[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228523-113":53,"doc-detail-228523-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","legal-analysis-of-the-role-of-police-animals-in-criminal-investigation-under-law-no-2-of-2002-kepri-regional-police-research-study","Analisa Yuridis Peran Polisi Satwa dalam Penyidikan Tindak Pidana Menurut Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia - Studi Penelitian Polda Kepri","","Penelitian ini bertujuan mengungkap kasus kejahatan tindak pidana pemerkosaan serta menganalisis peran polisi satwa dalam mendukung penyidikan. Penelitian menelaah prosedur penggunaan anjing pelacak jenis Helder pada perkara pemerkosaan, termasuk faktor penghambat yang dialami penyidik ketika menangani kasus dengan bantuan unit anjing pelacak. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menggabungkan peraturan perundang-undangan dan observasi lapangan di Polda Kepri serta Polresta Barelang. Hasil awal menunjukkan penggunaan unit anjing pelacak membantu olah tempat kejadian perkara karena petunjuk dapat diketahui lebih cepat.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/legal-analysis-of-the-role-of-police-animals-in-criminal-investigation-under-law-no-2-of-2002-kepri-regional-police-research-study/228523/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/legal-analysis-of-the-role-of-police-animals-in-criminal-investigation-under-law-no-2-of-2002-kepri-regional-police-research-study/228523.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Ophelia","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-17","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan penelitian mengenai peran polisi satwa dalam penyidikan tindak pidana pemerkosaan?","Question",{"text":109,"@type":110},"Penelitian bertujuan mengungkap kasus pemerkosaan serta menganalisis prosedur dan peran penggunaan anjing pelacak dalam mendukung penyidikan.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana prosedur penggunaan anjing pelacak jenis Helder dalam penyidikan?",{"text":114,"@type":110},"Penggunaan unit anjing pelacak membantu penyidik dalam olah tempat kejadian perkara, sehingga petunjuk dapat diketahui lebih cepat melalui penciuman anjing pelacak.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Metode penelitian apa yang digunakan dalam penelitian ini?",{"text":118,"@type":110},"Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan menggabungkan peraturan perundang-undangan dan observasi lapangan, termasuk wawancara di Polda Kepri dan Polresta Barelang.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},228523,1789026989,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},7971461741311,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/74000253aff267980c6?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779345379180704826","PETITA, Vol. 2 No. 1 : 113-119 JUNI, 2020  \nP – ISSN : 2657-0270  \nE – ISSN : 2656-3371  \n[https://journal.unrika.ac.id/index.php/petita/index](https://journal.unrika.ac.id/index.php/petita/index)  \nANALISA YURIDIS PERAN POLISI SATWA DALAMPENYIDIKAN TINDAK PIDANA MENURUT UNDANG – UNDANG NO 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA  \n(STUDI PENELITIAN POLDA KEPRI)  \nIspandir Hutasoit, Adi Candra  \nProgram Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau Kepulauan  \n[ifan_hutasoit@yahoo.co.id](ifan_hutasoit@yahoo.co.id)  \nABSTRAK  \nPenelitian ini bertujuan mengungkapkan suatu kasus kejahatan tindak pidanapemerkosaan. Prosedur dari penggunaan anjing pelacak jenis helder dalam suatukasus tindak pidana pemerkosaan dan Faktor yang menjadi hambatan yang dialami oleh penyidik dalam penyidikan kasus tindak pidana pemerkosaan dengan bantuan unit anjing pelacak. (Studi kasus Polda Kepri) . Penelitian ini menggunakan metode dengan menggabungkan peraturan perundang – undangandan melakukan observasi di lapangan dalam hal ini Polda Kepri dan Polresta Barelang maka disebut juga Metode Penelitian Yuridis Normatif. Pada prosesawal penyidikan tindak pidana pemerkosaan penggunaan unit anjing pelacak yang berada pada Polda Kepri sangat membantu penyidik Rekrim Polresta Barelang dalam melakukan olah tempat kejadian perkara dimana petunjuk – petunjuk dapat diketahui dengan cepat berkat penciuman anjing pelacak jenis helder tersebut.  \nKata Kunci: Anjing Pelacak, Penyidikan, Tindak Pidana  \nABSTRACT  \nThis study aims to reveal a case of crime crime rape. The procedure of the use of a Helder type dog tracker in a case of a crime of rape and a factor that became a barrier experienced by the investigator in the investigation into the case of a crime of rape with the help of a tracking dog unit. (Kepri Regional Police Case Study). This study uses a method by combining legislation and observations in the field in this case the Riau Islands Regional Police and Barelang Police are also called the normative juridical research method. In the initial process of investigating the crime of the use of tracking dog units which were in the Riau Islands Regional Police strongly helped by the recreanient investigator of the Barelang Police in conducting a crime scene where instructions could be known quickly thanks to the smell of the Helder type tracking dog.  \nKeywords: Dog Tracker, Investigation, Crime  \nPETITA, Vol. 2 No. 1 : 113-119 JUNI, 2020  \nP – ISSN : 2657-0270  \nE – ISSN : 2656-3371  \n[https://journal.unrika.ac.id/index.php/petita/index](https://journal.unrika.ac.id/index.php/petita/index)  \nPENDAHULUAN  \nAnjing pelacak sebagai mitra kerja di Polri dapat membantu dan meringankan tugas para penyidik karena penciuman yang sangat tajam untuk mencari petunjuk permulaan. Dalam sebuah pelatihan ada polisi khusus untuk melatih anjing pelacak jenis Helder tersebut diberi latihan setiap minggu gunamengasah kemampuan dalam mencari barang bukti, petunjuk permulaan bahkan mengejar pelaku tindak pidana.  \nSejarah penggunaan anjing pelacak jenis Helder Polri dimulai sejak tahun 1959, berdasarkan Surat Keputusan Mentri Panglima Angkatan Bersenjata RIterbentuklah untuk pertama kalinya satuan anjing pekerja yang bernama Brigade Anjing Polisi yang pada saat sekarang berada pada tiap – tiap Polda di ibukota daerah yang ada di Indonesia.  \nJenis Penelitian  \nMetode Penelitian yang dipakai dalam peneletian di Polda Kepri dan Polresta Barelang adalah Metode Yuridis Empris yang artinya penulis menggabungkan peraturan perundang – undangan dengan observasi di lapangan berupa wawancara dengan penyidik reskrim dan pelaku tindak pidanapemerkosaan beserta pembunuhan di lingkungan Polresta Barelang.  \nHASIL DAN PEMBAHASAN  \nProses Prosedur penggunaan anjing pelacak penyelidikan suatu tindak pidana (Studi Penelitian Polda Kepri)  \nBerdasarkan ruang lingkup penulis dalam penelitian skripsi ini yang bekerja sebagai anggota Polri khususnya Polda Kepri satuan CA-Nine maka ","cbCaieWSCSobpQVO","https://ap.wps.com/l/cbCaieWSCSobpQVO","pdf",203419,7,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Peran anjing pelacak dalam membantu penyidik\n## Sejarah penggunaan anjing pelacak Helder Polri\n# Jenis Penelitian dan Metode\n## Metode yuridis empiris\n# Hasil dan Pembahasan\n## Prosedur penggunaan anjing pelacak dalam penyelidikan\n## Ruang lingkup penelitian dan proses pengamatan\n## Kasus posisi dan uraian singkat kasus","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian mengenai peran polisi satwa dalam penyidikan tindak pidana pemerkosaan?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengungkap kasus pemerkosaan serta menganalisis prosedur dan peran penggunaan anjing pelacak dalam mendukung penyidikan.\"},{\"question\":\"Bagaimana prosedur penggunaan anjing pelacak jenis Helder dalam penyidikan?\",\"answer\":\"Penggunaan unit anjing pelacak membantu penyidik dalam olah tempat kejadian perkara, sehingga petunjuk dapat diketahui lebih cepat melalui penciuman anjing pelacak.\"},{\"question\":\"Metode penelitian apa yang digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan menggabungkan peraturan perundang-undangan dan observasi lapangan, termasuk wawancara di Polda Kepri dan Polresta Barelang.\"}]","Analisa Yuridis Peran Polisi Satwa dalam Penyidikan Tindak Pidana Menurut Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia - Studi Penelitian Polda Kepri | PDF",11]