[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-447882-113":53,"doc-detail-447882-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","islamic-solutions-to-poverty-first-friday-sermon","Cara Islam Mengatasi Kemiskinan - Khutbah Jumat Pertama","","Khutbah Jumat ini membahas kemiskinan sebagai persoalan struktural dan tanggung jawab kolektif. Uraian diawali ajakan meningkatkan takwa serta pentingnya akurasi data agar bantuan tidak salah sasaran. Kemudian dijelaskan bahwa standar kemiskinan yang berbeda dapat mengubah angka, sementara sistem kapitalisme membuat rakyat sulit keluar dari kemiskinan melalui keterbatasan pendidikan, modal, dan pekerjaan layak. Islam menegaskan ukuran kemiskinan yang jelas dan kewajiban nafkah; bila kerabat tidak mampu, negara wajib menjamin kebutuhan pokok melalui Baitul Mal, zakat, dan mekanisme yang terbatas namun bertujuan mengakhiri kelaparan.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/islamic-solutions-to-poverty-first-friday-sermon/447882/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/islamic-solutions-to-poverty-first-friday-sermon/447882.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Sophia Brooks","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-03","2026-09-29",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa khutbah menekankan takwa sebelum membahas kemiskinan?","Question",{"text":109,"@type":110},"Khutbah mengawali dengan ajakan meningkatkan takwa kepada Allah, menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, lalu mengaitkannya dengan kewajiban menyelesaikan masalah kemiskinan.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa masalah utama yang dibahas terkait penyaluran bantuan kepada warga?",{"text":114,"@type":110},"Khutbah menyebut kesalahan pada angka atau data dapat menyebabkan warga miskin masuk kelompok yang tidak mendapat bantuan sehingga bantuan dihentikan, sementara sebagian pihak yang seharusnya tidak menjadi sasaran bisa masuk desil bawah.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana Islam menetapkan cara mengatasi kemiskinan?",{"text":118,"@type":110},"Islam menetapkan ukuran kemiskinan dan mewajibkan pemenuhan kebutuhan pokok. Kewajiban nafkah berada pada laki-laki dewasa, lalu berpindah ke kerabat terdekat jika tidak mampu; bila tidak ada yang mampu, negara wajib menjamin melalui Baitul Mal serta mekanisme seperti zakat dan sumber dana negara yang terbatas untuk menutup kebutuhan.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},447882,1791012416,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},962084925636,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","SOLUSI ISLAM MENGATASI KEMISKINAN  \nKHUTBAH PERTAMA  \nاا للْْححََمـقّْ دلّ يلِلّٰ ّظْ هّ رَهرَبّعَ لَىالْ عَ الََّيْالدنَ ،ّ يْنّاَ لكْحلَّهمّ ْدوَ لَ وْلِلّٰ ّكَرّهَالَّ ذّايلَْ ْشْرّكأَ رْسَلَوْنَ ،رَسأَ شوْْ لَههَدبّ اأَلنْ هْدَلََىاّ لٰ هَوَدّ يْنّإّ لََّاللّٰٰ وَ أَ شْهَد أَ نَّ محَمَّدً ا رَسوْل اللّٰٰ، اَ للٰ هـمَّ صَلّ عَ لَى سَيّ دّ نَ ا محَمَّدٍ وَعَ لَىاٰ لّ هّ وَ أَصْحَ ابّ هّ أَ جْمَعّ يْنَ ، أَ مَّا بَعْد.  \nقفََ ياَلا َعاللهّ بَ ادَتَ عَ الىَاللّٰٰ،: وأَ ّفيْْٓوْصّ يْنّيّاَ مْوَ الّ هّ مْنَ فْسّ يْحَقٌّوَ لإّيَّ اكّ لسَّاۤمىِْٕ لّبّ تَ قْوَىوَ الَْْحْراللهوْمّ ّ ،١٩فَ قَ(دْاَ لذفََّ اا زرَّيَاالَتْتَّ ق)وْنَ.  \nAlhamdulillah, kita masih dipertemukan oleh Allah di hari mulia, hari Jumat . Di tempat yang dimuliakan, masjid. Bersama orang-orang yang insya Allah dimuliakan, orang-orang bertakwa . Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad saw .  \nPertama dan paling utama, mari tingkatkan takwa kitakepada Allah. Taati perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Allah  \nيْٰٓ اَ يُّ هَا الَّ ذّ يْنَ اٰ مَنوا اتَّ قوا اللّٰٰ َ حَقَّ تقٰ ىتّ هٖ وَلََ تَ موْ تنَّ اّ لََّ وَاَ نْ تSwt. berfirman:مْ مُّسْلّ موْنَ   \n“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kep ada Allah deng an sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamumati kecuali dalam keadaan muslim.”(QS. Âli ‘Imrân [3]: 102) .  \nMa’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,  \nKetika angka menentukan siapa yang berhak mendapat bantuan dan siapa yang tidak, kesalahan satu angka saja bisamengubah nasib sebuah keluarga. Pemerintah membagimasyarakat menjadi 10 desil ekonomi. Desil 1–4 mendapat  \nbantuan, sedangkan desil 5–10 dianggap mandiri. Namun, kekacauan data membuat warga miskin ada yang masuk desilatas sehingga bantuan dihentikan, sementara orang kaya, bahkan anggota DPR, ada yang masuk desil bawah. Desil ini juga direncanakan menjadi dasar pembatasan subsidi Pertalite dan LPG 3 kg bagi desil 9–10.  \nJamaah Jum’at rahimakumullah, perbedaan juga terlihatpada angka kemiskinan . Pemerintah mencatat 23,85 juta orang miskin pada Maret 2025 dengan garis kemiskinan Rp609 .160 per bulan atau Rp20 . 305 per hari. Sementara Bank Dunia menggunakan standar Rp52 .500 per hari, sehinggamenghasilkan angka sekitar 68,4% penduduk atau 194,6 jutajiwa. Begitu pula pengangguran: pedagang kecil, pekerja serabutan, dan pekerja paruh waktu tetap dianggap bekerjameski penghasilannya tidak mencukupi. Inilah persoalannya: dalam si stem Kapitalisme, ukuran kemiskinan bersifat relatif danangka statistik dapat berubah sesuai standar yang digunakan, bahkan berpotensi dipakai untuk menampilkan seolah-olah kondisi rakyat lebih baik daripada kenyataannya.  \nMa’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,  \nKemiskinan rakyat bukan selalu karena mereka malas berusaha, tetapi bisa karena sistem yang membuat mereka sulit keluar dari kemiskinan . Rakyat miskin sulit mendapatkan pendidikan tinggi, modal usaha, dan pekerjaan layak, sementarakelompok kaya, terutama kapitalis-oligarki, lebih mudahmemperoleh modal, menguasai sumber daya alam, sertamendapatkan akses kekuasaan . Akibatnya, ketimpangan semakin besar .  \nPada 2025, INDEF mencatat 10% kelompok terkaya menguasai 60,2% kesejahteraan nasional, sementara pada 2026 kekayaan 50 orang terkaya mencapai Rp4 .651 triliun, hampirdua kali lipat dibanding 2019 berdasarkan data Forbes yang diolah Celios . Kondisi ini merupakan dampak dari penerapan Kapitalisme dengan prinsip kebebasan kepemilikan, sementara rakyat dibiarkan bersaing dengan prinsip survival of the fittest  \ndan negara lebih banyak berperan sebagai regulator. Bahkan berbagai bantuan seperti BPJS dan beasiswa pada dasarnya jugabersumber dari pajak yang dibayar rakyat .  \nMa’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,  \nJika kemiskinan adalah masalah kehidupan manusia, maka Islam tidak hanya menjelaskan siapa yang disebut miskin, tetapi juga menetapkan bagaimana kemiskinan itu harus diselesaikan .  \nDalam Islam, ukuran kemiskinan bersifat jelas: seseorang disebut miskin ketika kebut","cbCaiq4U6bvRlz8z","https://ap.wps.com/l/cbCaiq4U6bvRlz8z","pdf",348455,6,"Indonesian","# Materi Khutbah: Solusi Islam Mengatasi Kemiskinan\n## Takwa dan ketaatan kepada Allah\n## Dampak kesalahan data bantuan dan perbedaan standar kemiskinan\n## Kemiskinan karena sistem dan ketimpangan kepemilikan\n## Ukuran kemiskinan dan kewajiban pemenuhan kebutuhan pokok\n## Tanggung jawab kerabat lalu negara (Baitul Mal)","[{\"question\":\"Mengapa khutbah menekankan takwa sebelum membahas kemiskinan?\",\"answer\":\"Khutbah mengawali dengan ajakan meningkatkan takwa kepada Allah, menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, lalu mengaitkannya dengan kewajiban menyelesaikan masalah kemiskinan.\"},{\"question\":\"Apa masalah utama yang dibahas terkait penyaluran bantuan kepada warga?\",\"answer\":\"Khutbah menyebut kesalahan pada angka atau data dapat menyebabkan warga miskin masuk kelompok yang tidak mendapat bantuan sehingga bantuan dihentikan, sementara sebagian pihak yang seharusnya tidak menjadi sasaran bisa masuk desil bawah.\"},{\"question\":\"Bagaimana Islam menetapkan cara mengatasi kemiskinan?\",\"answer\":\"Islam menetapkan ukuran kemiskinan dan mewajibkan pemenuhan kebutuhan pokok. Kewajiban nafkah berada pada laki-laki dewasa, lalu berpindah ke kerabat terdekat jika tidak mampu; bila tidak ada yang mampu, negara wajib menjamin melalui Baitul Mal serta mekanisme seperti zakat dan sumber dana negara yang terbatas untuk menutup kebutuhan.\"}]","Cara Islam Mengatasi Kemiskinan - Khutbah Jumat Pertama | PDF",1790723803,9]