[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40404-id":3,"doc-seo-40404-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40404,8796095461564,"Liam","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",48,"Cerita & Novel","Jakarta Undercover: Sex n' the City","Jakarta Undercover: Sex n' the City memotret keragaman seks dan seksualitas dalam konteks Jakarta. Melalui kerangka reflektif, pengantar menelaah bagaimana seks dan seksualitas sering diselubungi, dipantang, atau dikomodifikasi oleh struktur sosial yang berkuasa, sekaligus menyoroti bahwa berbagai bentuk ekspresi seksual telah lama hadir secara terbuka dalam sejarah dan budaya Nusantara. Buku ini mengajak pembaca membaca dengan semangat mawas diri, bukan pengintipan.","Sex n ' the City  \nJakarta  \nUndercover  \nLiputan Tuntas Dunia Malam Jakarta. Dari Seks Bulan Madu Pajero Goyang , Melrose Place High Callgirls , Sex Sandwich Sashimi Girls , Service Dobel-tripel VIP Sauna , Lulur Tripel X Salon-salon Eksekutif, Sex Drive-thru Rumah Cinta XXX, Orgy Order Massage Ladies, Nude Ladies Nite VIP Casino , Sex-midnite Gadis-gadis Burespang, Kencan Bule-Bule Impor Sampai Private Sex Parties.  \nM o a m m a r E m k a  \nPengantar: Dede Oetomo , Ph. D.  \nSex n ' th e City  \nJakarta  \nUndercover  \n• • •  \nTerimakasih untuk sahabat-sahabat terbaik:  \nAip Leurima , Chris Luhulima , Bebi Romeo , Bung Gege , Sonny Lalwani , Cornelia Agatha , Abdee Slank , Tongclay dan Kiki Susilo  \nEmka, Moammar  \nJakarta Undercover: Sex n' the City / Moammar Emka—  \ncet. 1—Jakarta: GagasMedia, 2005 xl + 488 h1m; 11 x 18 cm  \nISBN 979-9341-62-0  \n1. Lifestyle I. Judul    790   \nKata Pengantar  \nSeksdanSeksualitas: Buka-tutup Selubung  \nOleh: Dede Oetomo , Phd  \nPendiri dan Anggota Dewan Pembina yayasan GAYa  \nNUSANTARA  \ndan  \nKetua Bidang Peminatan Gender dan Seksualitas Program Magister llmu-ilmu Sosial FISIP Universitas Airlangga  \nerbu at an seks , yang me libatkan  \nPdanencaipkmkalttan sarerlampu-satrearfpadk tubupadakgan  \ntubuh yang dipahami sebagai alat kelamin (penis dan vagina) tetapi sebetulnya dapat juga melibatkan organ lain seperti tangan , dada , sela paha , mulut dan dubur , dan pemahamannya secara sosial-budaya yang  \nVII  \ndikenal deng an istilah seksualitas, pad ahemat saya terlalu diistimewakan dalam masyaraka t kita. Bukanka h sebetulnya banyak perbuatan kita (dan dapat nikmat) seperti m akan ; bu ang air kecil m aupun besar, bersin , menggaruk dan lain sebagainya. Patut kita renungkan mengapa seks danseksualitas begitu diistimewakan , sehinggadi se lubungi , diintip , dikomodifikasi , diharamkan , bahkan ada yang dikutuk (seperti seks di antara saudara , orangtua dananak , dsb.) , namun juga oleh sebagian orang dianggap amat berharga , bahkan dirayakan. An can gan berpikir k onstruk si s osi almenyadari bahwa penyelubungan , pelarang an dll. Itu disu sun oleh su atumasyarakat , biasanya oleh mereka yang berkuasa di dalamnya , secara berbeda ataulain dengan apa yang didapati di masyarakatlain. Di Mesir pada zaman Cleopatra misalnya , justru perkawinan antar saudara kandung menjadi pola pada kelu ar ga kerajaan, supaya tuah kerajaan (artinya jugaharta dan kekuasaan) tetap di dalam dinasti yang berku asa. Di banyak masyaraka t Nusantara , perkawinan antara sepup u  \nsering terjadi. Sementara masyarakat yang did asa ri pemikiran genetika modern cenderung menabukannya. Penetrasi analterhadap anak laki-laki oleh laki-laki dewasa sebaya ayah mereka (tetapi bukan ayahnya sendiri) pernah menjadi ritus akil-balig bagianak laki-laki di beberapa kelompok etnik di Melanesia , seperti pernah dicatat padasuku Asmat sebelum m asuknya agama Kristen Katolik.  \nDalam sejarah masyarakat di Nusantara pernah ada penulisan dan pencitraan yang lug as da n terbuka men gen ai seks danseksualitas. Serat Centhini dan banyak laginaskah Jawa semasa dari abad ke-18 dan 19, misalnya , dengan ceria dan berseni menggambarkan dua orang santri yang sesudah melakukan hubung an seks oral , mandi junub dan kemudian sholat subuh bersama. Tidak ada rasa bersalah , tidak ada yang istimewa , dan hebatnya , adegan itu diungkapkan dalam puisi yang bermutu tinggi. Di candi-candi peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu di Nusantara juga ditemui lingga danyoni yang merupakan representasi penis dan vagina. Dan sebetulny a kalau kita  \nmelihat masyarakat kita yang tidak munafik, umumny a di kalangan kelas pekerja, masih banyak ekspresi seks dan seksualitas yang lugas dan cenderung merayakannya , seperti ukiran kayu atau kulit kerang berbentuk penis berbagai ukur an yang dibu at dandijual di banyak tempat.  \nDeng an semangat peraya an seks dansek sua lita s itulah kita sambut buku Moamma r Emka yang men gungkapkan berbagai aspek seks dan seksualitas di Jakart","cbCaiqrhAP4RfWci","https://ap.wps.com/l/cbCaiqrhAP4RfWci","pdf",1047439,3,1,263,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n## Seks dan seksualitas: buka-tutup selubung\n## Jejak sejarah dan budaya Nusantara\n## Sambutan buku Jakarta Undercover","[{\"question\":\"Mengapa seks dan seksualitas sering dipandang istimewa, diselubungi, atau diharamkan?\",\"answer\":\"Karena penyelubungan dan pelarangan disusun oleh masyarakat—biasanya oleh mereka yang berkuasa—dengan cara yang berbeda dari kondisi di masyarakat lain.\"},{\"question\":\"Apa contoh yang disebut dalam sejarah Nusantara terkait keterbukaan seksualitas?\",\"answer\":\"Disebut adanya penulisan dan pencitraan yang lugas dalam Serat Centhini dan karya Jawa, serta representasi lingga dan yoni pada peninggalan kerajaan Hindu di Nusantara.\"},{\"question\":\"Bagaimana pembacaan yang dianjurkan terhadap buku ini?\",\"answer\":\"Pembaca diminta menghindari semangat pengintip dan menggantinya dengan semangat mawas diri agar memahami seks dan seksualitas tanpa menghakimi.\"}]",1783311247,405,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"jakarta-undercover-sex-n-the-city","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/jakarta-undercover-sex-n-the-city/40404/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa seks dan seksualitas sering dipandang istimewa, diselubungi, atau diharamkan?","Question",{"text":75,"@type":76},"Karena penyelubungan dan pelarangan disusun oleh masyarakat—biasanya oleh mereka yang berkuasa—dengan cara yang berbeda dari kondisi di masyarakat lain.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa contoh yang disebut dalam sejarah Nusantara terkait keterbukaan seksualitas?",{"text":80,"@type":76},"Disebut adanya penulisan dan pencitraan yang lugas dalam Serat Centhini dan karya Jawa, serta representasi lingga dan yoni pada peninggalan kerajaan Hindu di Nusantara.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana pembacaan yang dianjurkan terhadap buku ini?",{"text":84,"@type":76},"Pembaca diminta menghindari semangat pengintip dan menggantinya dengan semangat mawas diri agar memahami seks dan seksualitas tanpa menghakimi.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]