[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40446-id":3,"doc-seo-40446-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40446,8796095461610,"Oliver","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",55,"Agama & Spiritualitas","Ilusi Negara Islam Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia","Ilusi Negara Islam Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia membahas masa depan Islam di Indonesia melalui lensa toleransi, nalar, dan bahaya sikap monolitik. Prolog menekankan bahwa mayoritas umat Islam serta kontribusi NU dan Muhammadiyah dapat membentuk Islam yang ramah, namun kekerasan dapat muncul ketika agama kehilangan daya pikir dan berujung pada penghakiman sekelompok. Isi buku menyoroti studi gerakan transnasional, infiltrasi ideologi Wahabi-Ikhwanul Muslimin, agenda garis keras, respons, serta kesimpulan dan rekomendasi.","ILUSI NEGARA ISLAM  \nEkspansi Ge­rakan Islam Transnasio­naldi Indo­ne­sia  \nILUSI NEGARA ISLAM  \nEkspansi Ge­rakan Islam Transnasio­naldi Indo­ne­sia  \nEditor  \nKH. Abdurrahman Wahid  \nProlog  \nPro­f. Dr. Ahmad Syafii Maarif  \nEpilog  \nKH. A. Musto­fa Bisri  \n© LibFo­rAll Fo­undatio­n, 2009  \nHak Cipta dilindungi Undang-undang  \nIlusi Ne­gara Islam:  \nEkspansi Ge­rakan Islam Transnasio­nal di Indo­ne­sia  \nEdito­r: KH. Abdurrahman Wahid  \nPe­nye­laras Bahasa: Mo­hamad Guntur Ro­mli De­sign Co­ve­r: Widhi Cahya dan Rahman Se­blat  \nLayo­ut: Widhi Cahya  \nCe­takan I: April 2009  \nDite­rbitkan atas ke­rjasama  \nGe­rakan Bhinne­ka Tunggal Ika, the­ Wahid Institute­, dan Maarif Institute­  \nIlusi ne­gara Islam : e­kspansi ge­rakan Islam transnasio­nal di Indo­ne­sia / Jakarta : The­ Wahid Institute­, 2009  \n322 hlm. ; 21,5 cm. ISBN 978-979-98737-7-4  \n1. Islam, Pe­mbaruan-- Indo­ne­sia  \nI. Abdurrahman Wahid, Kyai Haji 297-749.598  \nDice­tak o­le­h PT. De­santara Utama Me­dia  \nDaftar Isi  \nPro­lo­g:  \nMASA DEPAN ISLAM DI INDONESIA  \nPro­f. Dr. Ahmad Syafii Maarif 7  \nPe­ngantar Edito­r:  \nMUSUH DALAM SELIMUT  \nKH. Abdurrahman Wahid 11  \nBab I Studi Ge­rakan Islam Transnasio­nal dan  \nKaki Tangannya di Indo­ne­sia 43  \nBab II Infiltrasi Ide­o­lo­gi Wahabi-Ikhwanul Muslimin di Indo­ne­sia 59  \nBab III Ide­o­lo­gi dan Age­nda Ge­rakan Garis Ke­ras di Indo­ne­sia 133  \nBab IV Infiltrasi Age­n-age­n Garis Ke­ras te­rhadap  \nIslam Indo­ne­sia 171  \nBab V Ke­simpulan dan Re­ko­me­ndasi 221  \nEpilo­g BELAJAR TANPAAKHIR  \nKH. A. Musto­fa Bisri 233  \nLampiran 1:  \nSurat Ke­putusan Pimpinan Pusat (SKPP) Muhammadiyah No­ . 149/KEP/I.0/B/2006, untuk me­mbe­rsihkan Muhammadiyah dari Partai Ke­adilan Se­jahte­ra (PKS) 239  \nLampiran 2:  \nDo­kume­n Pe­no­lakan Pe­ngurus Be­sar Nahdlatul Ulama (PBNU) te­rhadap Ide­o­lo­gi dan Ge­rakan Ekstre­mis Transnasio­nal 251  \nDaftar Biblio­grafi 309  \nProlog  \nMasa Depan IslaM DI InDo­nesIa Oleh: Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif  \nsebenar­nya Dar­I segI juM lah , tIDak aDa yang har­usdirisaukan te­ntang masa de­pan Islam di Indo­ne­sia. Se­nsus pe­nduduk tahun 2000 me­ncatat bahwa jumlah umat Islam di ne­ge­ri ini be­rada pada angka 88,22%, se­buah pe­rse­ntase­ yang tinggi se­kali. Be­gitu juga o­rang lain tidak pe­rlu ce­mas me­mbaca angka statistik itu, kare­na dua sayap be­sar umat Islam, NU dan Muhammadiyah, sudah se­jak awal be­ke­rja ke­ras untuk me­nge­mbangkan se­buah Islam yang ramah te­rhadap siapa saja, bahkan te­rhadapkaum tidak be­riman se­kalipun, se­lama se­mua pihak saling me­ngho­rmati pe­rbe­daan pandangan. Te­tapi be­ncana bisa saja te­rjadi bila pe­me­luk agama ke­hilangan daya nalar, ke­mudian me­nghakimise­mua o­rang yang tidak se­faham de­ngan aliran pe­mikiran me­re­ka yang mo­no­litik. Co­nto­h dalam be­rbagai unit pe­radaban umat manusia te­ntang sikap me­mo­no­po­li ke­be­naran ini tidak sulit untuk dicari. Darah pun sudah banyak te­rtumpah akibat pe­nghakimanse­go­lo­ngan o­rang te­rhadap pihak lain kare­na pe­rbe­daan pe­nafsiran agama atau ide­o­lo­gi.  \nDalam se­jarah Islam pun, ke­lo­mpo­k yang me­rasa paling sahihdalam ke­imanannya juga tidak sulit untuk dilacak. Jika se­kadar  \n􀀸 | Il u sI ne gar­ a IslaM  \nme­rasa paling be­nar tanpa me­nghukum pihak lain, barangkali tidaklah te­rlalu be­rbahaya. Bahaya akan muncul bilamana adao­rang yang me­ngatasnamakan Tuhan, lalu me­nghukum dan bahkan me­mbinasakan ke­yakinan yang be­rbe­da. Dalam bacaan saya, dalam banyak kasus, al-Qur’an jauh le­bih to­le­ran dibandingkan de­ngan sikap se­ge­lintir Muslim yang into­le­ran te­rhadap pe­rbe­daan. Fe­no­me­na se­macam ini dapat dijumpai di be­rbagai ne­gara, baik di ne­gara maju, mau pun di ne­gara yang be­lum be­rke­mbang, tidak saja di dunia Islam. Apa yang biasa dikate­go­rikan se­bagai go­lo­ngan fundame­ntalis be­rada dalam kate­go­ri ini. Di Ame­rikamisalnya kita me­nge­nal go­lo­ngan fundame­ntalis Kriste­n yang die­ra Pre­side­n Ge­o­rge­ W. Bush me­njadi pe­ndukung utama re­zim n","cbCaivl0jPHeR1Yc","https://ap.wps.com/l/cbCaivl0jPHeR1Yc","pdf",4762554,6,1,325,"Indonesian","id",113,"# Prolog: Masa Depan Islam di Indonesia\n# Pengantar Editor: Musuh dalam Selimut\n# Bab I Studi Gerakan Islam Transnasional dan Kaki Tangannya di Indonesia\n# Bab II Infiltrasi Ideologi Wahabi-Ikhwanul Muslimin di Indonesia\n# Bab III Ideologi dan Agenda Gerakan Garis Keras di Indonesia\n# Bab IV Infiltrasi Agen-agen Garis Keras terhadap Islam Indonesia\n# Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi\n# Epilog Belajar Tanpa Akhir\n# Lampiran","[{\"question\":\"Mengapa masa depan Islam di Indonesia perlu dicermati, menurut prolog buku ini?\",\"answer\":\"Prolog menyatakan bahwa walau umat Islam sangat besar dan NU serta Muhammadiyah mendorong Islam yang ramah, bencana dapat terjadi ketika pemeluk agama kehilangan daya nalar lalu menghakimi pihak yang berbeda.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan bahaya sikap monolitik dalam konteks toleransi beragama?\",\"answer\":\"Buku mengaitkan monolitik dengan klaim paling benar yang berujung pada menghukum bahkan membinasakan keyakinan lain, bukan sekadar perbedaan penafsiran.\"},{\"question\":\"Gerakan apa yang dibahas pada bagian studi dan infiltrasi di Indonesia?\",\"answer\":\"Struktur isi menyoroti studi gerakan Islam transnasional serta infiltrasi ideologi Wahabi-Ikhwanul Muslimin, termasuk agenda dan agen gerakan garis keras terhadap Islam Indonesia.\"}]",1783311717,501,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"islamic-state-illusion-the-expansion-of-transnational-islamic-movements-in-indonesia","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/islamic-state-illusion-the-expansion-of-transnational-islamic-movements-in-indonesia/40446/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-24","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Mengapa masa depan Islam di Indonesia perlu dicermati, menurut prolog buku ini?","Question",{"text":76,"@type":77},"Prolog menyatakan bahwa walau umat Islam sangat besar dan NU serta Muhammadiyah mendorong Islam yang ramah, bencana dapat terjadi ketika pemeluk agama kehilangan daya nalar lalu menghakimi pihak yang berbeda.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Apa yang dimaksud dengan bahaya sikap monolitik dalam konteks toleransi beragama?",{"text":81,"@type":77},"Buku mengaitkan monolitik dengan klaim paling benar yang berujung pada menghukum bahkan membinasakan keyakinan lain, bukan sekadar perbedaan penafsiran.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Gerakan apa yang dibahas pada bagian studi dan infiltrasi di Indonesia?",{"text":85,"@type":77},"Struktur isi menyoroti studi gerakan Islam transnasional serta infiltrasi ideologi Wahabi-Ikhwanul Muslimin, termasuk agenda dan agen gerakan garis keras terhadap Islam Indonesia.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]