[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40499-id":3,"doc-seo-40499-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40499,7971461740886,"Theodore","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2",49,"Sastra","Layla dan Majnun","Kisah Layla dan Majnun mengisahkan seorang kepala suku yang memohon kepada Tuhan hingga dikaruniai Qais. Qais yang cerdas dan berbakat bertemu Laila, gadis bermata indah yang dijuluki “Sang Malam”. Di sekolah, cinta mereka berkembang menjadi api yang menguasai pikiran dan tindakan. Namun larangan keluarga dan gunjingan masyarakat memisahkan mereka; Qais kemudian menjadi “Majnun”, mengembara dan melafalkan syair, menjalin harapan melalui alam sekitar, hingga kerinduannya menjadi penderitaan mendalam.","Layla dan Majnun  \nAlkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desaitu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan anugerah kepada merekaberdua. \"Mengapa tidak?\" jawab sang kepala suku. \"Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.\"  \nMereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. \"Wahai Segala Kekasi h, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatankepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.\"  \nTak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampa n, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman. Sejak awal, Qais telah memperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan musik, menggubah syair dan melukis.  \nKetika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah sekolah yang indah dengan guru-guru terbaik di Arab yang mengajar di sana , dan hanyabeberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelak i dan perempuan dan keluargaterpandang d i seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.  \nDi antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam; karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila-\"Sang Malam\" . Meski ia baru berusia duabelas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab-sebagaimana lazim nya kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni sembilan tahun.  \nLaila dan Qais adalah teman sekelas. Sejak hari pertama masuk sekolah, mereka sudah  \nsaling tertarik satu sama lain. Seiring dengan berlalunya waktu, percikan ketertarikan ini makin lama menjadi api cinta yang membara. Bagi mereka berdua, sekolah bukan lagitempat belajar. Kini, sekolah menjadi tempat mereka saling bertemu. Ketika guru sedangmengajar, mereka saling berpandangan. Ketika tiba waktunya menulis pelajaran, mereka justru saling menulis namanya di atas kertas. Bagi mereka berdua, tak ada teman ataukesenangan lainnya. Dunia kini hanyalah milik Qais dan Laila.  \nMereka buta dan tuli pada yang lainnya. Sedikit demi sedikit, orang-orang mulai mengetahui cinta mereka, dan gunjingan-gunjingan pun mulai terdengar. Di zaman itu, tidaklah pantasseorang gadis dikenal sebagai sasaran cinta seseorang dan sudah pasti mereka tidak akan menanggapinya. Ketika orang-tua Laila mendengar bisik-bisik tentang anak gadis mereka, mereka pun melarangnya pergi ke sekolah. Mereka tak sanggup lagi menahan beban malupada masyarakat sekitar.  \nKetika Laila tidak ada di ruang kelas, Qais menjadi sangat gelisah sehingga ia men inggalkan sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan memanggil-manggil namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan. Ia hanya berbicara tentang Laila dan tidak juga menjawab pertanyaan orang-orang kecuali bila mereka bertanya tentang Laila. Orang-orang pun tertawa dan berkata, \" Lihatlah Qais , ia sekarang telah menjadi seorang majnun, gila!\"  \nAkhirnya, Qais dikenal dengan nama in i, yakni “Majnun”. Melihat orang-orang dan mendengarkan mereka berbicara membuat Majnun tidak tahan. Ia hanya ingin melihat dan berjumpa dengan Laila kekasihnya. Ia tahu bahwa Laila tela h dipingit ole h orang tuanya dirumah, yang dengan b","cbCain7yZMwIiYc4","https://ap.wps.com/l/cbCain7yZMwIiYc4","pdf",2293846,5,1,12,"Indonesian","id",113,"# Layla dan Majnun\n## Permohonan akan anak dan kelahiran Qais\n## Sekolah dan tumbuhnya cinta\n## Gunjingan masyarakat serta larangan\n## Majnun mengembara mencari Laila\n## Harapan melalui alam dan kerinduan","[{\"question\":\"Mengapa Qais dijuluki “Majnun”?\",\"answer\":\"Qais menjadi dikenal sebagai “Majnun” karena kegelisahan dan ketidakmampuannya menahan kerinduan kepada Laila sampai ia terlihat seperti orang gila di mata masyarakat.\"},{\"question\":\"Bagaimana hubungan Qais dan Laila bermula?\",\"answer\":\"Keduanya adalah teman sekelas. Sejak hari pertama, mereka saling tertarik, lalu cinta mereka tumbuh hingga sekolah terasa seperti tempat untuk bertemu, bukan hanya belajar.\"},{\"question\":\"Apa yang menyebabkan Laila dilarang pergi ke sekolah?\",\"answer\":\"Orang-orang mulai mengetahui dan menggunjingkan hubungan mereka. Orang tua Laila kemudian melarang Laila pergi ke sekolah karena tekanan dan beban terhadap pandangan masyarakat.\"}]",1783312089,18,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"layla-and-majnun","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/layla-and-majnun/40499/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-18","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Mengapa Qais dijuluki “Majnun”?","Question",{"text":76,"@type":77},"Qais menjadi dikenal sebagai “Majnun” karena kegelisahan dan ketidakmampuannya menahan kerinduan kepada Laila sampai ia terlihat seperti orang gila di mata masyarakat.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana hubungan Qais dan Laila bermula?",{"text":81,"@type":77},"Keduanya adalah teman sekelas. Sejak hari pertama, mereka saling tertarik, lalu cinta mereka tumbuh hingga sekolah terasa seperti tempat untuk bertemu, bukan hanya belajar.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa yang menyebabkan Laila dilarang pergi ke sekolah?",{"text":85,"@type":77},"Orang-orang mulai mengetahui dan menggunjingkan hubungan mereka. Orang tua Laila kemudian melarang Laila pergi ke sekolah karena tekanan dan beban terhadap pandangan masyarakat.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,115,119,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":97,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":117,"show_sort_weight":97,"slug":118},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":120},"literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]