[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-312259-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-312259-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","kailari-tharu-folktale","Kailari - Cerita Rakyat Tharu","","Kailari mengisahkan perjalanan berat keluarga Dukhuwa Tharu yang harus meninggalkan desa kelahiran mereka di Deukhuri setelah ditipu oleh pemilik tanah. Kisah ini mengikuti Dukhuwa, istrinya Dukhaniya, serta anak-anak mereka, Bipattiya dan Mangalawa, saat mereka memulai kehidupan baru bersama penduduk desa lainnya. Narasi ini menangkap kerinduan Dukhuwa akan tanah garapannya dan sungai Rapti, sembari menyoroti interaksi keseharian keluarga tersebut di tengah perjalanan yang menantang dan penuh haru menuju masa depan yang belum pasti.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/","Cerita & Novel",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/kailari-tharu-folktale/312259/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/kailari-tharu-folktale/312259.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Eden","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-02","2026-09-20",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Mengapa Dukhuwa Tharu memutuskan untuk meninggalkan desanya?","Question",{"text":62,"@type":63},"Dukhuwa memutuskan untuk meninggalkan desanya karena dia ditipu oleh pemilik tanah yang merebut tanah garapannya di Deukhuri.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Siapa saja anggota keluarga yang ikut dalam perjalanan Dukhuwa?",{"text":67,"@type":63},"Keluarga Dukhuwa terdiri dari istrinya, Dukhaniya, anak perempuan mereka yang bernama Bipattiya, dan anak laki-laki mereka yang bernama Mangalawa.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa yang dirasakan Dukhuwa saat melihat desanya untuk terakhir kali?",{"text":71,"@type":63},"Dukhuwa merasa sangat sedih dan berat hati saat memandang kembali ladang, sungai Rapti, serta rumah-rumah di desanya, tempat ia dilahirkan dan bekerja selama bertahun-tahun.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},312259,1790933295,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,91,95,99,103,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":90},48,"story-novel",{"id":92,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":86,"slug":94},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":86,"slug":98},51,"Komik","comic",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":86,"slug":102},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":89,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":141,"read_time":142},1374391974468,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Kailari  \nChhabilal Kopila Mitthu Tharu  \nDukhuwa Tharu bekerja keras untuk  \nmengurus sebidang kecil tanah di Deukhuri.  \nTapi pemilik tanah menipunya, dan merebut tanah itu darinya. Merasa sedih, Dukhuwa memutuskan untuk meninggalkan desa.  \nKeesokan harinya, Dukhuwa bangun pagipagi. Istrinya, Dukhaniya, sudah bangun. Bipattiya, anak perempuan mereka yang berumur dua belas tahun, baru terjaga.  \nKemudian, Dukhuwa membangunkan putranya. Mangalawa menguap dan bertanya,”Baba, mengapa aku dibangunkan pagi-pagi begini?”  \nSelesai berkemas, mereka melepaskandomba, sapi, dan lembu. Setelah menaruh barang-barang mereka di satu sisi pikulandan Mangalawa di sisi lain, Dukhuwa dan keluarganya memulai perjalanan baru. Beberapa penduduk desa lainnya jugamemutuskan untuk bergabung dengan mereka.  \nSetelah melewati hutan pertama, Dukhuwa menoleh ke belakang. Dia memandangladang tempat dia telah mengucurkan keringat selama bertahun-tahun; sungai Rapti yang berkelok; rumah-rumah beratap jerami didirikan seperti gerbong kereta; dan padang rumput hijau sejauh mata memandang. Hatinya serasa menjadi berat, sanggupkah aku meninggalkan desa ini, tempat kelahiranku, untuk selamanya?  \nSementara itu, Mangalawa bertanya dengansuara sedih,”Baba, mengapa Budhana tidakikut? Jika dia tidak ikut, dengan siapa aku  \nbermain kelereng? ” Dia mencari sahabatnya.  \nSetelah berjalan sebentar, mereka berhenti di pinggir sungai untuk memasak makanan.  \nMangalawa mulai bermain dengan Munu, domba peliharaannya. Tapi Bipattiyameraih Munu dan kabur. Menangis dan menjerit, Mangalawa mengejarnya. Bipattiya tersandung batu dan jatuh.”Ha! Rasakanakibatnya!” pekik Mangalawa. Dia meraih Munu dan berlari.","cbCailTjdS5wZKXf","https://ap.wps.com/l/cbCailTjdS5wZKXf","pdf",3899997,25,"Indonesian","# Awal Perjalanan\n## Meninggalkan Tanah Kelahiran\n## Perjalanan Menuju Masa Depan","[{\"question\":\"Mengapa Dukhuwa Tharu memutuskan untuk meninggalkan desanya?\",\"answer\":\"Dukhuwa memutuskan untuk meninggalkan desanya karena dia ditipu oleh pemilik tanah yang merebut tanah garapannya di Deukhuri.\"},{\"question\":\"Siapa saja anggota keluarga yang ikut dalam perjalanan Dukhuwa?\",\"answer\":\"Keluarga Dukhuwa terdiri dari istrinya, Dukhaniya, anak perempuan mereka yang bernama Bipattiya, dan anak laki-laki mereka yang bernama Mangalawa.\"},{\"question\":\"Apa yang dirasakan Dukhuwa saat melihat desanya untuk terakhir kali?\",\"answer\":\"Dukhuwa merasa sangat sedih dan berat hati saat memandang kembali ladang, sungai Rapti, serta rumah-rumah di desanya, tempat ia dilahirkan dan bekerja selama bertahun-tahun.\"}]","Kailari - Cerita Rakyat Tharu | PDF",1789895555,39]