[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-55591-id":3,"doc-seo-55591-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},55591,2336464648746,"Skyler","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",48,"Cerita & Novel","Ladeha dan Bachhiya","Kisah rakyat tentang Ladeha, seekor rubah yang mengandalkan pujian untuk memantapkan keinginannya berada di sungai. Ladeha membuat bangku dari pasir yang mudah roboh, lalu menemukan cara menguatkannya dengan memanfaatkan katak sebagai anting-anting. Saat manusia, kerbau, dan akhirnya anak sapi Bachhiya datang, Ladeha meminta mereka memuji penampilannya sebagai syarat izin. Bachhiya menolak dan justru berkata sesuai kenyataan, mengakhiri sikap sombong Ladeha.","Ladeha dan Bachhiya Shanti Chaudhary  \nBandana Tulachan  \nDi daerah Bara, terdapat sebuah sungai bernama Pasaha. Suatu hari, seekor rubah bernama Ladeha sampai di pinggiran sungai tersebut. Ladeha berpikir ia sangat cantik. Ia senang dipuji semua orang.  \nLadeha membuat bangku untuk tempatnya duduk menggunakan pasir dari sungai. Namun, bangku itu terus roboh karena hanya dibuat dari pasir.  \nNamun, Ladeha akhirnya menemukan carauntuk menjadikannya lebih kuat.  \nIa menangkap dua ekor katak di sungai, memakainya sebagai anting-anting, kemudian duduk di bangku pasir.  \nTak lama, seorang pria mendekati sungai. Ladeha menghentikannya dan bertanya,”Hai, Manusia! Katakan dahulu bagaimanarupaku? Hanya dengan begitu aku akan mengizinkanmu menyeberangi sungai.”  \nUntuk menyenangkan Ladeha, manusia itu mulai bernyayi:  \n“Di atas bangku pasir, bangku pasir, ditaburi dengan kayu cendana  \nDuduklah sang bijaksana yang memakai antng-anting mutiara di kedua telinganya.”Setelah mendengarkan pujiannya, Ladehadengan sombong berkata,”Baiklah, manusia. Kamu bisa pergi.”  \nBeberapa saat kemudian, seekor kerbau datang untuk mandi di sungai. Ladehamenanyakan pertanyaan yang sama, “Hai, kerbau! Katakan padaku lebih dulu, bagaimana rupaku? Nanti akan aku izinkankamu mandi di anak sungai ini.”  \nUntuk menyenangkan Ladeha, kerbau mulai bernyanyi:  \n“Di atas bangku pasir, bangku pasir ditaburi emas  \nDuduk seorang dewi perkasa yang memakai Anting-anting perak di kedua telinganya.”Setelah mendengarkan pujiannya, Ladehadengan sombong berkata,”Baiklah, kerbau. Kamu bisa pergi.”  \nTidak lama, seekor anak sapi datang untuk minum air. Nama anak sapi itu adalah Bachhiya. Bachhiya seekor anak sapi yang periang dan pemberontak. Ladehamenanyakan pertanyaan yang sama, “Hai, Bachhiya! Katakan padaku lebih dulu, bagaimana rupaku? Nanti akan aku izinkankamu minum dari anak sungai ini.”  \nBachhiya merasa kesal. Mengapa harusmemuji Ladeha untuk dapat minum dari sungai? Bachhiya mengatakan persis seperti yang ia lihat:  \n“Di atas bangku pasir, bangku pasir, bertabur kotoran  \nDuduk Ladeha bodoh yang memakaikatak di kedua telinganya.”","cbCaia8gwF48NSZf","https://ap.wps.com/l/cbCaia8gwF48NSZf","pdf",5088426,3,1,16,"Indonesian","id",113,"# Ladeha Membuat Bangku dari Pasir\n## Puji-Pujian dari Manusia\n## Puji-Pujian dari Kerbau\n## Tantangan dari Bachhiya","[{\"question\":\"Mengapa bangku pasir Ladeha terus roboh?\",\"answer\":\"Karena bangku tersebut hanya dibuat dari pasir sehingga tidak cukup kuat.\"},{\"question\":\"Bagaimana Ladeha akhirnya membuat bangkunya lebih kuat?\",\"answer\":\"Ladeha menangkap dua ekor katak, memakainya sebagai anting-anting, lalu duduk di bangku pasir sambil menggunakan cara itu sebagai penguatan.\"},{\"question\":\"Apa yang Bachhiya katakan ketika Ladeha meminta pujian?\",\"answer\":\"Bachhiya kesal dan berkata sesuai kenyataan, menyebut bahwa Ladeha bodoh dan bertingkah seperti pada syair yang menunjukkan kebohongannya.\"}]",1783682012,25,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"ladeha-and-bachhiya","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/ladeha-and-bachhiya/55591/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-26","2026-07-10",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa bangku pasir Ladeha terus roboh?","Question",{"text":75,"@type":76},"Karena bangku tersebut hanya dibuat dari pasir sehingga tidak cukup kuat.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana Ladeha akhirnya membuat bangkunya lebih kuat?",{"text":80,"@type":76},"Ladeha menangkap dua ekor katak, memakainya sebagai anting-anting, lalu duduk di bangku pasir sambil menggunakan cara itu sebagai penguatan.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa yang Bachhiya katakan ketika Ladeha meminta pujian?",{"text":84,"@type":76},"Bachhiya kesal dan berkata sesuai kenyataan, menyebut bahwa Ladeha bodoh dan bertingkah seperti pada syair yang menunjukkan kebohongannya.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]