[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-124538-id":3,"doc-seo-124538-113":32,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":29,"update_tm":30,"read_time":31},124538,1099523885074,"Ivy","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc",48,"Cerita & Novel","Kubah - Episode 1","\u003Cp>Kubah menampilkan pengalaman seorang bekas tahanan politik Karman dalam episode pembebasannya, ketika surat-surat resmi sudah lengkap namun batinnya tetap gamang. Di bawah terik matahari, kota kabupaten yang berubah membuatnya merasa asing dan terasing, seolah ada garis pemisah tajam antara dirinya dan lingkungan. Bantuan Komandan melalui pertemuan dengan seorang sersan menegaskan ketegangan antara status “bebas” dan rasa tak berarti yang masih membelenggu Karman.\u003C/p>","\u003Cp>KUBAH &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Ahmad Tohari &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Thanks to: &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Tiraikasih Hanaoki Otoy Dim had BBSC &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>And many other people for e book source.... &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Special Thanks to: &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Pengarang bu ku ini yang telah menghasilkan &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>k arya yang he bat &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>eBook ini hanya untuk pelestarian buku darikemusnahan dan arsip digital untuk pendidikanserta membiasakan budaya membaca untuk &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>generasi penerus... &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>DILARANG MENGKOMERSIALKAN EBOOK &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>INI!! &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Belilah buku aslinya di toko terdekat &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>&gt;&gt;AXRA&lt;&lt; &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>(2012) &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Episode 1 &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Dia tampak amat canggung dan gamang. Gerak-geriknya serba kikuksehingga mengundang rasa kasihan. Kepada Komandan, Karmanmembungkuk berlebihan. Kemudian dia mundur beberapa langkah, laluberbalik. Kertas-kertas itu dipegangnya dengan hati-hati, tetapi tangannya bergetar. Karman merasa yakin seluruh dirinya ikut terlipat bersama suratsurat tanda pembebasannya itu. Bahkan pada saat itu Karman merasa totalitas dirinya tidak semahal apa yang kini berada dalam genggamannya. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Sampai di dekat pintu keluar, Karman kembali gagap dan tertegun. Menoleh ke kiri dan kanan seakan ia merasa sedang ditonton oleh seribu pasang mata. Akhirnya, dengan kaki gemetar ia melangkah menuruni tangga gedung Markas Komando Distrik Militer itu. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Terik matahari langsung menyiram tubuhnya begitu Karman mencapaitempat terbuka di halaman gedung. Panas. Rumput dan tanaman hias yang tak terawat tampak kusam dan layu. Banyak daun dan rantingnya yang kering dan mati. Debu mengepul mengikuti langkah-langkah letaki yang baru datang dari Pulau B itu. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Dari jauh Karman melihat lapisan aspal jalan raya memantulkan fatamorgana. Atap seng gedung olahraga di seberang jalan itu berbinarkarena terpanggang panas matahari. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Karena kegamangan belum sepenuhnya hilang, Karman berhenti di dekat tonggak pintu halaman. Tubuhnya terpayungi oleh bayang pohon waru yang daun-daunnya putih karena debu. Karman makin terpana. Dua belas tahun yang lalu suasana tak seramai itu. Mobil-mobil, sepeda motor, dan kendaraan lain saling berlari serabutan. Anak-anak sekolah membentuk kelompok-kelompok di atas sepeda masing-masing. Mereka bergurau sambil mengayuh sepeda. Dan semua bersepatu serta berpakaian baik, &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>sangat berbeda dengan keadaan ketika Karman belum terbuang selama duabelas tahun di Pulau B. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Karman masih terpaku di tempatnya. Kedua matanya disipitkan. Dilihatnya banyak gedung baru bermunculan. Gedung-gedung lama dipugaratau diganti sama sekali. Oh, kota kabupaten ini benar-benar sudah berubah, pikirnya. Dan anehnya perubahan yang tampak merata di depan mata itu membuat Karman merasa makin terasing. Sangat jelas terasakan ada garispemisah yang tajam antara dirinya dengan alam sekitar. Ia merasa tidak menjadi bagian dari bumi dan lingkungan yang sedang dipijaknya. Karmanmerasa dirinya begitu kecil; bukan apa-apa. Semut pun bukan.“Ya, tentusaja. Aku kan hanya seorang bekas Tapol, tahanan politik!\" begitu Karmanberkali-kali meyakinkan dirinya. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Lelaki itu masih belum mampu beringsut dari bawah bayangan pohon waru. Ia tidak sadar, Komandan Kodim memperhatikarmya dari dalam gedung. Pak Komandan menduga ada sesuatu yang menyebabkan lelaki itu tidak bisa segera meneruskan perjalanan ke kampungnya. Padahal suratsurat resmi sebagai bekalnya kembali ke tengah masyarakat sudah cukup. Sudah lengkap. Pak Komandan tahu pasti. Maka perwira itu menggapai ajudannya. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>“Temui orang yang baru tiba dari Pulau B itu. Dia masih berdiri di pintu halaman. Suruh dia cepat meneruskan perjalanan. Atau berilah dia dua ratus rupiah, barangkali ia kehabisan bekal.” &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>“Siap!” &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Ajudan keluar, langsung melangkah ke arah Karman yang masih berdiri, bingung karena tak yakin apa yang sebaiknya dia lakukan. Kesadaran Karman benar-benar sedang berada di luar dirinya. Maka ia tak mendengar suara langkah sepatu tentara yang sedang mendekat. Ketika ajudan yang berpangkat sersan itu menepuk pundaknya, Karman terkejut. Darah &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>langsung lenyap dari wajahnya. Sikap santun Pak Sersan tak mampu menepis rasa takut yang mendadak menc\u003C/p>","cbCainC3bZl2YRQb","https://ap.wps.com/l/cbCainC3bZl2YRQb","pdf",805750,6,1,158,"Indonesian","id",113,"# Episode 1\n## Karman menerima surat pembebasan dan uang jalan\n## Kegamangan saat melihat kota yang telah berubah\n## Perintah Komandan dan interaksi dengan sersan\n## Menyeberang dan keterasingan di ruang publik","[{\"question\":\"Apa yang membuat Karman tampak canggung dan gamang saat pembebasan?\",\"answer\":\"Karman bergerak kikuk dan bahkan sampai merasa takut saat berada di dekat pintu keluar, karena keterbiasaan setelah dua belas tahun di Pulau B membuatnya sulit beradaptasi.\"},{\"question\":\"Bagaimana Karman memastikan bahwa ia benar-benar sudah bebas?\",\"answer\":\"Ajudan dan Pak Sersan menyampaikan bahwa surat-surat pembebasan Karman sudah lengkap dan uang jalan disiapkan bila bekalnya habis.\"},{\"question\":\"Mengapa Karman merasa makin terasing setelah keluar dari Markas Komando Distrik Militer?\",\"answer\":\"Perubahan kota yang merata—gedung baru, suasana berbeda, dan lalu-lintas yang asing—membuatnya merasa ada garis pemisah tajam antara dirinya dan lingkungan.\"}]","Kubah - Ahmad Tohari PDF GRATIS | PDF","Kubah menampilkan pengalaman seorang bekas tahanan politik Karman dalam episode pembebasannya, ketika surat-surat resmi sudah lengkap namun batinnya tetap gamang. Di bawah terik matahari, kota kabupaten yang berubah membuatnya merasa asing dan terasing, seolah ada garis pemisah tajam antara dirinya dan lingkungan. Bantuan Komandan melalui pertemuan dengan seorang sersan menegaskan ketegangan antara status “bebas” dan rasa tak berarti yang masih membelenggu Karman.",1785839070,243,{"code":4,"msg":33,"data":34},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":35,"title":36,"keywords":37,"description":29,"schema_data":38,"social_meta":90,"head_meta":92,"extra_data":94,"updated_unix":30},"kubah-episode-1","Kubah - Ahmad Tohari PDF GRATIS","",{"@graph":39,"@context":89},[40,57,72],{"@type":41,"itemListElement":42},"BreadcrumbList",[43,47,51,54],{"item":44,"name":45,"@type":46,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":48,"name":49,"@type":46,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":52,"name":12,"@type":46,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":55,"name":36,"@type":46,"position":56},"https://docshare.wps.com/id/document/kubah-episode-1/124538/",4,{"url":55,"name":36,"@type":58,"author":59,"headline":36,"publisher":61,"fileFormat":64,"inLanguage":24,"description":29,"dateModified":65,"datePublished":66,"encodingFormat":64,"isAccessibleForFree":67,"interactionStatistic":68},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":60},"Person",{"url":44,"name":62,"@type":63},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-17","2026-08-04",true,{"@type":69,"interactionType":70,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":71},"ViewAction",{"@type":73,"mainEntity":74},"FAQPage",[75,81,85],{"name":76,"@type":77,"acceptedAnswer":78},"Apa yang membuat Karman tampak canggung dan gamang saat pembebasan?","Question",{"text":79,"@type":80},"Karman bergerak kikuk dan bahkan sampai merasa takut saat berada di dekat pintu keluar, karena keterbiasaan setelah dua belas tahun di Pulau B membuatnya sulit beradaptasi.","Answer",{"name":82,"@type":77,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana Karman memastikan bahwa ia benar-benar sudah bebas?",{"text":84,"@type":80},"Ajudan dan Pak Sersan menyampaikan bahwa surat-surat pembebasan Karman sudah lengkap dan uang jalan disiapkan bila bekalnya habis.",{"name":86,"@type":77,"acceptedAnswer":87},"Mengapa Karman merasa makin terasing setelah keluar dari Markas Komando Distrik Militer?",{"text":88,"@type":80},"Perubahan kota yang merata—gedung baru, suasana berbeda, dan lalu-lintas yang asing—membuatnya merasa ada garis pemisah tajam antara dirinya dan lingkungan.","https://schema.org",{"og:url":55,"og:type":91,"og:title":36,"og:site_name":62,"og:description":29},"article",{"robots":93,"canonical":55},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":96},[97,102,104,108,112,116,120,124,128,132,136],{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":99,"show_sort_weight":100,"slug":101},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":12,"show_sort_weight":100,"slug":103},"story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":106,"show_sort_weight":100,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":110,"show_sort_weight":100,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":114,"show_sort_weight":100,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":118,"show_sort_weight":100,"slug":119},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":122,"show_sort_weight":100,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":126,"show_sort_weight":100,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":130,"show_sort_weight":100,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":134,"show_sort_weight":100,"slug":135},57,"Umum","general",{"id":137,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":138,"show_sort_weight":4,"slug":139},181,"Formulir","formulir"]