[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-48313-id":3,"doc-seo-48313-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},48313,137441390410,"Hazel","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2000252f4ab5702993?_k=1776741390130283984",48,"Cerita & Novel","Knip Si Penyihir Cilik","Dalam cerita \"Knip Si Penyihir Cilik\" karya Audelia Agustine, tokoh utama bernama Knip memiliki keengganan terhadap ramuan buatan Bibi Ro karena baunya yang aneh. Meskipun ramuan tersebut diklaim dapat menyembuhkan batuknya, Knip menolak meminumnya. Cerita ini kemudian berlanjut dengan adegan di mana Knip mencoba menggunakan sihir untuk mengubah tikus menjadi tomat dengan mantra \"Jumpali! Jumpalijahum!\". Upaya sihirnya berhasil pada tikus, tetapi ketika mencoba menyihir kembali kelinci yang telah berubah, ia justru batuk-batuk (\"Jumpali, Jumpalija ... huuk!\"). Kondisi ini berlanjut saat ia mencoba lagi dengan mantra \"Jumapali, jumpali ... uhuk! Uhuk! ...pali ... huuk! Aduh!\". Ilustrasi dalam cerita mendukung narasi, menampilkan tokoh penyihir cilik, hewan-hewan seperti tikus, kelinci, dan burung hantu, serta setting yang mendukung suasana magis sekaligus komedi yang berhubungan dengan kegagalan sihir dan efek samping ramuan atau mantra yang tidak terduga. Cerita ini mengemukakan tema tentang penolakan terhadap pengobatan yang tidak disukai, meskipun memiliki manfaat, serta konsekuensi dari eksperimen sihir yang tidak selalu berjalan mulus.","Knip Si Penyihir Cilik  \nAudelia AgustineAudelia Agustine  \nKnip tidak suka ramuan buatan Bibi Ro.Baunya aneh!  \nKnip tak mau meminumnya meskipun  \nramuan itudapat menyembuhkan batuknya.  \nJumpali! Jumpalijahum!  \nBerhasil! Tikus berubah menjadi tomat!  \nJumpali, Jumpalija ... huuk!  \nLho...? Aku harus menyihir kembali kelinci ini!  \nJumapali, jumpali ... uhuk! Uhuk!  \nUhuk! Uhuk! Jum. . .  \n...pali ... huuk! Aduh!","cbCaiqWmulQkiRuL","https://ap.wps.com/l/cbCaiqWmulQkiRuL","pdf",1904510,2,1,20,"Indonesian","id",113,"# Knip Si Penyihir Cilik\n## Audelia Agustine","[{\"question\":\"Mengapa Knip tidak mau meminum ramuan buatan Bibi Ro?\",\"answer\":\"Knip tidak mau meminum ramuan buatan Bibi Ro karena baunya aneh, meskipun ramuan itu dapat menyembuhkan batuknya.\"},{\"question\":\"Apa yang coba dilakukan Knip dengan sihirnya?\",\"answer\":\"Knip mencoba menyihir tikus menjadi tomat dengan mantra \\\"Jumpali! Jumpalijahum!\\\", dan kemudian mencoba menyihir kembali kelinci.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi ketika Knip mencoba menggunakan sihirnya?\",\"answer\":\"Sihir Knip berhasil mengubah tikus menjadi tomat, namun saat mencoba menyihir kembali kelinci, ia justru batuk-batuk dan kesulitan menyelesaikan mantranya.\"}]",1783568644,31,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"knip-si-penyihir-cilik","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/knip-si-penyihir-cilik/48313/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-17","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa Knip tidak mau meminum ramuan buatan Bibi Ro?","Question",{"text":75,"@type":76},"Knip tidak mau meminum ramuan buatan Bibi Ro karena baunya aneh, meskipun ramuan itu dapat menyembuhkan batuknya.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang coba dilakukan Knip dengan sihirnya?",{"text":80,"@type":76},"Knip mencoba menyihir tikus menjadi tomat dengan mantra \"Jumpali! Jumpalijahum!\", dan kemudian mencoba menyihir kembali kelinci.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa yang terjadi ketika Knip mencoba menggunakan sihirnya?",{"text":84,"@type":76},"Sihir Knip berhasil mengubah tikus menjadi tomat, namun saat mencoba menyihir kembali kelinci, ia justru batuk-batuk dan kesulitan menyelesaikan mantranya.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]