[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-143442-113":53,"doc-detail-143442-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","jessica-townsend-nevermoor-hollowpox-3-a-series-of-carefully-orchestrated-events","Jessica Townsend - Nevermoor - Hollowpox #3 - Serangkaian Peristiwa","","Nevermoor: Hollowpox #3 berfokus pada Morrigan Crow yang menjalani hari terakhir semester musim gugur di Stasiun Unit 919. Di momen hening yang menjadi rutinitasnya, ia memasang pin W emas dan membuka akses menuju Hometrain, kendaraan khusus Wundrous Society yang sekaligus menjadi “rumah” mereka saat perjalanan. Kehadiran sahabat-sahabatnya—Hawthorne Swift dan rekan lainnya—menghidupkan stasiun yang semula tenang, sementara Miss Cheery sebagai kondektur mengarahkan para Cendekiawan menjalani tahap penting menuju petualangan berikutnya.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":15,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/jessica-townsend-nevermoor-hollowpox-3-a-series-of-carefully-orchestrated-events/143442/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/jessica-townsend-nevermoor-hollowpox-3-a-series-of-carefully-orchestrated-events/143442.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Maeve","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-08-25",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",7,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa yang terjadi pada hari terakhir semester Morrigan Crow?","Question",{"text":110,"@type":111},"Morrigan bersiap di Stasiun 919 dengan pin W emas, lalu membuka pintu menuju Hometrain sambil menunggu rekan seunitnya berdatangan.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Siapa Miss Cheery dan perannya di Unit 919?",{"text":115,"@type":111},"Miss Cheery adalah kondektur resmi Unit 919 yang memuluskan perjalanan para Cendekiawan sekaligus berperan sebagai guru bimbingan dan konseling.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Apa itu Hometrain dalam cerita ini?",{"text":119,"@type":111},"Hometrain adalah moda transportasi khusus Unit 919 Wundrous Society yang berfungsi juga sebagai “rumah di luar rumah”, lengkap dengan fasilitas seperti jok, sofa, tungku kayu bakar, dan stoples biskuit.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},143442,1787695164,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":14,"category_name":15,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},5909877438554,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/5600025385ad2bf12a7?_k=1778553567797529272","NEVERMOOR Buku Tiga  \nHollowpox, The Hunt for Morrigan Crow Jessica Townsend  \nDiterjemahkan dari Hollowpox, The Hunt for Morrigan Crow karya Jessica Townsend  \nCopyright © 2020 by Jessica Townsend  \nCover and interior art copyright © 2020 by Jim Madsen Cover design by Sasha Illingworth and Angelie Yap Cover copyright © 2020 by Hachette Book Group, Inc.  \nPublished in agreement with The Bent Agency, through The Grayhawk Agency. Hak  \npenerjemahan ke dalam Bahasa Indonesia ada pada Noura Books (PT Mizan Publika) All rights reserved  \nPenerjemah: Reni Indardini  \nPenyunting: Yuli Pritania  \nPenyelaras aksara: Nuraini S.  \nPenata aksara: Rhay13  \nDigitalisasi: Lian Kagura  \nISBN: 978-623-242-213-1  \nDiterbitkan dengan lini Mizan Fantasi oleh Penerbit Noura Books PT Mizan Publika (Anggota IKAPI)  \nJln. Jagakarsa No. 40 RT 007/RW 04, Jagakarsa-Jakarta Selatan Telp: 021-78880556, Faks: 021-78880563  \nE-mail: [redaksi@noura.mizan.com](redaksi@noura.mizan.com)  \n[www.nourabooks.co.id](www.nourabooks.co.id)  \nDaftar Isi  \nUnit 919  \nSerangkaian Peristiwa Runtun yang Diatur Saksama Tempat Pertemuan  \nTingkat Kegembiraan yang Membahayakan  \nEnam Swift, Dua Kucing  \nDe Flimsé  \nRook  \nManiak Bawah Tanah  \nBuku Ghostly Hour  \nGolders Night  \nPembesuk  \nHappenchance dan Euphoriana  \n“Wunimal Geger di Kandang Opera Nevermoor”Hollowpox  \nTaman Anyaman Gossamer  \nKegiatan Ekstrakurikuler  \nEzra, si Anak Lelaki  \nPerampokan pada Tengah Hari Bolong  \nPerpustakaan Gobleian  \nSerangga Buku  \nWarga Nevermoor yang Prihatin  \nGala Senja  \nSindikat Penyelamat  \nDari Parah Menjadi Gawat  \nKita Semua Sekubu, Sebetulnya  \nSquall, si Monster  \nPercik Api  \nAncaman Baru terhadap Nevermoor  \nBerburu Morrigan Crow  \nKayu Bakar di Pendiangan  \nPanggil Aku Mog  \nKue Bakpao  \nPerdana Menteri yang Terhormat Duta  \nPemanggil dan Perajin  \nAlun-Alun Keberanian  \nOpname  \nMembuka Jendela  \nUcapan Terima Kasih  \nTentang Penulis  \nDengan cinta, buku ini dipersembahkan untuk Jo Laurence dantemannya Mrs. Miller, itikwun kabaret yang asli.  \nBAB 1  \nUnit 919  \nMusim Dingin Tahun Dua  \nPADA DAUN PINTU HITAM mengilap di dalam lemari terang benderang, lingkaran mungil bercahaya emas berdenyut-denyut, sedangkan di pusatnya berpendarlah W kecil.  \nMasuklah, lambang itu seolah berkata seiring tiap degup lembut. Cepat!  \nMorrigan Crow selesai mengancingkan kemeja putih yang dikanji sampai kaku, lalu mengenakan mantel hitam dan dengan hati-hatimemasang pin W emas di kerah mantel. Akhirnya, dia menempelkanujung jari ke lingkaran berdenyar dan, seakan dia baru saja memutar kunci, terbukalah pintu hingga menampakkan sebuah stasiun kereta api lengang.  \nSaat-saat hening nan tenteram seperti ini merupakan momen favorit Morrigan tiap hari. Hampir tiap pagi dia datang paling awal di Stasiun 919. Dia gemar memejamkan mata barang beberapa detik, memasang telinga untuk menangkap gemuruh kereta dariterowongan Wunderground di kejauhan. Seperti naga mekanis yang bangun dari tidur. Siap membawa jutaan orang ke sepenjuru Kota Nevermoor melalui jejaring rel kompleks.  \nMorrigan tersenyum dan menarik napas dalam-dalam.  \nHari terakhir semester musim gugur.  \nDia berhasil.  \nRekan seunitnya mulai berdatangan, membuyarkan kedamaian dan keheningan saat kedelapan pintu tersisa di peron dibanting hingga terbuka—mulai dari pintu merah elok Mahir Ibrahim di ujunghingga pintu kecil berpelengkung dari kayu tak bevernis milik Anah Kahlo di ujung satunya lagi—dan celoteh lantas memenuhi stasiun.  \nHawthorne Swift, sahabat Morrigan, tiba dalam penampilannya yang biasa di pagi hari—sempoyongan karena keberatan perlengkapan menunggang naga, kemeja abu-abu tidak terkancingrapi, rambut cokelat ikal yang belum disisir mencuat ke sana kemari, mata biru berbinar-binar entah karena baru memimpikan atau melakukan aksi jail (Morrigan tidak ingin tahu yang mana) . Archan Tate—yang selalu bertindak-tanduk dan berbusana tak bercela—tanpa sepatah kata pun mengambil setengah perlengkapan Hawthorne unt uk dia bawakan dan ","cbCaiu3BtOt2hGlp","https://ap.wps.com/l/cbCaiu3BtOt2hGlp","pdf",4634238,589,"Indonesian","# Daftar Isi\n## Unit 919\n## Serangkaian Peristiwa Runtun yang Diatur Saksama\n## Tingkat Kegembiraan yang Membahayakan\n## Enam Swift, Dua Kucing\n## De Flimsé\n## Rook\n## Maniak Bawah Tanah\n## Buku Ghostly Hour\n## Golders Night\n## Pembesuk\n## Happenchance dan Euphoriana\n## \"Wunimal Geger di Kandang Opera Nevermoor\"Hollowpox\n## Taman Anyaman Gossamer\n## Kegiatan Ekstrakurikuler\n## Ezra, si Anak Lelaki\n## Perampokan pada Tengah Hari Bolong\n## Perpustakaan Gobleian\n## Serangga Buku\n## Warga Nevermoor yang Prihatin\n## Gala Senja\n## Sindikat Penyelamat\n## Dari Parah Menjadi Gawat\n## Kita Semua Sekubu, Sebetulnya\n## Squall, si Monster\n## Percik Api\n## Ancaman Baru terhadap Nevermoor\n## Berburu Morrigan Crow\n## Kayu Bakar di Pendiangan\n## Panggil Aku Mog\n## Kue Bakpao\n## Perdana Menteri yang Terhormat Duta\n## Pemanggil dan Perajin\n## Alun-Alun Keberanian\n## Opname\n## Membuka Jendela\n## Ucapan Terima Kasih\n## Tentang Penulis","[{\"question\":\"Apa yang terjadi pada hari terakhir semester Morrigan Crow?\",\"answer\":\"Morrigan bersiap di Stasiun 919 dengan pin W emas, lalu membuka pintu menuju Hometrain sambil menunggu rekan seunitnya berdatangan.\"},{\"question\":\"Siapa Miss Cheery dan perannya di Unit 919?\",\"answer\":\"Miss Cheery adalah kondektur resmi Unit 919 yang memuluskan perjalanan para Cendekiawan sekaligus berperan sebagai guru bimbingan dan konseling.\"},{\"question\":\"Apa itu Hometrain dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Hometrain adalah moda transportasi khusus Unit 919 Wundrous Society yang berfungsi juga sebagai “rumah di luar rumah”, lengkap dengan fasilitas seperti jok, sofa, tungku kayu bakar, dan stoples biskuit.\"}]","Jessica Townsend - Nevermoor - Hollowpox #3 - Serangkaian Peristiwa | PDF",907]