[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-229587-113":53,"doc-detail-229587-id":131},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":124,"head_meta":126,"extra_data":128,"updated_unix":130},113,"id","jurnal-kejaora-effect-of-core-training-on-increasing-abdominal-muscle-strength","Jurnal Kejaora - Pengaruh Core Training terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Abdominal","","Penelitian ini menganalisis pengaruh core training terhadap peningkatan kekuatan otot abdominal pada klub bina jasmani Flytrain. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan melibatkan 16 siswa sebagai sampel. Pengukuran kekuatan otot abdominal dilakukan melalui sit up test. Hasil uji-t paired sample menunjukkan core training memberi pengaruh signifikan, dengan signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 (\u003C0,05). Rata-rata repetisi sit up meningkat dari 26,94 pada pretest menjadi 37,19 pada posttest, selisih 10,25 repetisi. Kesimpulan: core training efektif bila dilakukan terprogram dan terstruktur.",{"@graph":63,"@context":123},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/jurnal-kejaora-effect-of-core-training-on-increasing-abdominal-muscle-strength/229587/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/jurnal-kejaora-effect-of-core-training-on-increasing-abdominal-muscle-strength/229587.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Terk","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115,119],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa?","Question",{"text":109,"@type":110},"Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh core training terhadap peningkatan kekuatan otot abdominal di klub bina jasmani Flytrain.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana metode dan sampel penelitian dilakukan?",{"text":114,"@type":110},"Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan melibatkan 16 siswa sebagai sampel.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Instrumen apa yang digunakan untuk mengukur kekuatan otot abdominal?",{"text":118,"@type":110},"Kekuatan otot abdominal diukur menggunakan sit up test.",{"name":120,"@type":107,"acceptedAnswer":121},"Seberapa besar core training meningkatkan hasil sit up dan apakah pengaruhnya signifikan?",{"text":122,"@type":110},"Rata-rata repetisi sit up meningkat dari 26,94 (pretest) menjadi 37,19 (posttest), dengan selisih 10,25 repetisi. Pengaruh dinyatakan signifikan berdasarkan uji paired sample t-test dengan signifikansi (2-tailed) 0,00 (\u003C0,05).","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":125,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":127,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":129,"site_id":56},229587,1789041198,{"code":4,"msg":5,"data":132},{"doc_id":129,"user_id":133,"nickname":89,"user_avatar":134,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":135,"file_id":136,"file_url":137,"file_type":138,"file_size":139,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":140,"language":141,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":61,"update_tm":130,"read_time":145},1099525198933,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Jurnal Kejaora: Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olah Raga  \nISSN: 2541-5042 (Online)  \nISSN: 2503-2976 (Print)  \nVolume 10 Nomor 1, Edisi April 2025  \nPengaruh Core Training terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Abdominal di Klub Bina  \nJasmani Flytrain  \nArmando Rizky1a, Triyanto1b  \n1Universitas Teknokrat Indonesia  \nE-mail: armandorizky052@gmail.coma , [triyanto@teknokrat.ac.id](triyanto@teknokrat.ac.idb)[b](triyanto@teknokrat.ac.idb)  \nDOI: [https://doi.org/10.36526/kejaora.v10i1.5250](https://doi.org/10.36526/kejaora.v10i1.5250)  \nABSTRAK  \nTujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis terkait pengaruh core training terhadap peningkatan kekuatan otot abdominal di klub bina jasmani Flytrain. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan melibatkan 16 siswa sebagai sampel. Instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kekuatan otot abdominal yaitu Sit up test. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa core training memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot abdominal, dengan nilai dari uji-t paired sampel, dan dengan hasil signifikansi (2-tailed) yaitu sebesar 0,00 (\u003C0,05) . Berdasarkan uji statistik paired sample t-test tersebut hal ini mengindikasikan bahwa core training dapat menjadi metode latihan yang dapat diterapkan karena efektif untuk meningkatkan kekuatan otot abdominal. Berdasarkan analisis data, hasil dari latihan core training terhadap siswa klub bina jasmani flytrain menunjukkan rata-rata nilai repetisi sit up saat pretest yaitu 26,94 dan repetisi sit up saat post test yaitu 37,19 , dengan selisih rata-rata peningkatanya mencapai 10 ,25 repetisi. Kesimpulan dari analisis data tersebut yaitu bahwa core training memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot abdominal apabila dilakukan secara terprogram dan terstruktur.  \nKata Kunci: Kebugaran Jasmani; Latihan Fisik; Core Training; Otot Abdominal  \nCorrespondence author: Armando Rizky, Universitas Teknokrat Indonesia, Indonesia, [armandorizky052@gmail.com](armandorizky052@gmail.com)  \n[Jurnal KEJAORA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License](Jurnal KEJAORA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License)  \nPENDAHULUAN  \nSetiap individu pastinya ingin mempunyai tubuh yang sehat dan bugar karena dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan produktif. Tubuh yang sehat dan bugar dapat diartikandengan kemampuan tubuh individu untuk menjalani aktivitas fisik sesuai dengan usianyatanpa adanya kelelahan yang berarti. Kebugaran jasmani individu dapat ditentukan oleh beberapa faktor seperti:genetik (keturunan) , usia, jenis kelamin, komposisi tubuh, dan aktivitas fisik yang dilakukan. Kebugaran jasmani dapat digunakanuntuk paramater kesehatan dan sebagai alat ukur kekuatan aerobik maksimal dan tingkat kebugaran kardiorespirasi seseorang (Mahfud et al. , 2020a) .  \nSalah satu cara untuk meningkatkan kebugaran tubuh seseorang yaitu dengan berolahraga. Olahraga adalah aktivitas yang dilakukan seseorang untuk melatih tubuh secara  \nsistematis dengan melibatkan gerakan berulangulang secara terstruktur agar tubuh menjadi bugar. Menurut pasal 28 C ayat 1 UUD 1945 disebutkanbahwa olahraga merupakan segala bentuk kegiatan yang dilakukan dengan sistematis (bertahap) dan bertujuan agar mendorong, membina serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial”. Manfaat yang dihasilkan darikegiatan olahraga tentunya sangat beragamdiantaranya yaitu kesegaran jasmani, ajang prestasi, dan untuk sekedar rekreasi (Aji, 2016) . Selain itu, Olahraga dapat meningkatkan kondisi fisik yang secara garis besar seperti kelentukkan, kekuatan, kelincahan, power, kecepatan, dan dayatahan (Prima & Kartiko, 2021) . Secarakeseluruhan aspek kebugaran jasmani dan kondisi fisik secara keseluruhan dibagi menjadi 10 yaitu : Daya tahan (endurance), kekuatan (strength), daya ledak (power), kecepatan (speed),  \nJurnal Kejaora: Jurnal Kesehatan Jasmani ","cbCaidpwSD5f4puq","https://ap.wps.com/l/cbCaidpwSD5f4puq","pdf",446058,7,"Indonesian","# Abstrak\n# Pendahuluan\n## Kebugaran jasmani dan faktor penentu\n## Olahraga dan manfaatnya\n## Komponen kondisi fisik\n## Latihan fisik dan kondisi fisik\n## Fokus penelitian: kekuatan otot abdominal\n## Gambaran tes sit up dan kebutuhan kekuatan","[{\"question\":\"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh core training terhadap peningkatan kekuatan otot abdominal di klub bina jasmani Flytrain.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode dan sampel penelitian dilakukan?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan melibatkan 16 siswa sebagai sampel.\"},{\"question\":\"Instrumen apa yang digunakan untuk mengukur kekuatan otot abdominal?\",\"answer\":\"Kekuatan otot abdominal diukur menggunakan sit up test.\"},{\"question\":\"Seberapa besar core training meningkatkan hasil sit up dan apakah pengaruhnya signifikan?\",\"answer\":\"Rata-rata repetisi sit up meningkat dari 26,94 (pretest) menjadi 37,19 (posttest), dengan selisih 10,25 repetisi. Pengaruh dinyatakan signifikan berdasarkan uji paired sample t-test dengan signifikansi (2-tailed) 0,00 (\\u003c0,05).\"}]","Jurnal Kejaora - Pengaruh Core Training terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Abdominal | PDF",11]