[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40469-id":3,"doc-seo-40469-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40469,1099514068035,"Ezra","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",55,"Agama & Spiritualitas","Kritik Nalar Arab Muhammad ‘Abid Al-Jabiri","Karya ini mengulas pemikiran Muhammad Abid al-Jâbirî melalui gugatan terhadap sistem nalar Arab yang bertumpu pada otoritas masa lalu dan berpengaruh pada dinamika kemajuan peradaban Arab-Islam. Fokus utama terletak pada problem menghubungkan pembacaan turâth (warisan sejarah Arab-Islam) dengan pembacaan capaian Barat modern dalam kerangka kebangkitan (nahdah) kontemporer. Al-Jâbirî menolak penerimaan tradisi maupun modernitas tanpa kritik dan menawarkan pembacaan kritis serta dialog terbuka untuk menjaga jati diri sekaligus merespons modernitas.","KRITIK NALAR ARAB MUHAMMAD‘ABIDAL-JABIRI  \nKRITIK NALAR ARAB MUHAMMAD ‘ABIDAL-JABIRI  \nDr. Abdul Mukti Ro’uf  \n©Dr. Abdul Mukti Ro’uf, LKiS, 2018  \nxvi + 338 halaman; 14,5 x 21 cm  \n1. Nalar Arab 2. Turâth3. Modernitas  \nISBN: 978-602-6610-50-8  \nKata Pengantar: Prof. Dr. Azyumardi Azra, CBE  \nEditor: Chafid Wahyudi  \nRancang Sampul: Ruhtata Setting/Layout: Tim Redaksi  \nPenerbit & Distribusi:  \nLKiS  \nSalakan Baru No. I Sewon Bantul Jl. Parangtritis Km. 4,4 Yogyakarta Telp.: (0274) 387194  \nFaks.: (0274) 379430  \n[http://www.lkis.co.id](http://www.lkis.co.id)  \ne-mail: [lkis@lkis.co.id](lkis@lkis.co.id)  \nAnggota IKAPI  \nCetakan 1: 2018  \nPercetakan:  \nLKiS  \nSalakan Baru No. I Sewon Bantul Jl. Parangtritis Km. 4,4 Yogyakarta Telp.: (0274) 417762  \ne-mail: [lkis.printing@yahoo.com](lkis.printing@yahoo.com)  \nMuhammad Abid Al-Jâbirî: Jembatanantara Tradisi lama dan Modernitas  \nProf. Dr. Azyumardi Azra, CBE  \nMembaca pemikiran al-Jabiri, terutama dalam magnum  \nopus-nya, Naqd al-‘Aql al-‘Arabî (Kritik Nalar Arab) terasa  \nsekali gugatannya terhadap sistem nalar Arab yang cenderung bertumpu pada otoritas masa lalu yang dalam banyak hal dapat memengaruhi maju dan mundurnya peradaban ArabIslam. Sistem nalar Arab yang tidak lahir dalam ruang hampa adalahproses konstruksi yang membentuk identitas dan eksistensi bangsa Arab. Masalah pembacaan warisan sejarah Arab-Islam dan pembacaan terhadap capaian Barat modern adalah masalahmasalah kontemporer yang berhubungan dengan sistem nalar Arab yang tidak dapat terpisahkan . Pada wilayah inilah al-Jâbirî memberikan perhatian sangat besar.  \nDi antara problem mendasar tentang pembacaan warisansejarah Arab-Islam pada satu pihak dan pembacaan terhadapcapaian Barat modern di pihak lain adalah bagaimana menghubungkan keduanya dalam kerangka gagasan kebangkitan (nahdah) Arab-Islam kontemporer. Kekalahan Dunia Arab di tangan Israel dalam Perang 1967 telah membangkitkan semangat kritik diri (self crticism) dan mencari kelemahan diri masyarakat Islam di Dunia Arab. Pada masa itulah para pemikir Arab mulai serius membicarakan masalah turâth atau warisan sejarah Arab-Islam untuk membangkitkan dan memajukan Dunia Arab. Para pemikir  \nvi Dr. Abdul Mukti Ro’uf  \nini melihat proyek nasionalisme Arab yang berkiblat pada Barattidak berhasil membawa kemajuan dan kesejahteraan bagimasyarakat umum. Karena itu, tradisi merupakan komponen penting dalam agenda kebangkitan Arab-Islam.  \nTradisi atau turâth seperti yang dimaksud dalam pemikiran al-Jâbirî adalah seperti yang didefinisikan Edward Shils, yaitusesuatu yang ditransmisikan secara lisan atau melalui tulisan; meliputi keyakinan agama dan persoalan yang terkait dengankeduniaan; mencakup keyakinan yang dihasilkan dari logika, yang secara teori mengontrol prosedur intelektual maupun keyakinanyang diterima tanpa renungan yang mendalam. Tradisi mencakuppemikiran keyakinanyang diwahyukan Tuhan maupun interpretasi terhadap keyakinan tersebut. Tradisi mencakup keyakinan yang dibentuk melalui pengalaman maupun keyakinan yang diperoleh dari kesimpulan logika. Dengan definisi seperti itu, bangsa Arab danumat Islam—seperti disimpulkan al-Jâbirî, mewarisi tradisi berupasejarahpemikiran sejak tradisi itu ditulis, dibukukan, dan dibakukan pada abad ke-2 Hijriah sebagai rujukan referensial bagipembangunan peradaban umat Islam sesudahnya dalam banyak dimensi, terutama dimensi epsitemologinya. Lantas, al-Jâbirî menemukan, sistem berpikir Arab sejak era kodifikasi ilmu-ilmu keislaman didominasi sistem nalar yang bertumpu pada otoritasmasa lalu yang dalam batas-batas tertentu menjadi hambatan dalam merespons perkembangan zaman. Di situlah pusat gugatan al-Jâbirî . Baginya, tradisi masa lalu bukanlah untuk diambil tanpa kritik. Padasaat yang sama, capaian Barat modern juga harus diterima tanpakritik. Keduanya, baiktradisi Arab-Islam masa lalu dan capaian Barat modern harus dibaca secara kritis untuk kepentingan kebangkitan Arab-Islam kontemporer. Dengan modal pengetahuan filsa","cbCaicxU47mm2InR","https://ap.wps.com/l/cbCaicxU47mm2InR","pdf",1749350,5,1,354,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n## Gugatan terhadap sistem nalar Arab\n## Kebutuhan menghubungkan turâth dan modernitas\n## Definisi turâth dan peran otoritas masa lalu\n## Penolakan pendekatan tradisionalis, fundamentalis, Marxish, dan modernis-liberal\n## Sumbangan orisinal pemikiran al-Jâbirî","[{\"question\":\"Apa inti gugatan al-Jâbirî terhadap sistem nalar Arab?\",\"answer\":\"Al-Jâbirî menggugat sistem nalar Arab yang bertumpu pada otoritas masa lalu sehingga menjadi hambatan dalam merespons perkembangan zaman.\"},{\"question\":\"Mengapa pembacaan turâth dan capaian Barat modern perlu dihubungkan?\",\"answer\":\"Karena keduanya merupakan masalah kontemporer yang berkaitan erat dengan sistem nalar Arab, sehingga diperlukan kerangka kebangkitan (nahdah) untuk membaca warisan dan modernitas secara kritis.\"},{\"question\":\"Pendekatan apa yang ditolak al-Jâbirî dalam memperlakukan tradisi dan modernitas?\",\"answer\":\"Al-Jâbirî menolak pendekatan tradisionalis (tradisi tanpa kritik), fundamentalis (kembali ke al-Qur’an dan as-Sunnah tanpa turâth), Marxish (memisahkan tradisi dan modernitas), serta modernis-liberal (meninggalkan tradisi demi modernitas).\"}]",1783311895,545,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"kritik-nalar-arab-muhammad-abid-al-jabiri","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/kritik-nalar-arab-muhammad-abid-al-jabiri/40469/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-15","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa inti gugatan al-Jâbirî terhadap sistem nalar Arab?","Question",{"text":76,"@type":77},"Al-Jâbirî menggugat sistem nalar Arab yang bertumpu pada otoritas masa lalu sehingga menjadi hambatan dalam merespons perkembangan zaman.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Mengapa pembacaan turâth dan capaian Barat modern perlu dihubungkan?",{"text":81,"@type":77},"Karena keduanya merupakan masalah kontemporer yang berkaitan erat dengan sistem nalar Arab, sehingga diperlukan kerangka kebangkitan (nahdah) untuk membaca warisan dan modernitas secara kritis.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Pendekatan apa yang ditolak al-Jâbirî dalam memperlakukan tradisi dan modernitas?",{"text":85,"@type":77},"Al-Jâbirî menolak pendekatan tradisionalis (tradisi tanpa kritik), fundamentalis (kembali ke al-Qur’an dan as-Sunnah tanpa turâth), Marxish (memisahkan tradisi dan modernitas), serta modernis-liberal (meninggalkan tradisi demi modernitas).","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]