[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-270855-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":84,"doc-detail-270855-id":131},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":77,"head_meta":79,"extra_data":81,"updated_unix":83},113,"id","kepiting-untuk-makan-malam","Kepiting untuk Makan Malam","","Di tepi hutan bakau yang rimbun, hiduplah dua anak laki-laki bernama Apuy dan Sahran. Suatu sore, Apuy bertekad untuk mencari kepiting sebagai santapan makan malam. Dengan semangat yang membara, ia segera menyalakan mesin perahunya. Saat ia bersiap untuk memulai perburuannya, sesosok suara memanggilnya dari kejauhan, \"Apuy, berenang, yuk!\" Itu adalah Sahran, temannya yang bersemangat. Apuy menjawab, \"Nanti ya, setelah aku cari kepiting.\" Sahran, tak mau ketinggalan keseruan, menimpali, \"Kalau begitu, aku ikut!\" Apuy dengan ramah mempersilakan Sahran naik ke perahu, \"Ayo, cepat naik!\" katanya sambil sedikit menggeser posisinya. Perjalanan berdua di atas perahu terasa lebih menyenangkan, mereka berimajinasi seolah-olah sedang bertualang di tempat yang asing. Namun, di tengah perjalanan, Apuy tiba-tiba memutar arah perahu, kembali menuju dusun. \"Aku lupa membawa ambau!\" seru Apuy sambil tertawa kecil, menyadari kelalaiannya. Sahran membantunya menaikkan ambau, alat penangkap kepiting, sambil menggelengkan kepala, \"Ada-ada saja kamu ini, Apuy. Masa lupa membawa alat penangkap kepiting.\" Perahu kembali melaju, kali ini dengan perlengkapan yang lengkap. \"Biasanya di sini banyak kepiting,\" kata Apuy, menunjukkan tempat favoritnya. Ia mematikan mesin perahu dan melemparkan ambau. Sahran mengikatkan perahu ke akar pohon bakau yang kokoh. Sambil menunggu hasil tangkapan, Sahran tampak gelisah. \"Seperti ada yang mengintip kita,\" bisiknya, matanya waspada memandang sekeliling. Tiba-tiba, dahan pohon bakau terlihat bergerak-gerak. Kejadian berikutnya berlangsung begitu cepat. \"Krak!\" Terdengar suara dahan patah. \"Byuuur!\" Seseorang tercebur ke dalam air, menciptakan riak besar. Keheningan hutan bakau seketika pecah oleh suara-suara tak terduga, meninggalkan pertanyaan tentang siapa yang jatuh ke dalam air dan apa yang sebenarnya terjadi di balik semak-semak yang rimbun.",{"@graph":14,"@context":76},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/","Cerita & Novel",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/kepiting-untuk-makan-malam/270855/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/kepiting-untuk-makan-malam/270855.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Aurora","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-15",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68,72],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini?","Question",{"text":62,"@type":63},"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Apuy dan Sahran, dua anak laki-laki yang tinggal di dekat hutan bakau.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa yang ingin dicari Apuy untuk makan malam?",{"text":67,"@type":63},"Apuy ingin mencari kepiting untuk dijadikan hidangan makan malam.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Mengapa Apuy harus kembali ke dusun saat sedang mencari kepiting?",{"text":71,"@type":63},"Apuy harus kembali ke dusun karena ia lupa membawa ambau, yaitu alat penangkap kepiting.",{"name":73,"@type":60,"acceptedAnswer":74},"Apa yang terjadi saat Sahran merasa ada yang mengintip di hutan bakau?",{"text":75,"@type":63},"Saat Sahran merasa ada yang mengintip, dahan pohon bakau terlihat bergerak-gerak, lalu terdengar suara dahan patah dan seseorang tercebur ke dalam air.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":78,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":80,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":82,"site_id":7},270855,1789457008,{"code":4,"msg":85,"data":86},"success",[87,92,95,99,103,107,111,115,119,123,127],{"id":88,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":90,"slug":91},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":90,"slug":94},48,"story-novel",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":90,"slug":98},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":90,"slug":102},51,"Komik","comic",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":90,"slug":106},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":90,"slug":110},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":90,"slug":114},49,"Sastra","literature",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":90,"slug":118},52,"Teknologi","technology",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":90,"slug":122},50,"Ujian","exam",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":90,"slug":126},57,"Umum","general",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":129,"show_sort_weight":4,"slug":130},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":85,"data":132},{"doc_id":82,"user_id":133,"nickname":42,"user_avatar":134,"doc_module":4,"category_id":93,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":135,"file_id":136,"file_url":137,"file_type":138,"file_size":139,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":140,"language":141,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":12,"update_tm":83,"read_time":145},4810365810221,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Kepiting untuk Makan Malam Yuniventaria Hasugian  \nHidayah Tri Wijaya Putra  \nApuy hendak mencari kepiting untuk makan malam. Seperti biasa, Apuy berjalan denganterburu-buru.  \nApuy mulai menyalakan mesin perahu. Seseorang memanggilnya,”Apuy, berenang, yuk!”“Hai, Sahran!” sahut Apuy.”Setelah aku cari kepiting, ya.”  \n”Kalau begitu aku ikut!” kata Sahran .“Ayo cepat naik!” jawab Apuy sambil menggeser duduknya.  \nPerjalanan berdua lebih mengasyikkan. Mereka bisa berpura-pura bertualang.  \nTiba-tiba Apuy memutar arah perahu. Merekakembali menuju dusun.“Aku lupa membawa ambau!” ujar Apuy sambil tertawa kecil.  \nSahran membantu Apuy menaikkan ambau. “Ada-ada saja kamu ini, Apuy.”  \nSahran menggeleng-geleng.“Masa kamu lupa membawa alat penangkap kepiting. ”Perahu pun kembali melaju.  \n“Biasanya di sini banyak kepiting,” kata Apuy. Dia mematikan mesin lalu melemparkanambau. Sahran mengikatkan perahu ke akarpohon bakau.  \nSaat menunggu, Sahran tampak gelisah.“Seperti ada yang mengintip kita,” bisik Sahran . Dahan pohon bakau terlihat bergerak-gerak.  \nKejadian berikutnya berlangsung dengancepat.”Krak!” Terdengar dahan patah. “Byuuur!” Ada yang tercebur ke dalam air.","cbCaihhcQGMXNp1y","https://ap.wps.com/l/cbCaihhcQGMXNp1y","pdf",1517598,24,"Indonesian","# Kepiting untuk Makan Malam\n## Pencarian Kepiting\n## Perjalanan Bersama Sahran\n## Kelalaian dan Persiapan\n## Kejadian di Hutan Bakau","[{\"question\":\"Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Apuy dan Sahran, dua anak laki-laki yang tinggal di dekat hutan bakau.\"},{\"question\":\"Apa yang ingin dicari Apuy untuk makan malam?\",\"answer\":\"Apuy ingin mencari kepiting untuk dijadikan hidangan makan malam.\"},{\"question\":\"Mengapa Apuy harus kembali ke dusun saat sedang mencari kepiting?\",\"answer\":\"Apuy harus kembali ke dusun karena ia lupa membawa ambau, yaitu alat penangkap kepiting.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi saat Sahran merasa ada yang mengintip di hutan bakau?\",\"answer\":\"Saat Sahran merasa ada yang mengintip, dahan pohon bakau terlihat bergerak-gerak, lalu terdengar suara dahan patah dan seseorang tercebur ke dalam air.\"}]","Kepiting untuk Makan Malam | PDF",37]