[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-227509-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-227509-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","jurnal-pengabdian-kepada-masyarakat-jpkm-volume-4-number-1-2026-edukasi-hidup-sehat-dan-penanaman-apotek-hidup-bagi-siswa-sekolah-dasar","Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) - Volume 4 Number 1 (2026) - Edukasi Hidup Sehat dan Penanaman Apotek Hidup bagi Siswa Sekolah Dasar","","Permasalahan rendahnya kesadaran hidup sehat dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar kesehatan masih banyak dijumpai pada anak usia sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut menuntut edukasi yang terstruktur dan kontekstual untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SDN Kemplong Pekalongan tentang PHBS serta pengenalan apotek hidup melalui edukasi dan praktik langsung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman terkait kebersihan diri, konsumsi makanan sehat, dan pemanfaatan tanaman obat sederhana.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/","Layanan Kesehatan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/jurnal-pengabdian-kepada-masyarakat-jpkm-volume-4-number-1-2026-edukasi-hidup-sehat-dan-penanaman-apotek-hidup-bagi-siswa-sekolah-dasar/227509/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/jurnal-pengabdian-kepada-masyarakat-jpkm-volume-4-number-1-2026-edukasi-hidup-sehat-dan-penanaman-apotek-hidup-bagi-siswa-sekolah-dasar/227509.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Felix Montgomery","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan utama kegiatan pengabdian pada masyarakat ini?","Question",{"text":63,"@type":64},"Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SDN Kemplong Pekalongan tentang perilaku hidup bersih dan sehat serta memperkenalkan pemanfaatan apotek hidup melalui edukasi dan praktik langsung.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Metode pelaksanaan apa yang digunakan dalam kegiatan?",{"text":68,"@type":64},"Tahap perencanaan, pelaksanaan edukasi kesehatan dan gizi, penanaman apotek hidup, serta evaluasi dan pemantauan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa hasil yang diperoleh setelah kegiatan edukasi dan penanaman apotek hidup?",{"text":72,"@type":64},"Siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang pentingnya kebersihan diri, konsumsi makanan sehat, dan pemanfaatan tanaman obat sederhana. Siswa juga menunjukkan antusiasme serta keterlibatan aktif dalam setiap rangkaian kegiatan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},227509,1789009541,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,104,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":103},53,"healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":102,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},549768064778,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","| Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM)\u003Cbr>Volume 4 Number 1 (2026)\u003Cbr>[https://jurnalcendekia.id/index.php/jpkm](https://jurnalcendekia.id/index.php/jpkm) |\n| --- |\n| Edukasi Hidup Sehat dan Penanaman Apotek Hidup bagi Siswa Sekolah Dasar\u003Cbr>Arditya Prayogi 1 *, Riki Nasrullah 2, Ummy Fatimah 3, Qurrota A’yun 4, Singgih Setiawan 5,\u003Cbr>Widodo Hami 6, Imam Prayogo Pujiono 7\u003Cbr>1 3 4 5 6 7 Universitas Islam Negeri K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia\u003Cbr>2 Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur, Indonesia\u003Cbr>* Penulis Korespondensi: [arditya.prayogi@uingusdur.ac.id](arditya.prayogi@uingusdur.ac.id) |\n| Abstrak: Permasalahan rendahnya kesadaran hidup sehat dan pemanfaatan lingkungan sebagaisumber belajar kesehatan masih banyak dijumpai pada anak usia sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya edukatif yang terstruktur dan kontekstual untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SDN Kemplong Pekalongan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta memperkenalkan pemanfaatanapotek hidup melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan edukasi kesehatan dan gizi, penanaman apotek hidup, serta evaluasi dan pemantauan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Hasil kegiatan menunjukkanadanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya kebersihan diri, konsumsi makanansehat, serta pemanfaatan tanaman obat sederhana di lingkungan sekolah. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Implikasi darikegiatan ini menegaskan bahwa integrasi edukasi kesehatan dan pembelajaran berbasis lingkungan efektif dalam membentuk kebiasaan hidup sehat dan berpotensi dikembangkan sebagai program berkelanjutan di sekolah dasar.\u003Cbr>Keyword: Edukasi, Sehat, Apotek Hidup, Siswa, Sekolah Dasar |\n| Pendahuluan\u003Cbr>Pendidikan kesehatan sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk perilaku hidup sehat yang berkelanjutan. Anak-anak usia sekolah dasarberada pada fase perkembangan yang strategis untuk menanamkan nilai, sikap, dan kebiasaan hidup sehat yang akan memengaruhi kualitas hidup mereka di masa depan (Rahmadhani & Hasibuan, 2025; Syaharani et al. , 2024) . Namun demikian, rendahnya kesadaran dan pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih menjadi persoalan yang sering dijumpai, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi ini berpotensi berdampak pada munculnya berbagai masalah kesehatan, baik yang bersifat ringan maupun kronis. Oleh karena itu, upaya edukasi kesehatan perlu dilakukan secara |\n\nCopyright © 2026  \nArditya Prayogi – Riki Nasrullah – Ummy Fatimah – Qurrota A’yun – Singgih Setiawan –  \nWidodo Hami – Imam Prayogo Pujiono  \nterencana, kontekstual, dan berkesinambungan (Sari et al. , 2025) . Pengabdian kepadamasyarakat melalui pendekatan edukatif menjadi salah satu strategi yang relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut.  \nDesa Kemplong, Kabupaten Pekalongan, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, namun masih menghadapitantangan dalam hal literasi kesehatan anak. Berdasarkan pengamatan awal di SDN Kemplong, terdapat sebagian siswa yang masih belum sepenuhnya memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, memilih makanan sehat, serta memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar kesehatan. Kebiasaan sederhana sepertimencuci tangan dengan benar, mengenali makanan bergizi, dan menjaga kebersihan lingkungan belum sepenuhnya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari siswa. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik hidup sehat di kalangan anak-anak sekolah dasar. Jika tidak ditangani sejak dini, kebiasaan tersebut berpotensi terbawa hingga usia dewasa. Oleh karena itu, intervensi edukatif yang bersifat praktis dan partisipatif sangat dibutuhkan (Anggraini, 202","cbCaipRa2nE3zDa7","https://ap.wps.com/l/cbCaipRa2nE3zDa7","pdf",512544,9,"Indonesian","# Abstrak\n# Pendahuluan\n## Pendidikan kesehatan sejak usia dini\n## Permasalahan rendahnya PHBS di wilayah pedesaan\n## Kebutuhan edukasi yang praktis dan partisipatif\n# Pemanfaatan lingkungan melalui apotek hidup","[{\"question\":\"Apa tujuan utama kegiatan pengabdian pada masyarakat ini?\",\"answer\":\"Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SDN Kemplong Pekalongan tentang perilaku hidup bersih dan sehat serta memperkenalkan pemanfaatan apotek hidup melalui edukasi dan praktik langsung.\"},{\"question\":\"Metode pelaksanaan apa yang digunakan dalam kegiatan?\",\"answer\":\"Tahap perencanaan, pelaksanaan edukasi kesehatan dan gizi, penanaman apotek hidup, serta evaluasi dan pemantauan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif.\"},{\"question\":\"Apa hasil yang diperoleh setelah kegiatan edukasi dan penanaman apotek hidup?\",\"answer\":\"Siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang pentingnya kebersihan diri, konsumsi makanan sehat, dan pemanfaatan tanaman obat sederhana. Siswa juga menunjukkan antusiasme serta keterlibatan aktif dalam setiap rangkaian kegiatan.\"}]","Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) - Volume 4 Number 1 (2026) - Edukasi Hidup Sehat dan Penanaman Apotek Hidup bagi Siswa Sekolah Dasar | PDF",14]