[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39880-id":3,"doc-seo-39880-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39880,2336464648322,"Aria","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2200025388227c56fec?_k=1778556882303663488",50,"Ujian","Pengenalan Bahasa Jerman 1","Buku ini memperkenalkan bahasa Jerman melalui pendekatan proses internalisasi: mempelajari bahasa dengan mengenal Jerman itu sendiri (alam dan budayanya) serta memahami perbedaan struktur bahasa Jerman dan bahasa Indonesia. Materi menekankan kemiripan rumpun bahasa Jerman dengan bahasa Inggris serta persamaan dasar seperti pola Subjek–Predikat–Objek. Penjelasan juga mencakup perbedaan ejaan, misalnya penggunaan huruf tambahan ß/β dan aturan kapitalisasi kata benda, termasuk reformasi penulisan 2006. Disertai rujukan budaya dan pribahasa untuk mendukung percakapan dan pemahaman bacaan bagi pembelajar A1–B2.","Bab I  \nDipl.-Ing(Univ) Barlian.Sapta.Putra  \nBAHASA JERMAN 1  \nBenteng Rheinstein  \nHak cipta:Manfred heyde, [https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rheinstein.jpg](https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rheinstein.jpg)  \nDisertai dengan pengenalan pada Budaya Jerman/percakapan/kosakata yang diperlukan sehari hari.  \nDitujukan untuk : Dewasa/Mahasiswa  \nTingkatan kesulitan : Tata Bahasa A1/A2  \nPengenalan budaya A1/A2/B1/B2  \nBab I  \nKATA PENGANTAR  \nBuku ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis dalam belajar bahasa Jerman, dimana penulis menilai proses internalisasi diperlukan dalam pembelajarannya.  \nYang dimaksud dengan proses internalisasi di atas ialah mengenal Bahasa jerman dengan mengenal Jerman itu sendiri ( seperti : alam dan budayanya), dan juga mengenal perbedaan bahasanya dengan bahasa Indonesia.  \nDikarenakan sebagian buku yang ada di pasaran menurut penulis terlalu teoretis dan yang sebagian lain terlalu gamblang, tidak mengstimulus proses Internalisasi tersebut, sementara buku yang mengstimulus proses internalisasi tersebut sayangnya tidak tertuju khusus untuk orang Indonesia, melainkan untuk umum (yaitu berbagai bangsa), maka ditulislah buku ini.  \nBeberapa pelajaran dasar bahasa Inggris (yang umumnya telah dikenal di bangku sekolah) digunakan di sini untuk menjembatani perbedaan yang cukup besar antara Bahasa Jerman dan Bahasa Indonesia.  \nPengulang-ulangan materi yang pembaca dapatkan nantinya tidaklah dimaksudkan untuk menjadikannya redundant, melainkan agar proses penghafalan dapat terjadi dengan sendirinya.  \nUntuk mereka yang telahbelajar A1/A2 buku ini dapat menjadi pendalaman dalam ilmu tata bahasanya, dan buat siswa yang telah belajar B1/B2 menjadi pendalaman dalam budaya Jerman, yang menarik untuk diketahui, sehinga bias menjadi bahan cerita jika ingin berbicara dengan orang Jerman  \nSemoga apa yang ditujukan di buku ini mengena pada sasarannya.  \nPekanbaru, 2009  \n**Buku ini tidak ditujukan untuk persiapan ujian bahasa Jerman. Untuk itu penulis menyarankan pembaca untuk mengunakan referensi buku yang tertera pada halaman belakang (atau buku yang digunakan oleh Goethe Institut)  \nBab I  \nBatas bahasaku  \nadalah batas duniaku;  \n(Ludwig Wittgenstein)  \nBab I  \nPELAJARAN I  \nPelajaran 1.1 : Kesamaan Bahasa jerman dengan B. Indonesia  \nBahasa yang anda pelajari di dalam buku ini dinamakan bahasa Jerman. Penggunaannya tidakhanya di Negara Jerman, tapi juga di Austria, Swiss, Luxembug, dan beberapa daerah lain di sekitar Negara Jerman.  \nDipandang dari rumpunnya, bahasa Jerman memiliki rumpun yang sama dengan Bahasa Inggris, yaitu rumpun Indoeropa/Indogermanis Dikarenakan berasal dari satu rumpun, maka kedua Bahasa tersebut memiliki banyak kemiripan / kesamaan.  \nSekalipun dengan bahasa Indonesia bahasa Jerman tidak satu rumpun, namun ada juga kesamaannya, misalnya sama-sama mengenal struktur Subjek -Predikat- Objek (S-P-O) dan memakai huruf latin dariA hingga Z.  \nAda kesamaan tentu ada pula perbedaan, yang antara lain :  \n1. bahasa Jerman memiliki beberapa huruf tambahan selain A hingga Z, misalnya huruf β yang bisa didapatkan pada kata „iβt (= makan)“.  \n2. Setiap awal kata benda, hurufnya harus ditulis dengan huruf besar, seperti pada kata „Brot (= roti)“.  \n3. Bahasa Jerman mengenal kata ganti orang yang berkelamin, misalnya er (=dia laki laki) atau sie (=diaperempuan).  \nRangkuman kesamaan dan perbedaan yang disebut di atas, dapat dilihat pada kalimat berikut ini.  \nJerman Er iβt Brot (1)  \n(Subjek) (Prediket) (Objek)  \nIndonesia Dia laki-laki makan roti  \nSebagaiamana bahasa Indonesia yang telah mengalami pembaharuan-pembaharuan [misalnyamelalui Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)], bahasa Jerman juga demikian, salah satu contohnya ialah Reformasi Cara Penulisan tahun 2006.  \nSalah satunya isinya mewajibkan mengganti huruf β dengan ss pada beberapa jenis kata. Salah satunya pada kata „iβt“ yang mulai tahun 2006 ditulis dengan “isst“, sehingga kalimat (1) mulai tahun 2006 ditulis menjadi  \nEr isst Bro","cbCaiju54HLUqEtJ","https://ap.wps.com/l/cbCaiju54HLUqEtJ","pdf",154558,4,1,7,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n# Pelajaran I\n## Pelajaran 1.1: Kesamaan Bahasa Jerman dengan Bahasa Indonesia\n## Kesamaan dan Perbedaan (huruf tambahan, kapitalisasi kata benda, kata ganti berkelamin)\n## Reformasi Cara Penulisan 2006 (β menjadi ss/isst)\n## Cara membaca dan konteks perbedaan penulisan (termasuk Swiss)\n## Pengenalan budaya dan pribahasa","[{\"question\":\"Apa tujuan utama buku dalam mempelajari bahasa Jerman?\",\"answer\":\"Buku ini menekankan proses internalisasi, yaitu mengenal bahasa Jerman dengan mengenal Jerman melalui alam dan budayanya, sekaligus memahami perbedaan bahasa Jerman dan bahasa Indonesia.\"},{\"question\":\"Pelajaran 1.1 membahas kemiripan bahasa Jerman dengan bahasa apa?\",\"answer\":\"Bahasa Jerman memiliki rumpun yang sama dengan bahasa Inggris (Indoeropa/Indogermanis), sehingga ada banyak kemiripan. Selain itu, terdapat persamaan dengan bahasa Indonesia pada pola Subjek–Predikat–Objek dan penggunaan huruf Latin A–Z.\"},{\"question\":\"Apa perubahan ejaan pada Reformasi Cara Penulisan 2006 terkait huruf β/ß?\",\"answer\":\"Reformasi 2006 mewajibkan mengganti huruf β dengan ss pada beberapa jenis kata. Contohnya “iβt” yang mulai 2006 ditulis menjadi “isst”, sehingga “Er iβt Brot” menjadi “Er isst Brot”.\"}]",1783087638,11,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"introduction-to-german-language-1","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/ujian/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/introduction-to-german-language-1/39880/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa tujuan utama buku dalam mempelajari bahasa Jerman?","Question",{"text":75,"@type":76},"Buku ini menekankan proses internalisasi, yaitu mengenal bahasa Jerman dengan mengenal Jerman melalui alam dan budayanya, sekaligus memahami perbedaan bahasa Jerman dan bahasa Indonesia.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Pelajaran 1.1 membahas kemiripan bahasa Jerman dengan bahasa apa?",{"text":80,"@type":76},"Bahasa Jerman memiliki rumpun yang sama dengan bahasa Inggris (Indoeropa/Indogermanis), sehingga ada banyak kemiripan. Selain itu, terdapat persamaan dengan bahasa Indonesia pada pola Subjek–Predikat–Objek dan penggunaan huruf Latin A–Z.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa perubahan ejaan pada Reformasi Cara Penulisan 2006 terkait huruf β/ß?",{"text":84,"@type":76},"Reformasi 2006 mewajibkan mengganti huruf β dengan ss pada beberapa jenis kata. Contohnya “iβt” yang mulai 2006 ditulis menjadi “isst”, sehingga “Er iβt Brot” menjadi “Er isst Brot”.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,118,122,126,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":96,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":120,"show_sort_weight":96,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":124,"show_sort_weight":96,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":127},"exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]