[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-45408-id":3,"doc-seo-45408-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":97},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},45408,687197100911,"Himbo","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000239b6f1da00475?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1785132997149421697",54,"Penelitian & Laporan","Diplomasi Publik Indonesia melalui Desa Wisata Kalibiru terhadap Wisatawan Asing","Artikel ini menjelaskan pengembangan Desa Wisata Kalibiru sebagai instrumen diplomasi publik baru Indonesia dengan mengaitkannya pada environmentalisme dalam studi hubungan internasional. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan interpretivisme. Temuan menunjukkan bahwa praktik diplomasi publik baru melalui Kalibiru selaras dengan komponen Jan Melissen: terbangunnya hubungan komunikasi dan pertukaran informasi antara warga lokal dan wisatawan asing, serta nilai lingkungan yang dipromosikan. Pengembangan desa wisata juga sesuai dengan kebijakan dan kepentingan Kulon Progo, DIY, serta Indonesia, dengan rekomendasi penguatan promosi nilai ekologi dan edukasi isu lingkungan bagi wisatawan (ekowisata).","Padjadjaran Journal of International Relations (PADJIR)  \ne-ISSN: 2684-8082 Vol. 1 No. 2, Agustus 2019 (156-174) doi: 10.24198/padjir.v1i2.26130  \nDiplomasi Publik Indonesia melalui Desa Wisata Kalibiru terhadap Wisatawan Asing  \nZulfikhar Raditya Putra  \nProgram Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Padjadjaran, Indonesia;  \nemail: [raditzrp@gmail.com](raditzrp@gmail.com)  \nHasan Sidik  \nProgram Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Padjadajran, Indonesia;  \n[email: ](email: hasan.sidik@unpad.ac.id)[hasan.sidik@unpad.ac.id](email: hasan.sidik@unpad.ac.id)  \nDikirim: 1 Juli 2019  Direvisi: 30 Juli 2019  Diterima: 10 Agustus 2019  Dipublikasikan: 31 Agustus 2019  \nKeywords  \nDesa Wisata Kalibiru, Enviromentalism, New Public Diplomacy  \nKata Kunci  \nDesa Wisata Kalibiru, Diplomasi Publik Baru, Environmentalisme  \nABSTRACT  \nThis article aims to explain the development of Desa Wisata Kalibiru asan instrument of Indonesia's new public diplomacy. Concept used is new public diplomacy which associated with environmentalism in IR. This article uses qualitative method in term of interpretivism. The results found in this article show that the new Indonesian public diplomacy approach through Desa Wisata Kalibiru is in line with the component of new public diplomacy according to Jan Melissen; communication links and information exchange between locals and foreign tourists, and the value promoted towards tourists is a form of new public diplomacy implementation; and the development as a tourist destinantion is compatible with the policies and interests of Kulon Progo, Yogyakarta Special Region, and Indonesia. Besides, this article suggests Desa Wisata Kalibiru to give more effort in promoting environmentally-oriented value they already have, while raise awareness and educate the tourists regarding environmental issue (ecotourism).  \nABSTRAK  \nArtikel ini bertujuan menjelaskan pengembangan Desa Wisata Kalibirusebagai instrumen diplomasi publik baru di Indonesia. Konsep yang digunakan adalah diplomasi publik baru yang dikaitkan dengan environmentalisme dalam HI. Metode yang digunakan artikel ini adalahkualitatif interpretivism. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwapendekatan diplomasi publik baru Indonesia melalui Desa Wisata Kalibiru sejalan dengan komponen diplomasi publik baru menurut Jan Melissen; hubungan komunikasi dan pertukaran informasi antara penduduk setempat dan wisatawan asing, dan nilai yang dipromosikanterhadap wisatawan adalah bentuk implementasi diplomasi publik baru; dan pengembangan Desa Wisata Kalibiru sebagai tujuan wisata sesuaidengan kebijakan dan kepentingan Kulon Progo, DIY, dan Indonesia. Selain itu, artikel ini menyarankan Desa Wisata Kalibiru untuk lebih mempromosikan nilai-nilai environmentally-oriented yang telah dimiliki, selagi meningkatkan kesadaran dan mengedukasi para turis berkenaan isu lingkungan (ekowisata) .  \n156  \nPadjadjaran Journal of International Relations  \ne-issn: 2684-8082; Vol. 1 No. 2, Agustus 2019 (156-174) doi: 10.24198/padjir.v1i2. 26130  \nPENDAHULUAN  \nDalam konteks hubungan internasional, setiap negara memiliki tujuan nasional yang terbagimenjadi high politics dan low politics. Isu-isu tersebut yang kemudian akan berpengaruhpada pelaksanaan politik luar negeri setiap negara, apalagi memang terdapat kepentinganyang berusaha untuk dicapai. Begitu jugadengan Indonesia, aspek penerapan politik luar negerinya terbagi menjadi: perwujudanterhadap kepentingan nasional dan kontribusipada kemaslahatan dunia internasional (Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 2015) . Harapannya, Indonesia dapat berperan sebagai pemberi solusi terhadap berbagai permasalahan global.  \nMasalah lingkungan hidup merupakan salah satu masalah global yang mendapat perhatian dari Indonesia, terutama dalam konteks pemanasan global dan perubahaniklim. Sedangkan pencapaian kepentingannasional pada isu lingkungan, melaluikebijakan luar negeri, dapat dimaknai dengan menjaga kualitas lingkungan hidup, me","cbCaikCmHkYqaUxS","https://ap.wps.com/l/cbCaikCmHkYqaUxS","pdf",478603,7,1,19,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Isu lingkungan hidup dalam kepentingan nasional Indonesia\n## Tantangan lingkungan di tingkat domestik dan regional (ASEAN)\n## Dampak penutupan hutan dan praktik ilegal terhadap lingkungan","[{\"question\":\"Apa tujuan utama artikel ini?\",\"answer\":\"Artikel bertujuan menjelaskan pengembangan Desa Wisata Kalibiru sebagai instrumen diplomasi publik baru Indonesia dengan mengaitkannya pada environmentalisme dalam hubungan internasional.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretivisme.\"},{\"question\":\"Bagaimana Desa Wisata Kalibiru mencerminkan diplomasi publik baru?\",\"answer\":\"Pendekatan Kalibiru selaras dengan komponen diplomasi publik baru menurut Jan Melissen melalui hubungan komunikasi dan pertukaran informasi antara warga lokal dan wisatawan asing, serta nilai lingkungan yang dipromosikan.\"},{\"question\":\"Apa saran yang diberikan artikel terkait penguatan program Desa Wisata Kalibiru?\",\"answer\":\"Desa Wisata Kalibiru disarankan lebih serius mempromosikan nilai yang berorientasi lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran dan edukasi wisatawan mengenai isu lingkungan melalui ekowisata.\"}]","Diplomasi Publik Indonesia melalui Desa Wisata Kalibiru terhadap Wisatawan Asing | PDF",1783459063,29,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":92,"head_meta":94,"extra_data":96,"updated_unix":29},"indonesias-public-diplomacy-through-kalibiru-tourism-village-for-foreign-tourists","",{"@graph":37,"@context":91},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/indonesias-public-diplomacy-through-kalibiru-tourism-village-for-foreign-tourists/45408/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-07-07",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83,87],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa tujuan utama artikel ini?","Question",{"text":77,"@type":78},"Artikel bertujuan menjelaskan pengembangan Desa Wisata Kalibiru sebagai instrumen diplomasi publik baru Indonesia dengan mengaitkannya pada environmentalisme dalam hubungan internasional.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?",{"text":82,"@type":78},"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretivisme.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Bagaimana Desa Wisata Kalibiru mencerminkan diplomasi publik baru?",{"text":86,"@type":78},"Pendekatan Kalibiru selaras dengan komponen diplomasi publik baru menurut Jan Melissen melalui hubungan komunikasi dan pertukaran informasi antara warga lokal dan wisatawan asing, serta nilai lingkungan yang dipromosikan.",{"name":88,"@type":75,"acceptedAnswer":89},"Apa saran yang diberikan artikel terkait penguatan program Desa Wisata Kalibiru?",{"text":90,"@type":78},"Desa Wisata Kalibiru disarankan lebih serius mempromosikan nilai yang berorientasi lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran dan edukasi wisatawan mengenai isu lingkungan melalui ekowisata.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":93,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":95,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":98},[99,104,108,112,116,120,122,126,130,134,138],{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":101,"show_sort_weight":102,"slug":103},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":102,"slug":107},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":102,"slug":111},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":102,"slug":115},51,"Komik","comic",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":118,"show_sort_weight":102,"slug":119},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":102,"slug":121},"research-report",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":102,"slug":125},49,"Sastra","literature",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":102,"slug":129},52,"Teknologi","technology",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":102,"slug":133},50,"Ujian","exam",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":102,"slug":137},57,"Umum","general",{"id":139,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":140,"show_sort_weight":4,"slug":141},181,"Formulir","formulir"]