[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-448771-113":53,"doc-detail-448771-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","islam-according-to-the-prophet-challenging-the-personification-of-religion-and-restoring-sharia-as-a-standard-for-power","Cukuplah Islam Ala Rasulullah - Menggugat Personifikasi Agama dan Mengembalikan Syariah sebagai Tolok Ukur Kekuasaan","","Dokumen ini menyajikan kritik mendalam mengenai upaya mempersonifikasikan agama Islam ke dalam figur atau tokoh politik tertentu, seraya menegaskan pentingnya mengembalikan syariah sebagai tolok ukur utama bagi kekuasaan. Melalui metafora wahyu sebagai kompas dan penguasa sebagai musafir, narasi ini menekankan bahwa kebenaran Islam bersifat universal dan tidak bergantung pada legitimasi atau karisma individu penguasa mana pun. Dengan merujuk pada QS. al-Maidah [5]: 3, ditegaskan bahwa agama telah disempurnakan oleh Allah SWT, sehingga segala bentuk penyimpangan oleh oknum Muslim tidak boleh dianggap sebagai bagian dari ajaran Islam itu sendiri. Dokumen ini menyerukan kemandirian nilai Islam yang harus menempatkan wahyu di atas kepentingan politik, memastikan bahwa standar kebenaran tetap terjaga dari bias figuratif, serta mendorong pemahaman agama yang otentik sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Fokus utamanya adalah membangun kesadaran akan supremasi hukum Tuhan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/islam-according-to-the-prophet-challenging-the-personification-of-religion-and-restoring-sharia-as-a-standard-for-power/448771/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/islam-according-to-the-prophet-challenging-the-personification-of-religion-and-restoring-sharia-as-a-standard-for-power/448771.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Adam","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.presentationml.presentation","2026-10-01","2026-09-30",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":71},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa Islam tidak boleh dipersonifikasikan kepada tokoh politik?","Question",{"text":109,"@type":110},"Islam tidak boleh dipersonifikasikan karena kebenaran Islam bersifat universal dan berasal dari wahyu, bukan dari karisma atau legitimasi figur politik tertentu.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa makna metafora 'Wahyu adalah Kompas, Penguasa adalah Musafir'?",{"text":114,"@type":110},"Metafora ini menunjukkan bahwa wahyu adalah panduan mutlak yang tidak berubah, sementara penguasa hanyalah individu yang sedang dalam perjalanan dan harus mengikuti petunjuk dari wahyu tersebut.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana menyikapi kesalahan seorang Muslim dalam konteks ajaran Islam?",{"text":118,"@type":110},"Kesalahan seorang Muslim merupakan penyimpangan pribadi dan bukan bagian dari ajaran Islam, karena Islam yang menilai perbuatan seseorang, bukan sosok orang tersebut yang menjadi standar bagi Islam.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},448771,1790852497,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":60,"file_id":131,"file_url":132,"file_type":133,"file_size":134,"view_count":71,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":135,"language":136,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":61,"update_tm":140,"read_time":141},1374404737137,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","cbCaiceHxfulHcqN","https://ap.wps.com/l/cbCaiceHxfulHcqN","pptx",17245729,11,"Indonesian","# Cukuplah Islam Ala Rasulullah\n## Menggugat Personifikasi Agama\n## Syariah sebagai Tolok Ukur Kekuasaan\n# Wahyu adalah Kompas, Penguasa adalah Musafir\n## Prinsip Mutlak Islam\n## Kebenaran Islam yang Universal\n# Tolok Ukur Kebenaran adalah Wahyu\n## Kemurnian Ajaran Islam\n## Posisi Penguasa dalam Islam","[{\"question\":\"Mengapa Islam tidak boleh dipersonifikasikan kepada tokoh politik?\",\"answer\":\"Islam tidak boleh dipersonifikasikan karena kebenaran Islam bersifat universal dan berasal dari wahyu, bukan dari karisma atau legitimasi figur politik tertentu.\"},{\"question\":\"Apa makna metafora 'Wahyu adalah Kompas, Penguasa adalah Musafir'?\",\"answer\":\"Metafora ini menunjukkan bahwa wahyu adalah panduan mutlak yang tidak berubah, sementara penguasa hanyalah individu yang sedang dalam perjalanan dan harus mengikuti petunjuk dari wahyu tersebut.\"},{\"question\":\"Bagaimana menyikapi kesalahan seorang Muslim dalam konteks ajaran Islam?\",\"answer\":\"Kesalahan seorang Muslim merupakan penyimpangan pribadi dan bukan bagian dari ajaran Islam, karena Islam yang menilai perbuatan seseorang, bukan sosok orang tersebut yang menjadi standar bagi Islam.\"}]","Cukuplah Islam Ala Rasulullah - Menggugat Personifikasi Agama dan Mengembalikan Syariah sebagai Tolok Ukur Kekuasaan | PPTX",1790728712,17]