","https://ap.wps.com/l/cbCaiewgZPT8c0qp","pdf",876725,35,"Indonesian","# Ringkasan\n## Penyebab abortus (infeksius dan non-infeksius)\n## Kejadian dan gejala klinis pada kasus\n## Kesimpulan dan upaya pengendalian\n# Kata kunci","[{\"question\":\"Kapan kejadian abortus pada kambing Peranakan Etawa (PE) umumnya terjadi?\",\"answer\":\"Kejadian abortus pada wilayah yang dikaji umumnya terjadi pada trimester akhir kebuntingan, pada umur kebuntingan sekitar 3–4 bulan.\"},{\"question\":\"Apa saja faktor penyebab abortus pada kambing PE menurut kajian?\",\"answer\":\"Abortus dapat disebabkan faktor infeksius seperti Brucella melitensis, Chlamydia abortus, dan Toxoplasma gondii, serta faktor non-infeksius seperti defisiensi nutrisi, stres lingkungan, dan gangguan hormonal.\"},{\"question\":\"Gejala klinis apa yang teramati pada kasus abortus kambing PE?\",\"answer\":\"Gejala meliputi keluarnya cairan serosanguinous atau mukopurulen dari vulva, penurunan nafsu makan, peningkatan suhu tubuh 39,5–40,5°C, dan pada beberapa kasus retensi plasenta serta pembengkakan ambing sebelum waktunya.\"}]","Studi Literatur tentang Penyebab dan Pencegahan Abortus pada Kambing Peranakan Etawa (PE) - Karya Tulis Ilmiah | PDF"]