[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40453-id":3,"doc-seo-40453-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":84},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40453,1099514068035,"Ezra","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",49,"Sastra","Kekasihku Kumpulan Puisi Joko Pinurbo","Kekasihku berisi kumpulan puisi Joko Pinurbo dengan beragam tema tentang hubungan, ingatan, keseharian, dan pandangan puitis terhadap kehidupan sehari-hari. Struktur buku menampilkan banyak judul puisi mulai dari “Pacar Senja”, “Surat”, hingga “Kekasihku”, yang membentuk rangkaian suasana emosional dan refleksi personal. Bagian pengantar menyoroti kedekatan pengalaman membaca karya sastra serta pertanyaan tentang hubungan “buku” dan sains dalam puisi, disertai rujukan pada gagasan Charles Percy Snow.","kumpulan puisi  \njoko pinurbo  \nKekasihku  \nKumpulan Puisi Joko Pinurbo  \nKekasihkuKumpulan Puisi Joko Pinurbo  \nKPG 112-2004-82-S  \nGambar SampulHanafi  \nDesain Sampul  \nRully Susanto  \nTata Letak  \nWendie Artswenda  \nFoto PenyairDokumen The Pakubuwono Residence  \nCetakan Pertama,Juli 2004  \n□ KPG(Kepustakaan Populer Gramedia)  \nPINURBO,Joko  \nKekasihku  \nJakarta;KPG(Kepustakaan Populer Gramedia),2004xix+62 hlm.;14 cm x 18 cmISBN:979-91-0014-3  \nPengarang,engkau sungguh sabarmenunggu ide yang tanpa kabar.Dirimu sangar percaya dirimeskipun karyamu tidak banyak terbeli.  \nWahyu Wibisono,\"Pengarang\"(Bobo,27 November 2003)  \nrumah kecil untuk Nur dan Naeni,Paska dan Azalea  \n# Daftar Isi\n\nDaftar Isi ixPengantar xiPacar Senja 1Perjamuan Petang 3Dua Orang Peronda 5Malam Pertama 7Surat 9Koran Pagi 11Tiada 13Rumah Cinta 14Celana Tidur 16Teman Lama 17Dokter Mata 19Sedekah 21Baju Bulan 23Kekasihku 24Ibuku 25  \nRok Mini untuk Nenek 27Di Bawah Pohon Cemara 29Penjual Kalender 31  \nCita-cita 33Kepada Puisi 34Layang-layang 35Selepas Usia 6036Penjual Bakso 38Buah Bulan 40Ranjang Ibu 41Telepon Tengah Malam 42Aku Tidur di Remang Tubuhmu 44Hijrah 45Baruk 46Marakara 47Penyair Panggung 48Bola 49Dengan Kata Lain 50Satu Celana Berdua 52Februari yang Ungu 54Kosong 56Rumah Sakit 57  \nMalam Ini Aku Akan Tidur di Matamu 59Bunga Azalea 60Aku Tidak Bisa Berjanji 61  \nTentang Penyair 62  \n# Pengantar\n\nPersinggahan Sang Penyair  \noleh Karlina Supelli'  \nKetika penerbit meminta saya memberi pengantar kumpulanpuisi Joko Pinurbo ini,saya merasa kikuk.Membaca karya sastramerupakan pengalaman intim,amat personal.Bahwa kemudianorang mengutip karya-karya tertentu ke dalam tulisannya,tidakberarti pengalaman itu sebagai pengalaman dapat terpaparkandengan lancar ke hadirat pembaca.Rasa kikuk ini sebetulnyamuncul karena didahului oleh kesadaran bahwa saya bukankritikus ataupun ahli sastra.Seorang ahli sastra mempunyaidukungan teori dan pemahaman tentang kode sastra.Keleng-kapan itu akan mengantar dan membingkai pengalaman perso-nalnya memaknai karya yang ia baca.  \nSains di masa mendatang akan semakin puitis²,dan puisiJoko juga berbicara tentang buku,sesuatu yang berhubungandengan ilmu,begitu salah satu pertimbangan penerbit.Merekapun memilih seseorang yang bukan ahli sastra untuk memberipengantar atas nama pertimbangan itu(bahkan memilih seseorangyang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan,khususnya ilmu  \npasti alam).Introduksi seperti itu,yang dimaksudkan mem-besarkan hati,ternyata tidak sedikitpun melicinkan jalan untukmenulis.Sebabnya sederhana,apakah \"buku\"di dalam puisi-puisiJoko Pinurbo memang buku?  \nKalaupun pada akhirnya pengantar ini hadir di hadapanpembaca,itu hanya mungkin sesudah jerih payah disertai jedakarena terengah.  \n***  \nSeorang saintis sekaligus novelis Inggris,Charles Percy Snow,pernah memberi kuliah umum,Rede Lecture,di CambridgeUniversity pada 1959.Snow berbicara rentang The Two Cul-rures.Ia menunjuk suatu jurang dalam tak terjembartani yangmembentang di antara para ilmuwan dan ahli sastna,sertaimplikasinya bagi masyarakat bahkan dunia.  \nMungkin kritik yang diterima Snow akan sedikit lebihlembut jika saja ia,seperti penyair Inggris abad ke-19,PercyBysshe Shelley,berusul tentang salah satu tugas penyair,yakni“menyerap sains untuk mengasimilasikannya ke dalam keburuhanmanusia,mewarnainya dengan jiwa manusia,serta menjadikannyaberdarah dan bertulang-belulang manusia.\"Namun Snow me-langkah jauh dari itu.Ia menuduh penyair sebagai para\"Luddite\".Ia bahkan mengatakan mereka tidak punya kedalaman  \ndan artikulasi intelektual.Ketika \"kerinduan ilmuwan akan masadepan merasuk sampai ke tulang-belulang”,bagi Snow,para ahlisastra³seperti mengharap masa depan tak pernah.Mereka hanya\"memusatkan diri pada tragedi dan kesepian manusia individual.\"  \nKeberanian gagap menghaturkan tulisan ini tentu munculbukan karena pretensi ingin menyangkal gagasan usang Snow.Ada satu kenyaraan sederhana yang membesarkan hati.Syukurlahbahwa manusia sudah menjadi makhluk bersa","cbCaidfkMbiKpFuV","https://ap.wps.com/l/cbCaidfkMbiKpFuV","pdf",4646460,7,1,79,"Indonesian","id",113,"# Daftar Isi\n## Pacar Senja\n## Perjamuan Petang\n## Dua Orang Peronda\n## Malam Pertama\n## Surat\n## Koran Pagi\n## Tiada\n## Rumah Cinta\n## Celana Tidur\n## Teman Lama\n## Dokter Mata\n## Sedekah\n## Baju Bulan\n## Kekasihku\n## Ibuku\n## Rok Mini untuk Nenek\n## Di Bawah Pohon Cemara\n## Penjual Kalender\n## Cita-cita\n## Kepada Puisi\n## Layang-layang\n## Selepas Usia 60\n## Penjual Bakso\n## Buah Bulan\n## Ranjang Ibu\n## Telepon Tengah Malam\n## Aku Tidur di Remang Tubuhmu\n## Hijrah\n## Baruk\n## Marakara\n## Penyair Panggung\n## Bola\n## Dengan Kata Lain\n## Satu Celana Berdua\n## Februari yang Ungu\n## Kosong\n## Rumah Sakit\n## Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu\n## Bunga Azalea\n## Aku Tidak Bisa Berjanji\n## Tentang Penyair\n# Pengantar","[{\"question\":\"Apa pertanyaan yang muncul dalam “Pengantar” terkait hubungan sains dan puisi?\",\"answer\":\"“Pengantar” mempertanyakan apakah “buku” yang dibicarakan dalam puisi-puisi Joko Pinurbo memang sepadan dengan gagasan sains/buku ilmiah, serta bagaimana jembatan antara ilmu dan sastra dapat dipahami.\"}]",1783311759,122,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":79,"head_meta":81,"extra_data":83,"updated_unix":28},"kekasihku-collected-poems-by-joko-pinurbo","",{"@graph":36,"@context":78},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/kekasihku-collected-poems-by-joko-pinurbo/40453/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa pertanyaan yang muncul dalam “Pengantar” terkait hubungan sains dan puisi?","Question",{"text":76,"@type":77},"“Pengantar” mempertanyakan apakah “buku” yang dibicarakan dalam puisi-puisi Joko Pinurbo memang sepadan dengan gagasan sains/buku ilmiah, serta bagaimana jembatan antara ilmu dan sastra dapat dipahami.","Answer","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":80,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":82,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":85},[86,91,95,99,103,107,111,113,117,121],{"id":87,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":88,"show_sort_weight":89,"slug":90},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":92,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":93,"show_sort_weight":89,"slug":94},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":97,"show_sort_weight":89,"slug":98},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":89,"slug":102},51,"Komik","comic",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":89,"slug":106},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":89,"slug":110},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":89,"slug":112},"literature",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":89,"slug":116},52,"Teknologi","technology",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":89,"slug":120},50,"Ujian","exam",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":89,"slug":124},57,"Umum","general"]