[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40452-id":3,"doc-seo-40452-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40452,1099514068035,"Ezra","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",55,"Agama & Spiritualitas","Keluar dari Ekstremisme Delapan Kisah Hijrah Dari Kekerasan Menuju Binadamai","Buku “Keluar dari Ekstremisme: Delapan Kisah ‘Hijrah’ Dari Kekerasan Menuju Binadamai” membahas proses deradikalisasi melalui transformasi personal yang dialami individu yang sebelumnya terlibat ekstremisme dan kekerasan. Terdapat delapan kisah hijrah dari Maluku, Poso, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Ambon, dan Aceh—meliputi mantan tentara anak, mantan teroris-jihadis, serta figur yang berperan membangun rekonsiliasi dan memperjuangkan hak asasi manusia. Melalui pengalaman mereka, pembaca diajak belajar agar tidak mengulang siklus kekerasan.","KELUAR DARI EKSTREMISME  \nDelapan Kisah “Hijrah”  \nDari Kekerasan Menuju Binadamai  \nEditor:  \nIhsan Ali-Fauzi & Dyah Ayu Kartika  \nKontributor:  \nAli Nur Sahid  Fini Rubianti  Husni Mubarok Sri Lestari Wahyuningroem  Zainal Abidin Bagir Irsyad Rafsadie  Jacky Manuputty  \nKeluar dari Ekstremisme: Delapan Kisah “Hijrah” Dari Kekerasan Menuju Binadamai  \nKELUAR DARI EKSTREMISME  \nDelapan Kisah “Hijrah”  \nDari Kekerasan Menuju Binadamai  \nEditor:  \nIhsan Ali-Fauzi & Dyah Ayu Kartika  \nKontributor:  \nAli Nur Sahid  Fini Rubianti  Husni Mubarok Sri Lestari Wahyuningroem  Zainal Abidin Bagir Irsyad Rafsadie  Jacky Manuputty  \nPUSAD Paramadina, 2018  \nKeluar dari Ekstremisme:  \nDelapan Kisah “Hijrah” Dari Kekerasan Menuju Binadamai  \nPenyunting: Ihsan Ali-Fauzi & Dyah Ayu Kartika  \nTata Letak: Muhammad Agung Saputro  \nDiterbitkan oleh  \nPusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Wakaf Paramadina, Jakarta, 2018  \ndidukung dalam rangka kerja sama UNDP-PPIM UIN Jakarta melalui Proyek CONVEY.  \nAlamat Penerbit:  \nBona Indah Plaza Blok A2 No. B11 Jl. Karang Tengah Raya, Jakarta 12440 Telp. 0815 1166 6075  \n[http://paramadina-pusad.or.id](http://paramadina-pusad.or.id)  \n[ISBN 978-979-772-059-9](ISBN 978-979-772-059-9)  \nPengantar Penerbit  \nBelakangan ini cukup banyak riset dan dokumentasi dilakukan di Indonesia tentang bagaimana orang menjadi radikal, ekstremis, bahkan teroris. Tapi masih sangat jarang riset dibuat tentang proseskebalikannya: bagaimana dan mengapa orang berhenti dari menjadi radikal, ekstremis, teroris.  \nHal ini patut disayangkan, karena sebagaimana proses radikalisasibisa dipelajari, demikian juga proses deradikalisasi. Inilah proses yang dalam buku ini kami sebut “transformasi personal” atau “hijrah” dari ekstremisme menuju binadamai.  \nAdadelapan kisahhijrah yang disampaikandalambukuini. Merekamencakup mantan tentara anak di Maluku, mantan teroris-jihadis di Poso, pembangun rekonsiliasi antara pihak-pihak yang berseberanganterkait peristiwa 1965 di Jawa dan Nusa Tenggara Timur, dan mantankorban/pelaku konflik kekerasan di Ambon dan Aceh.  \nKetika Indonesia masih diganggu berbagai jenis ekstremisme, sangat penting bagi bangsa ini untuk mendengar dan belajar dari pengalaman mereka. Bukankah kita harus belajar dari sejarah dan, seperti kata pepatah, sebaiknya tidak jatuh dua kali ke dalam lubangyang sama?  \nDengan selesainya pekerjaan ini, kami ingin mengucapkan terimakasih pertama-tama kepada semua tokoh yang kisah mereka ditampilkan di sini. Merekalah aktor pemeran utama dalam buku ini. Tanpa dukungan mereka, pekerjaan ini bahkan tidak mungkindimulai.  \nKami juga ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada parakontributor yang sudah susah dan payah mewawancarai narasumber mereka dan menuliskannya di sini. Mereka semua, baik yang lakimaupun perempuan, adalah pemeran pembantu terbaik yang selalu dapat diandalkan, di musim panas atau hujan.  \nAkhirnya, atas nama PUSAD Paramadina, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta. Atas kepercayaan merekalah, bersama UNDP dan Convey, PUSAD Paramadina dapat mengerjakanamaliyat ini.  \nSemoga kerja-kerja kita ini ada gunanya. Amin.  \nJakarta, 10 Februari 2017 Ihsan Ali-Fauzi  \nDaftar Isi  \nPengantar Penerbit iii  \nPendahuluan:  \nKeluar dari Ekstremisme: Biografi Hijrah dari Kekerasan  \nIhsan Ali-Fauzi 1  \nBab I:  \nDari Tarian Perang ke Tarian Damai:  \nTransformasi Ronald Regang, Mantan Tentara Anak Maluku  \nJacky Manuputty 15  \nBab II:  \n“Jalan Pulang” menurut Mantan Teroris Jihadis: Kekerasan dan Binadamai di Poso, Sulawesi Tengah  \nIhsan Ali-Fauzi 49  \nBab III:  \nDari Korban ke Pembela Hak-hak Asasi Manusia: Pengalaman Transformasi Pendeta Palti Panjaitan  \nHusni Mubarok 77  \nBab IV:  \nInong Balee Mencari Keadilan: Khairunisak Rusli di antara Perjuangan Politik dan PerjuanganPerempuan  \nSri LestariWahyuningroem 103  \nBab V:  \nDari Perakit Bom ke Perekat Perdamaian: Mengenal Baihajar Tuale","cbCaikFqXWTPchQg","https://ap.wps.com/l/cbCaikFqXWTPchQg","pdf",1246918,5,1,256,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Penerbit\n# Pendahuluan: Keluar dari Ekstremisme: Biografi Hijrah dari Kekerasan\n# Bab I: Dari Tarian Perang ke Tarian Damai\n# Bab II: “Jalan Pulang” menurut Mantan Teroris Jihadis\n# Bab III: Dari Korban ke Pembela Hak-hak Asasi Manusia\n# Bab IV: Inong Balee Mencari Keadilan\n# Bab V: Dari Perakit Bom ke Perekat Perdamaian\n# Bab VI: Tawaran “Rekonsiliasi Kultural”\n# Bab VII: “Penyembuhan” untuk Berdamai dengan Masa Lalu\n# Bab VIII: Pagi Bakalae, Malam Bakubae\n# Penutup: Pelajaran dari Delapan Hijrah\n# Tentang Penulis","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan “hijrah” dalam buku ini?\",\"answer\":\"“Hijrah” dipahami sebagai proses transformasi personal dari ekstremisme menuju binadamai melalui deradikalisasi. Buku menekankan pentingnya mempelajari proses kebalikannya, yaitu berhentinya seseorang dari menjadi ekstremis atau teroris.\"},{\"question\":\"Siapa saja tokoh dan konteks peristiwa yang dibahas dalam delapan kisah hijrah?\",\"answer\":\"Kisah mencakup mantan tentara anak di Maluku, mantan teroris-jihadis di Poso, pembangun rekonsiliasi terkait peristiwa 1965 di Jawa dan Nusa Tenggara Timur, serta mantan korban/pelaku konflik kekerasan di Ambon dan Aceh.\"},{\"question\":\"Mengapa pembahasan deradikalisasi dianggap penting menurut pengantar penerbit?\",\"answer\":\"Pengantar menyatakan bahwa riset tentang proses menjadi radikal dan ekstremis sudah banyak, namun studi tentang bagaimana dan mengapa orang berhenti dari ekstremisme masih jarang. Karena itu, buku ini hadir untuk melengkapi pemahaman tersebut.\"}]",1783311759,394,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"leaving-extremism-eight-hijrah-stories-from-violence-to-peace","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/leaving-extremism-eight-hijrah-stories-from-violence-to-peace/40452/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa yang dimaksud dengan “hijrah” dalam buku ini?","Question",{"text":76,"@type":77},"“Hijrah” dipahami sebagai proses transformasi personal dari ekstremisme menuju binadamai melalui deradikalisasi. Buku menekankan pentingnya mempelajari proses kebalikannya, yaitu berhentinya seseorang dari menjadi ekstremis atau teroris.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Siapa saja tokoh dan konteks peristiwa yang dibahas dalam delapan kisah hijrah?",{"text":81,"@type":77},"Kisah mencakup mantan tentara anak di Maluku, mantan teroris-jihadis di Poso, pembangun rekonsiliasi terkait peristiwa 1965 di Jawa dan Nusa Tenggara Timur, serta mantan korban/pelaku konflik kekerasan di Ambon dan Aceh.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Mengapa pembahasan deradikalisasi dianggap penting menurut pengantar penerbit?",{"text":85,"@type":77},"Pengantar menyatakan bahwa riset tentang proses menjadi radikal dan ekstremis sudah banyak, namun studi tentang bagaimana dan mengapa orang berhenti dari ekstremisme masih jarang. Karena itu, buku ini hadir untuk melengkapi pemahaman tersebut.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]