[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-199396-113":53,"doc-detail-199396-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","kasir-kita-play","KASIR KITA - Sandiwara","","Sandiwara berbahasa Indonesia tentang Misbach Jazuli, seorang kasir di kantor dagang yang besar, yang menjalani rutinitas kerja sambil menghadapi kebimbangan dan kegelisahan setelah bercerai. Cerita dibangun melalui keluhan, percakapan telepon yang berulang, serta refleksi diri mengenai cinta, kesalahan, dan martabat. Tokoh utama terperangkap antara kerinduan pada istri yang dinilai sangat cantik, penyesalan, dan tekanan tanggung jawab keuangan, hingga akhirnya menentukan langkah meninggalkan kantor.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":35,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/kasir-kita-play/199396/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/kasir-kita-play/199396.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Liam","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-05","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Siapa tokoh utama dalam sandiwara ini?","Question",{"text":110,"@type":111},"Tokoh utama adalah Misbach Jazuli, seorang kasir di kantor dagang yang cukup besar.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Mengapa Misbach merasa gelisah dan hampir gila?",{"text":115,"@type":111},"Ia merasa sangat susah karena kerinduan dan kekagumannya pada istri yang dinilai sangat cantik, meski mereka sudah bercerai.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Apa yang terjadi pada percakapan lewat telepon?",{"text":119,"@type":111},"Setiap pagi penelpon menelepon dan menanyakan sarapan yang ia makan; Misbach menjawab, lalu terjadi salah sambung dan ia akhirnya terlambat ke kantor.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},199396,1788505864,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":34,"category_name":35,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},8796095461564,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","KASIR KITA  \nKaryaArifin C. Noer  \nRUANG TENGAHDARISEBUAHRUANG YANG CUKUP MENYENANGKAN, BUATSUATU KELUARGA YANG TIDAK BEGITU RAKUS. LUMAYAN KEADAANNYA, SEBAB LUMAYAN PULA PENGHASILAN SI PEMILIKNYA. SEBAGAI SEORANG KASIR DI SEBUAH KANTOR DAGANG YANG LUMAYAN PULA BESARNYA. KASIR KITA ITU BERNAMA MISBACH JAZULI  \nSANDIWARA INI DITULIS KHUSUS UNTUK LATIHAN BERMAIN. SEBAB ITU SANGAT SEDERHANA SEKALI. DAN SANGAT KECIL SEKALI. DAN SANDIWARA INI KITA MULAIPADA SUATU PAGI. MESTINYA PADA SUATU PAGI ITU IA SUDAH DUDUK DEKATKASREGISTERNYA DI KANTORNYA, TAPI PAGI ITU IA MASIH BERADA DI RUANG TENGAHNYA, KELIHATAN LESUSEPERTI WAJAHNYA.  \nTAS SUDAHDIJINJINGNYA DANIA SUDAHMELANGKAH HENDAK PERGI. TAPI URUNG LAGI UNTUK YANG KESEKIAN KALINYA. DIA BERSIUL SUMBANG UNTUK MENGATASIKEGELISAHANNYA. TAPI TAKBERHASIL.  \nSaudara-saudara yang terhormat. Sungguh sayang sekali, sandiwara yang saya mainkan ini sangat lemah sekali. Pengarangnya menerangkan bahwa kelemahannya, maksud saya kelemahan cerita ini disebabkan ia sendiri belum pernah mengalaminya; ini. Ya, betapa tidak saudara? Sangat susah.  \nDiletakkannya tasnya  \nSaya sangat susah sekali sebab istri saya sangat cantik sekali. Kecantikannya itulah yang menyebabkan saya jadi susah dan hampir gila. Sungguh mati, saudara. Dia sangat cantik sekali. Sangat jarang Tuhan menciptakan perempuan cantik. Disengaja. Sebab perempuan-perempuanjenis itu hanya menyusahkan dunia. Luar biasa, saudara. Bukan main cantiknya istri saya itu. Hampir-hampir saya sendiri tidak percaya bahwa dia itu istri saya.  \nSaya berani sumpah! Dulu sebelum dia menjadi istri saya tatkala saya bertemu pandang pertama kalinya disuatu pesta berkata saya dalam hati : maulah saya meyobek telinga kiri saya dan saya berikan padanya sebagai mas kawin kalau suatu saat nanti ia mau menjadi istri saya. Tuhan Maha Pemurah. Kemauan Tuhan selamanya sulit diterka. Sedikit banyak rupanya suka akan surpraise.  \nBuktinya? Meskipun telinga saya masih utuh, toh saya telah berumah tangga dengan Suprabaselama lima tahun lebih.  \nAduh cantiknya.  \nSaya berani mempertaruhkan kepala saya bahwa bidadari itu akan tetap bidadari walaupun ia telahmelahirkan anak saya yang nomer dua, saya hampir tidak percaya pada apa yang saya lihat. Tubuh yang terbaring itu masih sedemikian utuhnya. Caaaaannnnttiiik.  \nAh kata cantikpun tak dapat pula untuk menyebutkan keajaibannya. Cobalah. Seandainya suatu ketika gadis-gadis sekolah berkumpul dan istri saya berada diantara mereka, saya yakin, saudarasaudara pasti memilih istri saya, biarpun saudara tahu bahwa dia seorang janda.  \nLesu.  \nYa, saudara. Kami telah bercerai dua bulan lalu. Inilah kebodohan sejati dari seorang lelaki. Kalausaja amarah itu tak datang dalam kepala, tak mungkin saya akan sebodoh itu menceraikanperempuan ajaib itu.  \nSemua orang yang waras akan menyesali perbuatan saya, kecuali para koruptor, sebab mereka tak mampu lagi menyaksikan harmoni dalam hidup ini. Padahal harmoni adalah keindahan itu sendiri. Dan istri saya, harmonis dalam segala hal. Sempurna.  \nMenarik napas.  \nBau parfumnya! Baunya! Seribu bunga sedap malam di kala malam, seribu melati di suatu pagi. Segar, segar!  \nTelepon berdering.  \nItu dia! Sebentar (ragu-ragu) Selama seminggu ini setiap pagi ia selalu menelpon. Selalu ditanyakannya: “Sarapan apa kau, Mas” Kemarin, saya menjawab “Nasi putih dengan goring otak Sapi”  \nPagi ini saya akan menjawab .....  \nMengangkat gagang telepon  \nMisbach Jazuli disini. Hallo? Hallo! Halloooo! Meletakkan pesawat telepon Salah sambung. Gilaa! Saya marah sekali. Penelpon itu tak tahu perasaan sama sekali.  \nTiba-tiba  \nOh ya! Jam berapa sekarang?  \nGugup melihat arloji  \nTepat! Delapan seperempat. Saya telah terlambat tiga perempat jam. Maaf saya harus ke kantor. Lain kali kita sambung cerita ini atau datanglah ke kantor saya, PT Dwi Warna di jalan Merdeka. Tanyakan saja disana nama saya, kasir Jazuli. Maaf. Sampai ketemu.  \nMelangkah cepat. Sampai di pintu sebentar ia ragu. Tapi kemudian ia terusjuga.  \nAg","cbCaiv2HYhL2jJiH","https://ap.wps.com/l/cbCaiv2HYhL2jJiH","pdf",131696,10,"Indonesian","# KASIR KITA\n## Misbach Jazuli sebagai kasir\n## Kebimbangan setelah bercerai\n## Panggilan telepon berulang","[{\"question\":\"Siapa tokoh utama dalam sandiwara ini?\",\"answer\":\"Tokoh utama adalah Misbach Jazuli, seorang kasir di kantor dagang yang cukup besar.\"},{\"question\":\"Mengapa Misbach merasa gelisah dan hampir gila?\",\"answer\":\"Ia merasa sangat susah karena kerinduan dan kekagumannya pada istri yang dinilai sangat cantik, meski mereka sudah bercerai.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi pada percakapan lewat telepon?\",\"answer\":\"Setiap pagi penelpon menelepon dan menanyakan sarapan yang ia makan; Misbach menjawab, lalu terjadi salah sambung dan ia akhirnya terlambat ke kantor.\"}]","KASIR KITA - Sandiwara | PDF",15]