[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228662-113":53,"doc-detail-228662-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","joint-study-measuring-the-impact-of-the-policy-on-free-vehicles-exceeding-dimensions-and-overloading-on-logistics-costs-inflation-and-the-economy-2025","KAJIAN BERSAMA - PENGUKURAN DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEBAS KENDARAAN LEBIH DIMENSI-LEBIH MUATAN - Terhadap Biaya Logistik, Inflasi, dan Perekonomian - 2025","","Kebijakan bebas kendaraan lebih dimensi–lebih muatan dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekosistem logistik nasional, sekaligus menanggapi dampak dari praktik kendaraan berlebih yang memicu risiko keselamatan, kerusakan infrastruktur, inefisiensi distribusi, dan kenaikan biaya sosial. Kajian mengukur dampak penerapan kebijakan terhadap biaya logistik, inflasi, dan perekonomian dengan pendekatan mixed methods, memadukan data primer dan sekunder, serta analisis Tabel Input-Output model Leontief, transmisi biaya, dan CGE IndoTERM.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/joint-study-measuring-the-impact-of-the-policy-on-free-vehicles-exceeding-dimensions-and-overloading-on-logistics-costs-inflation-and-the-economy-2025/228662/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/joint-study-measuring-the-impact-of-the-policy-on-free-vehicles-exceeding-dimensions-and-overloading-on-logistics-costs-inflation-and-the-economy-2025/228662.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Jake","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan kajian pengukuran dampak kebijakan bebas kendaraan lebih dimensi–lebih muatan?","Question",{"text":109,"@type":110},"Kajian bertujuan mengukur dampak penerapan kebijakan tersebut terhadap biaya logistik, inflasi, dan perekonomian. Pengukuran dilakukan dengan pendekatan mixed methods dan model analitis ekonomi.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana metodologi kajian dalam menghitung dampak ekonomi?",{"text":114,"@type":110},"Kajian menggabungkan data primer dan data sekunder, lalu menggunakan Tabel Input-Output model harga Leontief, analisis transmisi biaya, serta dukungan model CGE IndoTERM. Pendekatan ini diarahkan untuk menggambarkan dampak ekonomi secara menyeluruh.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Apa dampak yang diperkirakan dalam jangka pendek dan jangka menengah–panjang?",{"text":118,"@type":110},"Dalam jangka pendek, penerapan kebijakan berpotensi menimbulkan dampak yang perlu dimitigasi secara optimal, terutama terkait respons penyesuaian pelaku usaha logistik. Dalam jangka menengah–panjang, kebijakan berpotensi memberi manfaat ekonomi dan sosial seperti peningkatan keselamatan, pengurangan kerusakan infrastruktur, dan efisiensi rantai pasok.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},228662,1789028155,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},962084928904,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","KAJIAN BERSAMA  \nPENGUKURAN DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEBAS KENDARAAN LEBIHDIMENSI-LEBIH MUATAN TERHADAP BIAYA LOGISTIK, INFLASI, DAN PEREKONOMIAN  \n2025  \nKAJIAN BERSAMA  \nPENGUKURAN DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEBAS KENDARAAN LEBIHDIMENSI-LEBIH MUATAN TERHADAP BIAYA LOGISTIK, INFLASI, DAN PEREKONOMIAN  \n2025  \nTIM KERJA:  \nBadan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan  \nKewilayahan  \nii  \nPENGUKURAN DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEBAS KENDARAAN LEBIH DIMENSI-LEBIH MUATAN TERHADAP BIAYA LOGISTIK, INFLASI, DAN PEREKONOMIAN  \n ABSTRAKSI  \nKebijakan bebas kendaraan lebih dimensi–lebih muatan merupakan suatu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekosistem logistik nasional. Hal ini mengingatpraktik kendaraan dengan muatan atau dimensi berlebih telah menimbulkan dampak signifikan terhadap keselamatan jalan, kerusakan infrastruktur, inefisiensi distribusi, dan peningkatan biaya sosial. Kajian ini bertujuan mengukur dampak penerapan kebijakan tersebut terhadap biaya logistik, inflasi, dan perekonomian melalui pendekatan campuran (mixed methods) yang mengombinasikan data primer (melalui diskusi terfokus, surveipelaku usaha, dan kunjungan lapangan) dan data sekunder dari berbagai sumber. Analisis dilakukan menggunakan Tabel Input-Output dengan model harga Leontief, analisis transmisi biaya, serta dukungan model CGE IndoTERM untuk menggambarkan dampak ekonomi secara lebih menyeluruh.  \nKajian ini disusun sebagai salah satu pertimbangan dalam merumuskan strategi penerapan kebijakan bebas kendaraan lebih dimensi–lebih muatan. Secara umum, hasil kajian ini menunjukkan bahwa penerapan kebijakan bebas kendaraan lebih dimensi–lebih muatan akan dapat memberi dampak jangka pendek yang perlu dimitigasi secara optimal, terutama sebagai dampak dari respons penyesuaianyang perlu dilakukan oleh pelaku usaha logistik. Namun, dalam jangka menengah–panjang, kebijakan bebas kendaraan lebih dimensi–lebih muatan berpotensi dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial, termasuk peningkatan keselamatan lalu lintas, pengurangan kerusakan infrastruktur, penurunan biaya sosialkecelakaan, serta peningkatan efisiensi rantai pasok nasional.  \nKajian ini merupakan hasil kerja bersama Tim Kerja lintas Kementerian/Lembaga dalamupaya meningkatkan daya saing ekosistem logistik nasional. Tim Kerja penyusun kajian ini melibatkan Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Tim Kerja ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nomor 85 Tahun 2025. Sinergi lintas instansi ini memberikan kekuatan analitis yang lebih komprehensif, memastikan bahwa evaluasi terhadap kebijakan bebas kendaraan lebihdimensi–lebih muatan disusun secara menyeluruh dan terstruktur.  \nPENGUKURAN DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEBAS KENDARAAN LEBIH DIMENSI-LEBIH MUATAN TERHADAP BIAYA LOGISTIK, INFLASI, DAN PEREKONOMIAN  \niii  \n DAFTAR ISI  \nABSTRAKSI................................................................................................................................. iii  \nDAFTAR IS I ................................................................................................................................. iv  \n[DAFTAR G RAFIK........................................................................................................................ vi](DAFTAR G RAFIK........................................................................................................................ vi)  \n[DAFTAR GAMBAR....................................................................................................................](DAFTAR GAMBAR....................................................................................................................). vi","cbCaisaqjVGunWdO","https://ap.wps.com/l/cbCaisaqjVGunWdO","pdf",25845213,107,"Indonesian","# ABSTRAKSI\n# DAFTAR ISI\n## 1. Pendahuluan\n## 2. Tinjauan Pustaka dan kerangka konseptual\n## 3. Data dan Metodologi\n## 4. Hasil Pengukuran Dampak Penerapan Kebijakan Bebas Kendaraan Lebih Dimensi-Lebih Muatan","[{\"question\":\"Apa tujuan kajian pengukuran dampak kebijakan bebas kendaraan lebih dimensi–lebih muatan?\",\"answer\":\"Kajian bertujuan mengukur dampak penerapan kebijakan tersebut terhadap biaya logistik, inflasi, dan perekonomian. Pengukuran dilakukan dengan pendekatan mixed methods dan model analitis ekonomi.\"},{\"question\":\"Bagaimana metodologi kajian dalam menghitung dampak ekonomi?\",\"answer\":\"Kajian menggabungkan data primer dan data sekunder, lalu menggunakan Tabel Input-Output model harga Leontief, analisis transmisi biaya, serta dukungan model CGE IndoTERM. Pendekatan ini diarahkan untuk menggambarkan dampak ekonomi secara menyeluruh.\"},{\"question\":\"Apa dampak yang diperkirakan dalam jangka pendek dan jangka menengah–panjang?\",\"answer\":\"Dalam jangka pendek, penerapan kebijakan berpotensi menimbulkan dampak yang perlu dimitigasi secara optimal, terutama terkait respons penyesuaian pelaku usaha logistik. Dalam jangka menengah–panjang, kebijakan berpotensi memberi manfaat ekonomi dan sosial seperti peningkatan keselamatan, pengurangan kerusakan infrastruktur, dan efisiensi rantai pasok.\"}]","KAJIAN BERSAMA - PENGUKURAN DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEBAS KENDARAAN LEBIH DIMENSI-LEBIH MUATAN - Terhadap Biaya Logistik, Inflasi, dan Perekonomian - 2025 | PDF",165]