[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-229836-113":53,"doc-detail-229836-id":124},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":117,"head_meta":119,"extra_data":121,"updated_unix":123},113,"id","introduction-government-cadet-education-ipdn","Pendahuluan - Pendidikan Kader Pemerintahan IPDN","","Perspektif hukum internasional dan pendidikan kader pemerintahan menjadi dasar pembahasan pembentukan negara serta peran pemerintahan sebagai unsur utama. Uraian menelusuri sejarah pendidikan kader di lingkungan Kementerian Dalam Negeri yang berawal dari OSVIA, MOSVIA, dan OSIBA, hingga perubahan melalui Keputusan Presiden dan penetapan IPDN sebagai institut yang terus berkembang. Dijelaskan visi IPDN, perbedaan dengan perguruan tinggi lain, sistem Tri Tunggal Terpusat (JARLATSUH), jenjang praja berdasarkan semester, serta pola penempatan kampus (KSK). Bagian pengasuhan dipaparkan melalui tahapan kepmendagri, konsep integrasi kampus-keluarga-masyarakat, metode among asuh, dan teknik pengasuh dalam membentuk kepribadian serta perilaku praja.",{"@graph":63,"@context":116},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/introduction-government-cadet-education-ipdn/229836/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/introduction-government-cadet-education-ipdn/229836.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Jasmine","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Bagaimana jenjang praja ditentukan berdasarkan semester?","Question",{"text":110,"@type":111},"Praja belajar selama 4 tahun atau 8 semester: semester 1-2 disebut Praja Tingkat I (Praja Pratama), 3-4 Praja Tingkat II (Praja Muda), 5-6 Praja Tingkat III (Praja Madya), dan 7-8 Praja Tingkat IV (Praja Utama).","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Konsep apa yang digunakan dalam sistem pengasuhan praja dan siapa yang terlibat?",{"text":115,"@type":111},"Sistem pengasuhan dijelaskan sebagai pengasuhan terintegrasi yang melibatkan tiga komponen: kampus, keluarga, dan masyarakat, dengan metode among asuh serta penerapan asas-asas Ing ngarso sung tulodo, Ing madya membangun karso, dan Tut wuri handayani.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":118,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":120,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":122,"site_id":56},229836,1789044368,{"code":4,"msg":5,"data":125},{"doc_id":122,"user_id":126,"nickname":89,"user_avatar":127,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":128,"file_id":129,"file_url":130,"file_type":131,"file_size":132,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":133,"language":134,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":135,"faqs":136,"seo_title":137,"seo_description":61,"update_tm":123,"read_time":138},2336478487870,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang  \nPerspektif hukum internasional memiliki instrument yang telah mengatur secarapasti unsur-unsur terbentuknya negara adalah Montevideo Conevention yang menyebutkan adanya empat unsur yang menjadi kualifikasi sebuah negara sebagaisubjek hukum internasional. Pemerintahan menjadi salah satu unsur utama dalam suatunegara, khususnya di Indonesia. Penyelenggaraan pendidikan kader pemerintahan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri melalui proses perjalanan sejarah yang panjang. Diawali Pada tahun 1920, sekolah pendidikan Pamong Praja pertama kali didirikan yaitu Opleiding School Voor Inlandshe Ambtenaren (OSVIA) , Middlebare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (MOSVIA) , dan Opleiding School Indische Ambtenaren (OSIBA) . Setelah itu, Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 menggabungkan STPDN ke dalam IIP dan merubah nama IIP menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang bertahan hingga saat ini.  \nIPDN menjadi kampus kader pelopor penggerak revolusi mental oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 15 Juni 2015. Pengakuan tersebut merupakan amanat yang diberikan oleh Presiden sehingga harus terus diemban sebagai kepercayaan dan prestasi IPDN, Saat ini IPDN memiliki visi “Menjadi Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang Unggul, Profesional, Berintegritas, dan Berdaya Saingpada Tahun 2045.” IPDN adalah institusi pendidikan tinggi kepamongprajaan yang berbeda dari institusi pendidikan lain seperti UNHAS, UI, UGM, maupun ITB. Jika membandingkan nilai antara Perguruan Tinggi Negeri ternama yang disebutkansebelumnya dengan IPDN maka hasilnya tidak akan sebanding karena adanya perbedaan yang signifikan dari implementasi dan tujuan. Satu-satunya cara untuk menilai IPDN adalah dengan membandingkannya dengan pendidikan tinggi kedinasan lainnya, seperti AKPOL, AKMIL, AAU, dan AAL. Sistem pendidikan IPDN memilikikeunikan tersendiri, yakni Sistem Pendidikan Tri Tunggal Terpusat, juga dikenal sebagaisistem JARLATSUH (Pengajaran-Pelatihan-Pengasuhan), yang memberikan 40% untuk pengajaran, 35% untuk pelatihan, dan 25% untuk pengasuhan. Untuk menjawab masalah pemerintahan, setiap lulusan harus menggabungkan kemampuan intelektualnya, pemahaman hukum formalnya, dan pengetahuan tentang aspek kehidupan nyata.  \nPeserta Didik IPDN disebut sebagai Praja yang terbagi atas Praja Putra dan Praja Putri. Para Praja melaksanakan pendidikan selama 4 (empat) tahun atau 8 semester. Proses pembelajaran semester juga mewakili tingkatan seorang Praja, semester 1-2 adalah Praja Tingkat I atau disebut Praja Pratama, Semester 3-4 adalah Praja Tingkat II atau disebut Praja Muda, Semester 5-6 adalah Praja Tingkat III ataudisebut Praja Madya dan semester 7-8 adalah Praja Tingkat IV atau disebut Praja Utama.  \nLokasi Pembelajaran IPDN berpusat di Jawa Barat tepatnya di Jatinangor, selain itu IPDN juga memiliki Kampus Daerah atau Regional yang tersebar di 7 (tujuh) lokasi, yaitu: Jakarta Selatan yang menyelenggaran program studi Keuangan Publik dan Studi Kebijakan Publik, Sumatera Barat yang menyelenggarakan program studi keuangan daerah, Kalimantan Barat yang menyelenggarakan program studi manajemen sumber daya aparatur, Sulawesi Selatan yang menyelenggarakan program studi pembangunanekonomi dan pemberdayaan masyarakat serta Studi Kebijakan Publik , Sulawesi Utara yang menyelenggarakan program studi administrasi kependudukan dan catatan sipil , Nusa Tenggara Barat yang menyelenggarakan program studi politik pemerintahan dan Papua yang menyelenggarakan program studi politik pemerintahan.  \nPenempatan Praja pada kampus lokasi pembelajaran dilakukan berdasarkansyarat dan kriteria, yaitu dengan pertimbangan daya tampung masing-masing kampus, keterwakilan gender, dan keterwakilan Provinsi asal pendaftaran Praja. Penempatanpraja pada kampus lokasi pembelajaran dilakukan dengan pola kumpul-sebar-kumpul (KSK) dengan siklus sebagai berikut: Praja Pratama melakukan proses pembelajaran di Kampus Pusat Jatinangor; Praja Muda me","cbCaiijhswRv7nHb","https://ap.wps.com/l/cbCaiijhswRv7nHb","pdf",352463,20,"Indonesian","# BAB I\n## PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n## Sejarah dan Perkembangan IPDN\n## Visi, Perbandingan Perguruan Tinggi\n## Sistem Pendidikan Tri Tunggal Terpusat (JARLATSUH)\n## Jenjang Praja dan Semester\n## Lokasi Pembelajaran dan Pola KSK\n## Pengasuhan Praja dan Tahapannya","[{\"question\":\"Bagaimana jenjang praja ditentukan berdasarkan semester?\",\"answer\":\"Praja belajar selama 4 tahun atau 8 semester: semester 1-2 disebut Praja Tingkat I (Praja Pratama), 3-4 Praja Tingkat II (Praja Muda), 5-6 Praja Tingkat III (Praja Madya), dan 7-8 Praja Tingkat IV (Praja Utama).\"},{\"question\":\"Konsep apa yang digunakan dalam sistem pengasuhan praja dan siapa yang terlibat?\",\"answer\":\"Sistem pengasuhan dijelaskan sebagai pengasuhan terintegrasi yang melibatkan tiga komponen: kampus, keluarga, dan masyarakat, dengan metode among asuh serta penerapan asas-asas Ing ngarso sung tulodo, Ing madya membangun karso, dan Tut wuri handayani.\"}]","Pendahuluan - Pendidikan Kader Pemerintahan IPDN | PDF",31]